Ternyata E-Money Tak Bisa Diandalkan Saat Listrik Padam

105 views

Jakarta gelap gulita akibat listrik padam

Reaktor.co.id — Akibat padamnya listrik (black out) di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten hampir 8 jam lamanya pada Minggu (4 Agustus 2019) sejak pukul 11.45 WIB siang hingga pukul 19.30 WIB, dan itu pun kembali mati pada pukul 00.00 WIB dini hari Selasa (5 Agustus 2019) berdampak langsung pada perikehidupan warga yang daerahnya terdampak pemadaman. Keadaan gelap gulita itu semakin diperparah oleh  terputusnya jaringan provider telekomunikasi seluler.

Sebuah pengalaman ‘menegangkan’ dituturkan seorang ibu rumah tangga bernama Lili Kartjono lewat status akun facebook pribadinya, Lili Bertha Kartika. Kisah yang berdasarkan pandangan mata langsung Lili, yang juga seorang wartawati senior itu, menyuratkan sebuah kesimpulan: Dalam situasi black out ternyata yang namanya e-money tak bisa ‘menyelamatkan’ hidup. Tetap aja butuh uang tunai (cash) di tangan.

Berikut reaktor.co.id tampilkan utuh status mantan penulis di PDAT TEMPO, serta wartawati sejumlah media antara lain RRI Jakarta, Metro TV, Radio Pesona FM, JakTV, dan Kompas.com itu.

“Sejak siang sampai detik ini, listrik belum nyala di wilayah kami. Untung jaringan provider sudah mulai pulih, setelah dari tadi no signal dan nggak bisa menghubungi siapapun.

Tadi saya ke mal di dekat rumah, sekadar iseng pantau perkembangan. MC Donald, Pizza Hut penuh. Antrian mengular. Saya perhatikan, mereka beli beberapa paket ayam untuk take away. “Jaga – jaga, mbak. Besok anak saya sekolah. Kalau belum bisa masak nasi, minimal ada yg bisa diangetin,” kata seorang ibu yang saya tanya. Anaknya ada 3, semuanya terbiasa bawa bekal dari rumah.

Ketika mampir ke gerai ATM, antrian juga panjang tapi lalu bubar lebih cepat setelah ternyata hampir semua ATM tidak berfungsi, kecuali BRI. Disini agak menarik. Bapak – bapak akhirnya pindah ke ATM BRI dan tetap ambil cash walau terkena biaya admin. Sementara ada beberapa ibu yang berdiri di pinggir dengan pertanyaan yang sama “kalau ngambil uang antar bank gini, kena berapa ya?”. Yaelah, nggak strategis amat mikirnya buuuk ! 🙄🙄

Nah lalu saya ke Su*******. Disana juga ternyata ada kehebohan tersendiri. Mesin untuk pembayaran dengan ATM dan Kartu Kredit sama sekali nggak bisa berfungsi. Satu – satunya hanya pembayaran cash. Sementara saya lihat banyak pelanggan yang nggak siap bayar cash. Uangnya nggak cukup, bahkan ada yang memang terbiasa pakai Kartu Kredit. Komplit.

Jadilah akhirnya saya lihat mereka meninggalkan keranjang belanjaan yang sudah penuh itu di dekat kasir, lalu pergi dengan wajah bingung.

Pemandangan yang bikin deg-degan. Padahal ini baru kejadian sehari saja. Bayangkan kalau berlangsung seminggu. Nggak ada listrik , nggak bisa ambil ATM, nggak bisa transaksi kartu kredit, nggak bisa pesan ojol, nggak ada tukang sayur dll. Kehidupan sebagian besar kita saat ini ada di hal – hal tersebut. Jaman dimana ketergantungan pada listrik dan internet sedemikian tinggi, sehingga pada saat yang sama juga rentan dilumpuhkan.

Apalagi jika ada gempa yang lebih besar lalu merusak banyak fasilitas publik yang reguler dipakai masyarakat, juga memutus banyak jaringan kabel bawah laut. Penderitaan akan lebih ngeri dari sekadar sehari ini.

Semoga Allah melindungi kita semua dan menunda sejauh mungkin semua bencana dahsyat.”

Kejengkelan agaknya masih berkecamuk di dada Lili berkaitan dengan permohonan maaf Direksi PLN. Pada status berikutnya, Lili menulis:

“Sudah bikin rugi masyarakat, cuma minta maaf doang. Sementara kalo kita yang nggak bisa bayar tagihan listrik atau nggak mampu beli token, langsung sadis main putus. Lalu kalo giliran naikin tarif pun sama aja sadisnya.

Mestinya untuk setiap kelalaian mati listrik sekian jam, PLN wajib beri kompensasi pembebasan bayar listrik dan beli token selama beberapa waktu ke pelanggan. Itu baru fair.

Kalo soal ‘bekerja keras memperbaiki setiap kerusakan bla bla bla’ itu bukan keistimewaan, tapi memang kewajiban pemberi jasa.

Semua layanan yang punya hitungan ekonomi, jangan seenaknya dibayar sama maaf. Sebagaimana masyarakat nggak pernah dikasih maaf kalo lalai atau tidak mampu bayar.”

 

black out e-money Listrik Padam Mati Lampu pln minta maaf reaktor

Related Post

Leave a reply