Suporter Indonesia Dianiaya di Malaysia, #GanyangMalaysia Trending

84 views

Ganyang Malaysia

Reaktor.co.id — Penganiayaan terhadap suporter  Timnas Indonesia usai melawan Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019), memicu kemarahan bangsa Indonesia. Warganet Indonesia meramaikan tagar #GanyangMalaysia, Jumat (22/11/2019).

Warganet Indonesia menyampaikan kegeramannya terhadap para pelaku dan Menpora Malaysia, Syed Saddiq. Mereka menuntut Syed Saddiq meminta maaf atas ulah pendukung Malaysia tersebut dan menangkap pelaku penganiayaan.

Warganet menyayangkan pernyataan Syed Saddiq yang hanya menyuruh korban membuat laporan kepolisian. Ia tidak menyampaikan permohonan maaf.

Syed Saddiq pun menjamin proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan.

“Kalau ada pihak yang dipukul, tolong suruh dia buat laporan ke pihak polis. We will ensure that there will be a proper & transparent investigation. Keadilan adalah untuk semua, tidak kira dari Malaysia atau Indonesia,” tulisnya di akun resmi Twitter miliknya.

“Jangan lupa datang ke Indonesia untuk meminta Mr Syed Saddiq bangsa Indonesia butuh kejelasan masalah ini. Katanya serumpun. Apanya yang serumpun jika tidak ada respek balik from you,” tulis pemilik akun Mr Jumagus dalam tagar #Ganyang Malaysia.

Kepala Satgas Perlindungan WNI KBRI untuk Malaysia Yusron B Ambary mengatakan mendapat beberapa laporan mengenai aksi kekerasan terhadap warga Indonesia usai laga Malaysia vs Indonesia itu. Salah satunya adalah kasus dugaan penusukan pendukung Skuat Garuda.

Yusron juga memberikan keterangan terkait rekaman video pengeroyokan suporter Indonesia yang viral di media sosial.

Dia melanjutkan, kejadian pengeroyokan terhadap WNI bernama Fuad itu terjadi di Bukit Bintang pada Senin (18/11/2019) sebelum pertandingan Malaysia vs Indonesia.

“Ada satu kasus yang sudah kami terima laporannya, yang beredar di media sosial, orang kita [Indonesia] digebuki. Orangnya sudah datang [ke Malaysia] satu malam sebelum hari pertandingan. Saya diberitahu Aliansi Suporter Indonesia,” ucap Yusron.

PSSI melalui Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, mendesak pihak penyelenggara di bawah Federasi Sepak Bola (FAM) maupun pemerintah Malaysia minta maaf terkait insiden dugaan pengeroyokan dan penusukan terhadap suporter Indonesia di negara itu.

Cucu yang tengah mendampingi Timnas Indonesia U-23 di Filipina jelang SEA Games 2019 menyampaikan sikap kecewa atas insiden itu.

“Tentu saja (Malaysia harus minta maaf). Nanti kami akan menyampaikan sikap tersebut,” ujar Cucu.

Untuk itu, Cucu juga mendesak Malaysia dalam hal ini pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) agar segera melakukan investigasi soal insiden tersebut. “Kami juga berencana mengajukan protes. Nanti biar Sekjen (PSSI, Ratu Tisha),” terang Cucu dilansir CNN Indonesia.

Ganyang Malaysia

Mengutip Wikipedia, Ganyang Malaysia adalah seruan Presiden Soekarno saat terjadi Konfrontasi Indonesia–Malaysia mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah, dan Sarawak pada 1962-1966.

Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya –lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu– tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah, dan Sarawak ke dalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan Persetujuan Manila.

Keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai “boneka Inggris” merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.

Ganyang Malaysia

Malaysia bukan bangsa pejuang. Kemerdekaan yang diraih merupakan pemberian kolonial Inggris. Hingga kini Malaysia merupakan anggota Persemakmuran Inggris.

Dilansir merdeka, konflik Indonesia dan Malaysia sudah berlangsung lama. Kedua negara pada masa lalu berkonfrontasi lantaran alasan ideologis. Lalu muncul sengketa masalah batas negara, pencaplokan pulau, penyiksaan tenaga kerja, sampai klaim budaya. Seolah pertentangan tidak ada habisnya atau justru malah dipelihara.

Namun jika melihat sejarah perjuangan kedua bangsa dari penjajahan, memang sangat bertolak belakang. Indonesia masyhur dikenang zaman lantaran berbagai kisah heroik para pahlawan gugur di medan laga berjuang mati-matian melawan tentara Kerajaan Belanda. Belum lagi jumlah serdadu tewas di medan laga.

Tidak seperti bangsa Indonesia angkat senjata melawan penjajah, Malaysia ternyata mendapatkan kemerdekaannya dengan sangat mudah. Malah Inggris yang menggagas pembentukan Persatuan Malaya pada 1944.

Tujuannya adalah menyatukan Kerajaan Pahang, Selangor, Perak, Negeri Sembilan, Kedah, Kelantan, Perlis, Terengganu, Penang, dan Malaka di bawah satu pemerintahan. Hal itu dilakukan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu rakyat melayu menuntut merdeka.

Setelah Jepang kalah dan angkat kaki dari Malaysia, tuntutan buat merdeka makin terdengar. Akhirnya Inggris memutuskan agar seluruh warga dari tiap etnis diberi kesempatan sama. Tetapi etnis melayu tidak sepakat. Mereka hanya mau jika para pejabat negara itu didominasi oleh mereka.

Sikap bangsa melayu yang dinyatakan oleh UMNO itu menjadi ironi lantaran mereka bukanlah golongan yang angkat senjata buat melawan penjajah. Sementara golongan China dan India harus tersingkir akibat ambisi politik buta itu.

Setelah Datuk Onn bin Jaafar membentuk Organisasi Nasional Persatuan Melayu (UMNO), bangsa melayu malah berteman dengan Inggris notabene adalah penjajah, dan berbalik melawan pemberontakan golongan China terhadap penjajah.

Lantaran dianggap berjasa menyelamatkan pemerintahan koloni di Malaya, Inggris menghadiahkan kemerdekaan kepada rakyat Melayu pada 31 Agustus 1957, dengan Tuanku Abdul Rahman sebagai perdana menteri pertama. Melayu pun merdeka tanpa susah payah.*

 

Ganyang Malaysia

Related Post

Leave a reply