Tolak Wisatawan dari China, Rakyat Takut Terjangkit Virus Wuhan

168 views

Virus Corona (2019-nCov) asal Wuhan, China sudah mencapai negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia. Sebaiknya pemerintah Indonesia mencegah masuknya turis asal China.

Raktor.co.id – Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Tanah Datar Yusrizal mengatakan kedatangan 150 orang anggota rombongan wisatawan asal Kunming, China, ke Tanah Datar hari ini, Senin (27/1) dibatalkan.

Yusrizal menyebutkan ia mendapatkan informasi dari Dinas Pariwisata Tanah Datar kalau kedatangan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ke Luhak Nan Tuo terpaksa dibatalkan karena banyaknya arus penolakan dari warga. Penolakan dari warga Tanah Datar menurut Yusrizal murni karena alasan keamanan agar tidak tertular virus corona.
“Saya dapat informasi dari Dinas Pariwisata karena banyaknya penolakan di masyarakat Tanah Datar, jadi kedatangan wisatawan Cina dibatalkan,” kata Yusrizal dikutip Republika.co.id, (27/1/2020).

Sebanyak 150 orang wisatawan asal Kunming, China mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Ahad (26/1). Rencananya mereka akan melakukan perjalanan wisata ke Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.

Informasi yang diterima, sebelum dibatalkan, rencananya rombongan wisatawan asal China ini bertolak dari Kota Bukittinggi menuju Tanah Datar pada siang ini. Di Tanah Datar, wisatawan punya agenda berkunjung ke Istana Pagaruyung, ke Rumah Dinas Bupati Tanah Datar di Gedung Indo Jolito dengan jamuan makan siang oleh bupati, menyaksikan olahraga tradisional Pacu Jawi, dan ke Danau Singkarak.“Seluruhnya dibatalkan,” ucap Yusrizal.

Cegah

DPR minta Ppemerintah cegah turis asal China masuk ke Indonesia.Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti penyebaran virus Corona (2019-nCov) asal Wuhan, China yang sudah mencapai negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia.

Dia mengusulkan agar sebaiknya pemerintah mencegah masuknya turis asal China ke Indonesia.

“Hari ini saya dengar ada 160 turis asal China yang masuk ke Sumateta Barat padahal, menurut saya pemda bisa saja koordinasi dengan pemerintah pusat atau mengambil langkah karena, ini (Corona) belum ada penangkalnya,” kata Dasco, Minggu (26/1/2020) dilutip Sindonews.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah preventif sama dengan beberapa negara lainnya dalam rangka mencegah masuknya virus yang tergolong baru tersebut. “Perlu juga langkah preventif sama seperti negara lain yang kemudian melakukan tindakan pencegahan seperti Filipina,” usulnya.

Karena itu, Dasco menyayangkan sikap Gubernur Sumbar yang membiarkan turis asal China itu menetap di Sumbar. Dia khawatir jika ada di antara turis tersebut membawa virus itu dan menularkannya pada masyarakat Sumbar. “Seharusnya hari ini Gubernur Sumbar meminta kepada turis tersebut untuk tidak stay di Sumbar.

Karena, apabila di sana ada yang terkena kemudian menyebar di sana begitu kan bisa dengan cepat menyebar ke daerah lain, daerah Sumatera misalnya,” sesalnya.

Dia menambahkan, tindakan preventif memang (perlu), demi menjaga rakyat Indonesia yang banyak ini adalah sementara tidak menerima dulu (turis China) menurut saya,” tambah Dasco.

Menteri Perhubungan akhirnya mengeluarkan larangan terbang ke/dari Wuhan. Dan itu pun bukan inisiatif Kemenhub, melainkan karena memang Wuhan sudah menutup diri. Tak ada penerbangan dari dan ke Wuhan untuk semua destinasi.

Publik merasa Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin kurang responsif. Tindakannya belum memadai. Dan mengapa cuma penerbangan yang dilarang, mengapa yang lain tak dilarang, seperti pergerakan manusia dan produk yang berpotensi terpapar virus misalnya.

Betapa mengerikan melihat peta penyebaran virus Wuhan di gisanddata yang tiap hari diperbarui. Corona tak cuma di Wuhan. Sudah menjalar ke seantero China. Mengapa tak sekaligus melarang penerbangan dan pergerakan manusia dari dan menuju China Hingga semua aman. (TS).*

tolak wisatawan China

Related Post

Leave a reply