Tips Aman Internet untuk Menghindari Pencurian Data Pribadi

84 views

Jangan sembarangan download untuk menghindari pencurian data pribadi. Pastikan situs yang dibuka resmi dan aman!

security, protection, anti virus

Tips Aman Internet. Foto: Pixabay

Aktivitas di internet, terutama download (unduh) file, mengandung bahaya virus dan potensi pencurian data pribadi. Bahkan, menggunakan WiFi gratis juga berbahaya.

Sebuah studi Kaspersky Lab menunjukkan, walaupun identitas online kita mungkin tidak bernilai banyak jika diuangkan, namun merupakan data digital itu merupakan aset penting bagi para pelaku kejahatan siber yang dapat digunakan dengan cara lain.

Survei lembaga pengamanan siber, Enjoy Safer Techonolgi (ESET), menunjukkan, banyaknya kejahatan siber seperti pencurian data pribadi antara disebabkan masih rendahnya kesadaran pengguna internet tentang ancaman keamanan siber.

ESET melakukan survei konsumen di seluruh wilayah bertujuan untuk mempelajari tentang perilaku dan kebiasaan online mereka.

Menurut Survei Perilaku Konsumen, pembobolan data paling besar disebabkan oleh serangan virus yang mencapai 27%, pelanggaran media sosial sebesar 20%, dan pencurian data personal 19%.

Survei dilakukan terhadap 2.000 responden dari masing-masing negara, yang terdiri dari Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

“Di Indonesia, berdasarkan telemetri ESET, kita dapat mengetahui bahwa serangan virus masih mendominasi dari serangan siber yang masuk dan ini terjadi dari waktu ke waktu, menunjukkan kita masih lemah dalam hal kesadaran keamanan siber,” kata IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, dalam siaran persnya, Rabu (19/6/2019).

Lemahnya kesadaran keamanan juga disorot dalam survei yang dilakukan ESET. Hasilnya menunjukkan, 27% responden percaya diri dalam memahami ancaman dunia maya.

“Ini mengkhawatirkan karena sama artinya 73% responden lainnya mungkin hanya memiliki pemahaman yang dangkal tentang ancaman siber,” kata Yudhi.

Ketika ditanya dari mana sebagian besar serangan siber berasal, responden merespons dengan mengatakan “mengunduh file dari internet” sebagai pilihan utama mereka.

“Sebanyak 28% pengguna internet Indonesia tidak pernah menggunakan sumber tidak resmi saat mengunduh atau streaming video karena sadar bahaya situs semacam itu,” imbuhnya.

Sebaliknya, 72% responden menggunakan sumber yang tidak resmi. Ditambah sebagian besar responden yang mengakses internet via ponsel sebesar 90%, menempatkan mereka dalam bahaya infeksi malware.

Menurut peneliti senior ESET, Nick FitzGerald, di sini kita melihat konsumen menyadari atau mengetahui darimana asal serangan datang, tetapi mereka tetap melakukan juga aktivitas tersebut.

Sisi ini yang harus disadarkan bagaimana menjalankan praktik keamanan yang baik agar terhindar menjadi korban. Pengetahuan adalah kekuatan dalam hal keamanan siber.

“Seiring kita terus menuju masa depan yang lebih digital, penting bagi konsumen untuk memahami jenis ancaman yang berpotensi mereka hadapi dan bagaimana mereka dapat menghindarinya. Tidak dapat dihindari bahwa kita perlu membagikan data kita secara online, tetapi melakukannya dengan aman adalah yang menjadi perbedaan besar,” katanya.

Tips Aman Internet

Untuk menghindari diri menjadi korban dari pembobolan data, berikut beberapa tips dari ESET untuk para pengguna internet:

1. Hindari mengklik tautan atau lampiran sembarangan.

Penjahat siber selalu berupaya menipu dengam membuat tautan yang mirip dengan bank, operator telekomunikasi, perusahaan listrik atau gas, layanan pajak dan organisasi sah lainnya.

2. Amankan kata sandi.

Kata sandi adalah kunci menuju privasi digital Anda, gunakan kata sandi yang unik dan kompleks dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol huruf besar dan kecil dan jangan gunakan kata sandi yang sama di seluruh akun Anda. Untuk memperkuatnya, gunakan otentikasi dua faktor sebagai lapisan pertahanan tambahan.

3. Data back-up.

Cadangkan data, jika komputer Anda terinfeksi ransomware, malware, atau crash, satu-satunya cara untuk memastikan mengembalikan data Anda yang hilang adalah dengan mencadangkannya dan melakukannya secara teratur. Ini juga berarti bahwa jika Anda salah menaruh data atau menghapus sesuatu secara tidak sengaja, itu selalu dapat dipulihkan.

4. Gunakan antivirus.

Pastikan menggunakan solusi keamanan yang kuat, terkini, dan ringan digunakan. Karena ancaman online menjadi semakin canggih dan penjahat siber akan selalu mengikuti pola tren sosial apa pun untuk menyebarkan malware.

5. Update.

Pastikan semua perangkat lunak di PC tetap mutakhir dengan selalu melakukan update atau pembaruan dan patch terbaru, dengan menjaga agar perangkat lunak tetap mutakhir, kerentanan potensial termasuk zero-day dapat ditambal, sehingga dapat menghentikan penjahat siber dan peretas melakukan kejahatan.

6. Gunakan situs resmi.

Verifikasi situs web tempat Anda aman – sebelum memasukkan detail pembayaran ke situs web mana pun, periksa apakah URL dimulai dengan https. Jika situs tersebut memiliki kesalahan ketik yang jelas, atau tidak ada bukti dari informasi keamanan atau simbol yang dikenali, hindari. Jika ragu, klik tanda centang VeriSign untuk memverifikasi identitas situs. (R1).*

 

Internet keamanan siber kejahatan siber tips

Related Post

Leave a reply