UMP 2020 Naik 8,51 Persen

148 views

Gaji DPR

Reaktor.co.id, JakartaUpah Minimum Provinsi (UMP) 2020 naik sebesar 8,51 persen. UMP 2020 akan diumumkan serentak 1 November 2019.

Kenaikan UMP 2020 itu ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tentang penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2020 .

Kenaikan UMP 2020 tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Dikutip Liputan6.com dari Surat Edaran tersebut, kenaikan UMP ini berdasarkan pada data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan produk domestik bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020 bersumber dari Badan Pusar Statistik Republik IndonesIa (BPS RI),” bunyi SE tersebut, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 Tanggal 2 Oktober 2019, inflasi nasional sebesar 3,39 persen‎ dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan PDB) sebesar 5,12 persen‎.

“Dengan demikian, kenalkan UMP dan/atau UMK Tahun 2020 berdasarkan data Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yaitu 8,51 persen,” demikian tertulis dalam SE tersebut.

Diumumkan Serentak 1 November 2019

Dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan tanggal 15 Oktober 2019 diatur sejumlah hal sebagai berikut:

  1. Gubernur wajib menetapkan UMP Tahun 2020.
  2. Gubernur menetapkan UMP dengan memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi.
  3. Bagi provinsi yang masa jabatan Dewan Pengupahan Provinsinya telah berakhir, Gubernur agar membentuk Depeprov yang baru.
  4. UMP Tahun 2020 ditetapkan dan diumumkan oleh masing-masing Gubernur secara serentak pada 1 November 2019.
  5. Gubernur dapat (tidak wajib) menetapkan UMK untuk Kabupaten/Kota tertentu (yang mampu membayar upah minimum provinsi lebih tinggi dari UMP).
  6. UMK Tahun 2020 ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada 21 November 2019.
  7. UMP dan UMK yang telah ditetapkan oleh Gubernur sebagaimana tersebut di atas berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari 2020.

Pengusaha Resah

Di sisi lain, pengusaha meminta kalangan buruh/pekerja tidak mempermasalahkan kenaikan UMP, namun fokus meningkatkan produktivitas dan keterampilan agar memiliki daya saing.

Menurut Anggota Dewan Pengupahan dari Unsur Pengusaha, Sarman Simanjorang, kalangan buruh tidak perlu melakukan aksi demonstrasi karena upah minimum pasti naik tiap tahun.

UMP tertinggi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, saat ini Rp 3,9 juta dan pada 2020 akan naik menembus Rp 4 juta.

“Dipastikan UMP DKI Jakarta di angka Rp 4 juta lebih. Ini harus dibarengi dengan semangat produktivitas dari buruh kita. Dengan menembus angka Rp 4 juta maka harus dipastikan kualitas, produktivitas, skill dan kemampuan buruh kita harus bisa menyesuaikan. Itu menjadi harapan kami,” ujar katanya dikutip Liputan6.com.

Wakil Ketua Apindo, Shinta Kamdani, mengatakan, dunia usaha merasa berat kalau harus menaikkan upah pada 2020. Kondisi tersebut dipicu situasi ekonomi yang dirasa dunia usaha cukup berat.

“Akan sangat keberatan. Tapi bagaimana pun harus ada dasar perhitungan. Makanya saya bilang, perusahaan yang punya masalah, dia harus bilateral dengan pekerjanya,” katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/10/2019).

Penentuan kenaikan upah minimum diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tentang Pengupahan. Berdasarkan aturan tersebut, kenaikan upah dihitung dengan mengalikan upah minimum tahun berjalan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Shinta mengatakan walau berat, penentuan upah masih akan mengacu aturan tersebut. “Itu sudah kesepakatan antara pemberi kerja dan pekerja. Jadi untuk 2020 tetap mengacu pada formula itu dulu,” katanya.

Proyeksi UMP 2020 Tertinggi & Terendah

Dilansir CNBC Indonesia, berikut ini daftar provinsi dengan UMP tertinggi dan terendah di 2020 berdasarkan kenaikan 8,51%

Proyeksi UMP 2020 Tertinggi:

DKI Jakarta dari Rp3,940,972 menjadi Rp 4,276,348.72
Papua dari Rp 3,128,170 menjadi Rp 3,394,377.27
Sulut dari Rp 3,051,076 menjadi Rp 3,310,722.57
Babel dari Rp 2,976,754 menjadi Rp 3,230,075.77
Aceh dari Rp 2,935,985 menjadi Rp 3,185,837.32

Proyeksi UMP 2020 Terendah:

Yogyakarta dari Rp 1,570,922 menjadi Rp 1,704,607.46
Jawa Tengah dari Rp 1,605,396 menjadi Rp 1,742,015.20
Jawa Timur dari Rp 1,630,058 menjadi Rp 1,768,775.94
Jawa Barat dari Rp 1,668,372 menjadi Rp 1,810,350.46
NTB dari Rp 1,971,547 menjadi Rp 2,139,325.65

 

Gaji Karyawan Upah Buruh upah minimum upah pekerja

Related Post

  1. author

    […] Reaktor.co.id, Jakarta — Pemerintah memastikan Upan Minimum Provinsi (UMP) 2020 naik 8,51 persen. […]

  2. author

    […] Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,51 persen. […]

  3. author

    […] melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menetapkan Upah Minimum Propinsi (UMP) tahun 2020 naik sebesar 8,51 persen atau lebih tinggi dari kenaikan UMP 2019 yang hanya 8,03 […]

  4. author

    […] Pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan sudah menetapkan Upah Minimum Provinsi atau UMP 2020 naik sebesar 8,51 persen.* […]

Leave a reply