Topan Besar Bakal Landa Jepang, Warganet Ramaikan Tagar #SaveJapan

263 views
Topan Hagibis

Topan Hagibis (Foto:Twitter).*

Reaktor.co.id — Topan besar diprediksi bakal melanda Jepang selama tiga hari, yaitu 12 – 14 Oktober 2019. Warganet di media sosial Twitter meramaikan tagar #SaveJapan sehingga menjadi trending topic, Jumat (11/10/2019). Mereka mendoakan warga Jepang agar tidak mengalami hal buruk akibat topan ini.

Situs japan.travel melansir, angin topan bernama Habigis ini akan melewati daerah Tokai dan Kanto, termasuk ibu kota Jepang, Tokyo.

Topan besar itu sudah mendekati Jepang, Jumat, 11 Oktober 2019. Hal ini bisa mengakibatkan hujan paling deras dalam 60 tahun terakhir.

Topan yang berarti “kecepatan” dalam bahasa Tagalog, Filipina, itu diperkirakan bakal tiba di Pulau Honshu, Jepang, Sabtu (12/10/2019).

Ini terjadi setelah sekitar sebulan sebelumnya sebuah topan besar melanda Jepang dan menghancurkan sekitar 30 ribu rumah dan kerusakan jaringan listrik.

“Angin topan dapat menyebabkan turunnya hujan deras dengan level tertinggi serta angin kencang,” kata seorang pejabat Lembaga Meteorologi Jepang, dilansir Channel News Asia, Jumat (11/10/2019).

Warga diminta bersiap-siap menghadapi terjadinya gelombang tinggi dan hempasan badai.

Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo, meminta menteri kabinet agar melakukan upaya maksimal melindungi kepentingan publik.

Para pejabat dari prefektur Chiba meminta masyarakat bersiap dengan suplai makanan dan minuman selama tiga hari. Daerah ini terkena hempasan angin topan Faxai sekitar sebulan lalu. Banyak rumah yang terkena embusan topan menjadi rusak dan masih harus diperbaiki.

Topan yang dianggap setara dengan badai Kategori 4 pada skala lima itu dilaporkan membawa angin kencang dan hujan lebat merata di Negeri Sakura.

Topan Hagibis super adalah topan kategori 5, kecepatan angin melebihi 315 km/jam. Ini adalah topan terbesar di Jepang.

Dilansir Japan Times, dalam konferensi pers pada Jumat pagi, pejabat Meteorological Agency Yasushi Kajihara mengatakan, Hagibis dapat memicu rekor curah hujan yang setara dengan topan mematikan pada 1958, yang memicu tanah longsor di Kanto dan membanjiri Sungai Kano di Prefektur Shizuoka. Kala itu, 888 orang tewas dan 381 lainnya hilang.

Gangguan transportasi besar juga akan terjadi selama akhir pekan ini. East Japan Railway Co. mengumumkan, mereka akan menangguhkan banyak perjalanan kereta mulai Sabtu.

Di satu sisi, Direktur Japan Bosai Society (Pencegahan Bencana) Shigeo Kannaka, mendesak semua orang agar berhati-hati terhadap pemadaman listrik dan air yang berkepanjangan karena badai.

Kannaka merekomendasikan untuk mengisi bak mandi, ceret dan ember dengan air yang nantinya dapat digunakan untuk menyiram toilet dan memenuhi keperluan rumah tangga lainnya.

“Lampu senter, lentera dan radio portabel juga akan berguna jika terjadi kegagalan daya,” katanya. (rml/tempo/liputan6).*

 

Jepang Topan Hagibis

Related Post

Leave a reply