Twitter Tidak Intelek Lagi, Cuitan Mesum Kian Marak

782 views

Twitter

Reaktor.co.id — Media sosial Twitter dikenal juga sebagai media microblogging. Sebagaimana blogging, pengguna Twitter (Tweeps) berbagi informasi dan pemikiran, namun dalam teks yang terbatas, yakni maksimal 280 karakter dalam satu status update yang disebut Tweet (kicauan, cuitan). Sebelum 2017, Twitter bahkan membatasi jumlah cuitan hanya 140 karakter.

Sebagai media sosial yang jarang down, Twitter dinilai sebagai media sosial “intelek” karena penggunanya berbagi informasi dan pemikiran. Berbeda dengan Facebook dan Instagram yang terkesan menjadi media ajang pamer dan narsis.

Twitter pun terkesan sebagai media sosial intelek tempat kaum intelektual (terpelajar/cendekia) berbagi informasi dan pemikiran serta mendorong penggunanya mengerahkan “daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan; daya akal budi; kecerdasan berpikir”.

Dalam laman resminya, Twitter mengklaim sebagai media berbagi informasi dan percakapan global.
  1. Twitter adalah apa yang sedang terjadi di dunia dan apa yang sedang orang bicarakan saat ini.
  2. Bila sesuatu terjadi maka akan populer di Twitter.
  3. Lihat apa yang sedang terjadi.
  4. Picu percakapan global.

Namun, pantauan Reaktor.co.id, dalam seminggu terakhir, Twitter tidak lagi “intelek”. Cuitan mesum atau bernada asusila seperti tagar (hashtag) #titit, #crot, dan terbaru #vinagarut sering menjadi trending topic dan berisi kicauan pornografis.

Bahkan, hasil pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), akun Twitter paling banyak dilaporkan warganet.

Data sampai Desember 2018, pelaporan konten negatif di twitter sebanyak 531.304. Facebook dan Instagram dilaporan sebanyak 11.740 kali karena dinilai warganet mengandung konten negatif.

Konten Negatif Twitter

Sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan sebagai konten negatif, yaitu:

  1. Pornografi
  2. Perjudian
  3. Pemerasan
  4. Penipuan
  5. Kekerasan
  6. Fitnah/pencemaran nama baik
  7. Pelanggaran kekayaan intelektual;
  8. Produk dengan aturan khusus
  9. Provokasi SARA
  10. Berita bohong (hoax)
  11. Terorisme/radikalisme
  12. Informasi/dokumen elektronik melanggar undang-undang lainnya.

Sebagai catatan, konten perjudian dan pornografi sering menjadi “penumpang gelap” dalam tagar yang sedang trending, misalnya di tagar #PersibDay atau #TimnasDay yang biasa jadi topik tren saat klub Persib Bandung dan Timnas Indonesia bertanding.

Menurut data Kemenkominfo, sampai dengan akhir tahun 2018, penanganan konten negatif total sebanyak 984.441 konten. Angka itu termasuk yang dilaporkan dalam bentuk website. Berdasarkan kategori konten tiga terbanyak konten yang paling banyak ditangani adalah pornografi, perjudian, dan penipuan.

“Konten pornografi sebanyak 898.108, sementara perjudian sebanyak 78.698 dan konten yang penipuan 5.889,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, seperti dilansir situs resmi Kemenkominfo, Selasa (8/1/2019).

Dari segi platform media sosial paling buruk bagi kesehatan mental, Twitter relatif lebih baik dibandingkan Instagram yang menempati peringkat pertama:

  1. Instagram (most negative)
  2. Snapchat
  3. Facebook
  4. Twitter
  5. Youtube (most positive)

Instagram menjadi medsos paling buruk bagi kesehatan mental berdasarkan laporan penelitian Royal Society for Public Health. Peringkat disusun berdasarkan dampaknya pada kualitas tidur, kecemasan, depresi, takut kehilangan (FOMO), kesepian, intimidasi, dan masalah citra tubuh.*

 

media sosial Twitter

Related Post

Leave a reply