Tolak Omnibus Law, Massa SP LEM SPSI Surabaya Kepung Kantor Gubernur Jatim

110 views

Tolak Omnibus Law, Massa SP LEM SPSI Surabaya Gruduk Kantor Gubernur Jatim

Rekator.co.id, Surabaya — Ratusan buruh/pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Surabaya bergabung ribuan dengan massa aksi dari berbagai elemen lainnya dari seluruh Jawa Timur untuk melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Massa bergerak sesuai dengan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSP LEM SPSI untuk mengadakan unjuk rasa (unras) nasional serentak di seluruh Indonesia.

Aksi demonstrasi massa LEM SPSI Surabaya dipimpin langsung Ketua FSP LEM SPSI Kota Surabaya, Muadji Santoso. Dari titik kumpul di Margomulyo, massa awalnya menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur di Jl. Indrapura.

Namun, gedung DPRD telah dikosongkan dan massa bergeser ke kantor Gubernur Jawa Timur di Jl. Pahlawan.

Muadji mengemukakan alasan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR pada Senin, 5 Oktober 2020.

“Adanya pengurangan pesangon, hak cuti dihilangkan, berlaku sistem kontrak seumur hidup, tidak adanya sangsi bagi pengusaha yang melanggar hak-hak buruh,” ujar Muadji.

“SP LEM selalu berkoodinasi dengan konfederasi Jawa Timur, DPD LEM (Dewan Pimpinan Daerah) Jawa Timur, juga menindaklanjuti surat instruksi DPP LEM di Jakarta,” imbuhnya.

Tolak Omnibus Law, Massa SP LEM SPSI Surabaya Gruduk Kantor Gubernur Jatim

Aksi demo sempat berlangsung sedikit ricuh karena ditengarai ada massa susupan yang disinyalir menjadi provokator, dengan membunyikan kembang api, mercon dan melempar batu.

Massa tidak jelas ini juga menyerang mobil polisi, sehingga polisi bertindak tegas menangkap massa pengganggu tersebut.

Dalam perjalanan menuju Gedung DPRD pun juga ada sweeping di sepanjang jalan, namun dapat dikondisikan oleh anggota Barisan Pelopor (Bapor) SP LEM SPSI.

Massa yang menunggu pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur lagi-lagi harus tersenyum kecut, karena Gubernur Jatim tidak berkenan menemui massa untuk menerima aspirasi.

Sampai aksi selesai, massa hanya berorasi untuk menyampaikan pendapat dan kesedihan atas disetujuinya RUU Omnibus Law oleh DPR RI. (kas)

 

Aksi Demonstasi Omnibus Law Surabaya

Related Post

Leave a reply