Upah Buruh Tahun 2020 Diperkirakan Naik 8 Persen

169 views

Gaji DPR

Reaktor.co.id, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memperkirakan upah buruh/pekerja tahun 2020 naik sekitar 8 persen dari upah yang berlaku saat ini.

Hanif menyebutkan, formula kenaikan upah buruh tahun depan akan mengikuti formula lama yang telah dirumuskan pemerintah, yaitu laju pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi.

Pertumbuhan ekonomi saat ini di kisaran 5 persen, dengan tingkat inflasi 3 persen, sehingga diperkirakan kenaian upah 8%.

Formula upah buruh tetap mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Selama ini, kami masih pakai UU dan PP yang sama, ya begitu. Sampai hari ini belum (ada perubahan formula) kecuali kalau nanti PP direvisi,” kata Hanif di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dikemukakan juga, pemerintah tidak akan mengubah ketentuan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang menjadi pertimbangan dalam menentukan formula kenaikan upah.

“Nanti kan ada saatnya untuk dievaluasi, di PP 78 sudah dijelaskan kapan, misalnya KHL harus dievaluasi,” imbuhnya.

Soal revisi UU Ketenagakerjaan dan PP Pengupahan, Hanif mengatakan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Masih proses panjang. Ya tuntutan bisa dipahami. Tapi biar matang, win-win untuk semua, meski win-win tidak semua happy (bahagia). Memang, kami tidak bisa buat semua orang happy,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Apindo Danang Girindrawardana mengatakan, selama Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan masih berlaku, maka kenaikan upah buruh masih mungkin terjadi tahun depan.

“Kenaikan upah buruh masih negotiable, masih bisa diimplementasikan,” katanya.

Danang menekankan, untuk rencana kenaikan upah ini perlu dilakukan pembahasan yang lebih mendalam. Menurutnya, perlu ada pemberian kenaikan upah yang lebih besar terhadap golongan buruh tertentu.

Namun, ia juga menyoroti kenaikan upah yang tidak diikuti kenaikan produktivitas buruh. Hal ini dinilai perlu diatasi sesegera mungkin.

“Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih di level rendah di ASEAN. Sementara upahnya sudah hampir di level tinggi di seluruh ASEAN. Jadi kontradiktif,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani ingin pemerintah mengkaji ulang PP Pengupahan dan menyesuaikannya dengan kondisi sekarang.

Ia mengaku tak khawatir jika memang ada tambahan indikator dalam menentukan besaran kenaikan gaji sesuai permintaan kaum buruh.

“Lihat nanti, pasti kan ada dasarnya. Misalnya buruh minta naik Rp10 juta, ya itu pasti harus ada dasarnya pasti dilihat lagi didiskusikan lagi,” katanya. (rml/inews/cnnindonesia).*

 

Gaji Pekerja UMK UMR Upah Buruh

Related Post

  1. author

    […] Reaktor.co.id — Upah minimum buruh atau gaji minimal pekerja tiap tahun dipastikan naik. Setiap tahun pemerintah melakukan penyesuaian upah minimum. Tahun 2020 upah minimum diperkirakan naik 8 persen. […]

Leave a reply