TURC Gelar Sekolah Buruh Perempuan di Sukabumi

105 views

Sekolah Buruh Perempuan merupakan wadah pendidikan kritis gender bagi buruh perempuan. Karena problem-problem yang khusus dirasakan oleh buruh perempuan tidak dialami oleh buruh secara umum.

Reaktor.co.id – Trade Union Right Center (TURC) menggelar Sekolah Buruh Perempuan di Caringin, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2019).

Sekolah Buruh Perempuan  diikuti puluhan buruh perempuan yang berasal dari organisasi pekerja seperti SPSI, GSBI, F-Hukatan, dan SPN. Program ini  digelar berangkat dari keprihatinan atas hak-hak buruh perempuan yang sering dikorupsi

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti materi-materi yang diberikan di sekolah tersebut.

Wakil Direktur TURC, Yasinta Sonia mengatakan, Sekolah Buruh Perempuan yang mereka gelar juga dilatarbelakangi oleh kegelisahan terkait adanya kesenjangan antara jumlah kualitas dan kuantitas perjanjian kerja bersama (PKB) yang ada di perusahaan.

Yasinta mengkritik banyaknya isi PKB yang mengesampingkan kebutuhan buruh perempuan, serta minimnya keterlibatan buruh perempuan dalam perundingan.

“Dua dari sekian banyak persoalan hak buruh perempuan itu yang mendorong TURC untuk menyelenggarakan Sekolah Buruh Perempuan. TURC berharap sekolah buruh ini bisa mengangkat dan mensejajarkan kondisi kerja buruh perempuan melalui perjanjian kerja bersama yang lebih baik,” kata Yasinta.

Sekolah Buruh Perempuan merupakan wadah pendidikan kritis gender bagi buruh perempuan. Karena problem-problem yang khusus dirasakan oleh buruh perempuan tidak dialami oleh buruh secara umum. Problem-problem khsusus ini belum banyak menjadikan perhatian di dalam masyarakat.

Sebagian masyarakat menganggap hal tersebut bukan persoalan perburuhan. Upaya untuk melakukan pendidikan keadilan gender adalah mengungkap hal yang belum pernah terungkap. Mengatakan hal yang biasanya tidak dianggap penting di atas permukaan supaya menjadi perhatian banyak orang.

“Persoalan buruh perempuan yang spesifik misalnya kekerasan seksual, kemudian kesulitan di organisasi, rendahnya akses di dalam kepemimpinan dan di dalam pengambilan keputusan,” kata Yasinta.

Riska Nuraini, seorang peserta Sekolah Buruh Perempuan yang berasal dari SPSI mengungkapkan, ia bisa mendapatkan tambahan pengalaman dan pemahaman tentang permasalahan yang kerap melingkupi buruh perempuan secara umum.

Aprilia Nahrowi Putri dari SPN mengaku, pengetahuan dan pengalaman yang ia dapat dari Sekolah Buruh Perempuan yang diadakan oleh TURC menjadi bekal berharga bagi dirinya saat nanti ikut dan mewakili kalanagn buruh perempuan dalam kontestasi pimpinan serikat pekerja.

“Membatasi ruang gerak buruh perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya justru akan menciderai jaminan, perlindungan, kepastian hukum dan keadilan yang telah dijamin dalam UUD 1945. Atas landasan konstitusional itulah, hak-hak buruh perempuan patut untuk diperjuangkan dalam pelaksanaannya,” cetus Aprilia. (AF)*

 

Kesehatan jiwa pekerja kesetaraan jender reaktor sekolah buruh perempuan TURC

Related Post

Leave a reply