UMK Kota Bandung 2020 Mengacu pada PP 78/2015

11 views

Daftar UMP 2020

Reaktor.co.id, Bandung — Upah Minimum Kota (UMK) Bandung 2020 dipastikan mengacu kepada PP 78 tahun 2015. Meski begitu, angka UMK belum diungkap sebab masih menunggu pertemuan terakhir dengan berbagai lintas sektor.

“Insya Allah sesuai regulasi, kita hitung bareng (nanti). Saya mendahului atau offside (kalau sekarang diumumkan),” ujar Kepala Disnakertrans Kota Bandung, Arief Saefudin, Minggu (10/11/2019).

Arief mengungkapkan, kenaikan UMK Bandung 2020 mengacu kepada PP 78 tahun 2015, yaitu sekitar 8,51 persen dari UMK tahun lalu sebesar Rp 3.339.580.

Saat ini, pembahasan UMK yang dilakukan dewan pengupahan kota masih dilakukan bersama lembaga lainnya seperti serikat pekerja, Apindo, dan BPS.

“Kita sepakati pakai PP 78 (UMK),” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan pertemuan terakhir memutuskan besaran UMK 2020 dan kemudian akan ditetapkan oleh Gubernur Jabar pada 13 atau 14 November 2019.

Berdasarkan aturan, laporan harus diserahkan sebelum tanggal 21 November. “Seminggu sebelumnya harus diserahkan ke provinsi. Kita ditanggal 13 atau 14 November,” katanya.

Arief mengatakan, semua pihak sudah sepakat mengikuti aturan yang ada untuk membahas UMK sehingga tidak muncul permasalahan baru.

“Kalau tidak melaksanakan PP 78 tahun 2015, maka kepala daerah bisa kena sanksi diberhentikan,” katanya dikutip Republika.

Sebelumnya, Disnaker Kota Bandung menyatakan akan terus membantu warga Kota Bandung untuk bisa bersaing memperoleh pekerjaan.

Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah di luar negeri. Tujuannya, agar tenaga kerja Kota Bandung bisa memiliki kompetensi.

“Pemkot Bandung juga sudah berkerja sama dengan Pemerintah Kota Toyota Jepang,” kata Arief dilansir laman resmi Humas Kota Bandung.

Dari kerja sama tersebut, Kota Bandung memperoleh peluang untuk mengirimkan tenaga kerjanya ke Jepang.

“Ini merupakan peluang bagi kita. Kemarin sudah ada pertemuan dengan SMK dan perguruan tinggi, untuk menyiapkan tenaga kerja ke Jepang. Skill tidak masalah, yang penting bisa berbahasa jepang karena mereka akan mendapat pelatihan di sana,” katanya.

Selain Kota Toyota, kata Arief, Kota Yokohama juga membutuhkan 8.000 tenaga kerja dalam bidang industri dan otomotif. Ini merupakan peluang bagi SMK untuk mendapatkan pekerjaan di sana.

Arief mengatakan pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Disnaker Provinsi Jawa Barat, dan mendapatkan informasi bahwa Negara Palau juga membutuhkan tenaga kerja dalam bidang pariwisata dan konstruksi.

“Disnaker akan berupaya seoptimal mungkin dalam menurunkan angka pengangguran,” ucapnya.*

 

UMK Bandung upah minimum

Related Post

Leave a reply