Tuntut Pembayaran Gaji, Pekerja di Bandung, Malang, dan Riau Gelar Aksi Demo

204 views

Aksi Demo PT INTI Bandung

Reaktor.co.idPekerja di tiga wilayah menggelar aksi demonstrasi, Kamis (29/8/2019), guna menuntut pembayaran gaji yang belum dibayarkan perusahaannya.

Di Kota Bandung, sektar 150-an pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI (Sejati) menggelar unjuk rasa di halaman kantor perusahanya.

Mereka meminta jajaran direksi PT INTI untuk segera membayarkan gaji seluruh karyawan, berjumlah 450 orang, yang masih ditunggak sejak Juli 2019.

Selain gaji karyawan, pesangon atau Imbalan Paska Kerja (IPK) para pensiunan PT INTI yang terhitung telah pensiun sejak 2018 pun belum dibayarkan.

Menurut Ketua Sejati, Ahmad Ridwan Albar, keterlambatan pembayaran gaji disebabkan goyahnya kondisi keuangan perusahan yang mulai dirasakan para karyawan sejak 5 tahun belakangan.

PT INTI adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang telekomunikasi yang selama lebih dari 4 dasawarsa berperan sebagai pemasok utama pembangunan jaringan telepon nasional yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia Tbk dan PT Indosat Tbk.

“Kondisi PT INTI semakin memprihatinkan, hal seperti ini sudah mulai dirasakan sejak 5 tahun terakhir yang dibuktikan dengan adanya hutang bank setara ratusan miliar,” ungkapnya.

Dalam satu tahun terakhir, kondisi tersebut makin berdampak pada kesejahteraan para karyawan. Beberapa hak karyawan dan para pensiunan belum sempat terbayarkan.

“Hak-hak karyawan banyak yang belum terbayarkan, seperti gaji Juli dan Agustus 2019, pembayaran Fasilitas Kesehatan, pembayaran Uang Pendidikan 2019, uang seragam 2018 dan 2019, uang rapel 2018, uang cuti 2018, dan pembayaran pesangon kepada seluruh karyawan yang sudah pensiun dari tahun 2018,” paparnya dilansir Ayo Bandung.

Demo di Malang

Di Kota Malang, aksi serupa digelar puluhan karyawan di depan pabrik PT Surya Beringin, Jalan Mulyosari No 17, Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dalam aksinya, mereka berorasi menuntut pihak perusahaan membayarkan upah-upah yang dijanjikan dan belum terbayarkan.

Menurut pengurus komite pusat Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI), Misdi, perusahaan melakukan pelanggaran hak terhadap buruh yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

Dikatakanya, para buruh kerap tidak dibayar sesuai UMK, sering diliburkan tanpa diberi upah, dan tindakan merumahkan karyawan tanpa pemberian upah (pesangon).

“Ini sebagai bom waktu saja, satu masalah yang tidak pernah berkesudahan terkait upah yang tidak dibayar, di rumahkan tidak dibayarkan dan banyak hal. Kita minta hak-hak karyawan ini terpenuhi,” ujar dia.

Ia menjelaskan, jika aksi yang dilakukan puluhan buruh ini bukanlah aksi mogok kerja, bahkan mereka sebagian juga tetap menjalani pekerjaan. Tetapi, hal ini dilakukan sebagai bentuk menyuarakan aspirasi di depan perusahaan.

Karena, kurang lebih selama lima tahun terakhir ada dari beberapa karyawan yang hak-haknya belum terpenuhi. Bahkan satu bulan menjelang hari raya Idul Fitri yang lalu puluhan karyawan tersebut diliburkan tanpa diberikan upah.

“Aksi ini kita bukan mogok kerja, yang kerja tetap kerja. Kita hanya menyuarakan aspirasi kita di publik. Ini sebenarnya sudah lama, katakan yang 2017 saja (upah) kawan-kawan belum diungkit sampai hari ini. Dan menjelang libur lebaran itu kawan-kawan secara bergiliran dirumahkan tanpa diberi upah dan tanpa ada kejelasan,” imbuhnya dikutip Malang Times.

Demo di Riau

Di Riau, akdi demo menuntut gaji dilakkan puluhan orang yang bekerja di Perusahaan Gas Negara (PGN). Mereka menuntut haknya ada yang selama 3 – 4 bulan belum dibayar oleh pihak perusahaan.

Pekerja yang menuntut haknya ini menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Riau.

Perwakilan pekerja PGN, Napit, mengatakan, dirinya dan pekerja lain berkumpul di Kantor Desa Bumbungi untuk mendengarkan janji dari pihak perusahaan atas hak upah yang belum dibayar.

“Pihak PGN memberikan waktu sampai Tanggal 15, tetapi kami minta jaminannya apa kalau seandainya tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan bagaimana,” terangnya.

“Kam berharap pihak PGN mengerti dengan kondisi kami, karena keadaan ekonomi para pekerja keseluruhannya susah,” tuturnya.

Perwakilan pihak PGN Bambang menjelaskan, pimpinan perusahaan sedang berada di Jakarta dan  akan berusaha untuk melunasi hak para pekerja.

“Kita pihak PGN meminta waktu hingga tanggal 15 dan kita akan membuat surat kesepakatan antara para pekerja sampai hak mereka dibayarkan,” katanya dilansir Monitor Riau.

Ketiga aksi demo yang terekspos media itu kian menegaskan banyak pekerja di daerah bermasalah dengan perusahaan.*

 

Aksi Demonstrasi Gaji Karyawan Pekerja upah pekerja

Related Post

Leave a reply