Mahasiswa Demo DPR, #MahasiswaBergerak Trending

549 views

Tidak menutup kemungkinan akan adanya reformasi jilid dua, jika aspirasi rakyat dan mahasiswa diacuhkan.

Demo Mahasiswa Bergerak

Tolak UU KPK dan RKUHP, Mahasiswa Demo DPR (Foto: Twitter)

Reaktor.co.id, Jakarta — Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK itu berlangsung hingga pukul 19.55 WIB.

Di media massa Twitter, tagar #MahasiswaBergerak jadi trending topic berisi informasi dan dukungan bagi aksi mahasiswa.

“Jadi yang pertama kita sangat-sangat menyayangkan permasalahan-permasalahan yang terjadi belakangan ini. Mulai dari korupsi sampai dengan demokrasi di Indonesia yang makin lama makin terancam. Karena dari revisi Undang-Undang KPK-nya saja itu tidak pro pada upaya pemberantasan korupsi yang justru malah disahkan,” kata Ketua BEM UI Manik Marganamahendra.

“Kedua, adanya wacana untuk akhirnya mengesahkan RKUHP padahal juga pasal-pasal di dalamnya juga masih ngawur, banyak yang masih bermasalah. Mulai dari permasalahan korupsi itu sendiri kemudian masalah demokrasi yang paling kita highlight. Dua hal tersebut akhirnya justru malah membuat mosi tidak percaya kita kepada negara,” sambungnya.

Massa mahasiswa membawa berbagai spanduk. Sebuah spanduk putih berukuran sekitar 3×3 meter bertuliskan ‘Gedung Ini Disita Mahasiswa’ dipasangkan di pagar gedung DPR/MPR.

Demo Mahasiswa Bergerak

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Setelah berdemo di DPR, massa berencana bergeser ke depan Istana Negara. Mereka akan bergabung dalam aksi Kamisan yang digelar tiap Kamis oleh para keluarga aktivis korban pelanggaran HAM yang menuntut keadilan.

Massa menyanyikan yel-yel yang menyuarakan penolakan terhadap RKUHP dan revisi UU KPK.

Secara bergantian, perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Trisakti, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Paramidana, Universitas Moestopo, dan lainnya berorasi mengkritik sikap DPR dan pemerintah

Mereka menganggap regulasi yang akan disahkan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat dan menyatakan reformasi sedang dikorupsi saat ini.

“DPR sedang ugal-ugalan dan mengebut legislasi yang tidak berpihak pada masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa dari atas mobil komando.

Mahasiswa Bergerak

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Poin Kesepakatan

Sebanyak 28 perwakilan mahasiswa diterima dan melakukan audiensi dengan Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar. Pertemuan itu untuk mendengar aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa tersebut.

Berikut ini poin-poin kesepakatan antara mahasiswa dan DPR RI:

  1. Aspriasi masyarakat indonesia yang direpresentasikan mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan DPR RI dan selurh anggota dewan.
  2. Sekjen DPR RI akan undang dan libatkan seluruh mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tanggal 19 September ini, dosen atau akademisi, serta masyarakat sipil untuk hadir dan berbicara setiap RUU lainnya yang belum disahkan.
  3. Sekjen DPR menjanjikan akan sampaikan keingina mahasiswa untuk buat pertemuan dalam hal penolakan revisi UU KPK dan RKUHP dengan DPR serta kepastian tanggal pertemuan sebelum tanggal 24 September 2019.
  4. Sekjen DPR akan menyampaikan pesan mahasiswa pada anggota DPR untuk tidak mengesahkan RUU pertanahan, RUU ketenagakerjaan, RUU minerba dan RKUHP dalam kurun waktu 4 hari ke depan.
Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

‎Mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Mukhlas, mengatakan, seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia sudah bersiap untuk bergerak karena kecewa dengan pengesahan UU KPK.

Bahkan, dia tidak menutup kemungkinan akan adanya reformasi jilid dua. Jika aspirasi rakyat dan mahasiswa ini terus diacuhkan.

‎”Jadi kami berharap langkah kongkrit DPR, Jadi ini tidak menutup kemungkinan ada lagi reformasi jilid dua bisa terjadi lagi,” ungkapnya.

Gerakan Mahasiswa Indonesia

Warganet di Twitter meramaikan tagar #MahasiswaBergerak. Selain menyatakan dukungan, warganet juga terkenang gerakan mahasiswa dalam sejarah yang menjadi agen perubahan (agent of change).

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Mahasiswa Bergerak (Foto: Twitter)

Mengutip Wikipedia, gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.

Mahasiswa Duduki Gedung DPR

Mahasiswa Duduki Gedung DPR Lahirkan Reformasi 1998.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa, mulai mahasiswa angkatan 1908, 1928, 1966, 1974, hingga reformasi 1998. (rl/detik.com/suara.com/republika.co.id/jawapos.com).*

 

Aksi Demonstrasi Demo Mahasiswa Mahasiswa Bergerak

Related Post

  1. author

    […] – Aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai peguruan tinggi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis […]

  2. author

    […] RUU KUHP itu mendapatkan penolakan, termasuk dari kalangan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (19/9/2019), sekaligus menolak UU KPK yang baru […]

  3. author

    […] di Indonesia terhadap Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP), termasuk dari kalangan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (19/9/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meminta […]

Leave a reply