Sumpah Pemuda Trending, Milenial Butuh Ruang Kreativitas

87 views

Modus kreativitas pemuda bisa lahir dari berbagai disiplin ilmu lalu bersenyawa menjadi produk yang luar biasa. Negeri manapun di dunia sangat membutuhkan pemuda yang memiliki percikan kreativitas. 

Reaktor.co.id – Hari ini, tanggal 28 Oktober, Twitter diramaikan dengan hashtag #SumpahPemuda2019, sebuah momen perjuangan para pemuda Indonesia di masa lampau.

Dipantau detikINET, ucapan Hari Sumpah Pemuda menggema di Twitter dan menempatkan hashtag #SumpahPemuda2019 di deretan trending topic Indonesia. Bermacam doa dan harapan baik bagi generasi diucapkan netizen lewat cuitan mereka.

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menerbitkan Surat Edaran bernomor 10.1.1/MENPORA/DII/X/2019 tentang Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019.

Surat Edaran ditujukan kepada Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara; Para Menteri; Jaksa Agung; Panglima TNI; Kapolri; Para Pimpinan Lembaga Non Struktural dan Non Kementrian; Para Gubernur, Bupati dan Walikota; Para Pimpinan BUMN/BUMD; Para Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri; Pimpinan Organisasi Kepemudaan, dan; Seluruh Pemangku Kepentingan Kepemudaan.

Kemenpora ingin agar isi Sumpah Pemuda masih tetap dijiwai serta relevan dengan kondisi generasi milenial saat ini.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Tiga kalimat monumental, berejaan Van Ophuysen tersebut, merupakan keputusan Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang diselenggarakan di Batavia (Jakarta), tanggal 27-28 Oktober 1928.

Ikrar dimaksud, hasil kongres yang dipimpin Soegondo Djojopoespito, Saat itu dia masih berusia 23 tahun. Tiga kalimat diatas meneguhkan spirit untuk meraih kemerdekaan suatu bangsa. Walaupun kita tahu, dalam goresan sejarah, kebebasan dari kolonialisme itu baru diraih 17 tahun kemudian.

Semangat membara barisan muda, telah meletakkan fondasi komunitas beribu pulau dalam balutan “Indonesia”. Konsep nation state yang dibayangkan, dikemas dengan ketegasan untuk menjunjung hanya satu lingua franca, bahasa Indonesia.

Adapun kata “Indonesia” sendiri, telah berpuluh tahun melekat dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Visi pemuda 91 tahun yang lalu, masih terasa ketangguhan makna yang sarat dengan kebersamaan dalam mengusung semangat anti penindasan.

Implementasi UU Kepemudaan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 sebaiknya menjadi momentum untuk mengimplementasikan UU Kepemudaan secara tepat serta merumuskan solusi dan agenda bersama pemuda menghadapi tantangan zaman.

Data demografi Indonesia menunjukan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU tentang kepemudaan dengan rentang  usia antara 16-30 tahun, berjumlah sekitar 62 juta orang. Jumlah itu 25 % dari total penduduk Indonesia.

Kondisi demografi pemuda diatas harus dikelola secara totalitas dan strategi yang jitu. Agar jumlah tersebut nantinya tidak menjadi beban sejarah hingga berubah menjadi bencana sosial.

Seperti maraknya kasus kekerasan oleh pemuda dan tindak kejahatan hingga meningkatnya kasus narkoba dan masalah kejiwaan dikalangan pemuda. Hal itu terjadi karena beberapa faktor yang saling memengaruhi.

Antara lain faktor kemiskinan struktural, lonjakan pengangguran usia muda akibat sempitnya lapangan kerja, ketimpangan pendidikan, meningkatnya pengidap gangguan kejiwaan usia muda,  dan semakin jauhnya rasa keadilan sosial yang dirasakan oleh kaum muda.

Banyak kaum muda yanag sumpek karena terbatasnya ruang kreativitas dan kurangnya kepedulian untuk menumbuhkan daya kreativitas dan kompetensi kewirausahan kaum muda.

Perlu penyelarasan pola fikir kreatif pemuda dalam berbagai disiplin ilmu.  Modus kreativitas bisa lahir dari berbagai disiplin ilmu lalu bersenyawa menjadi produk yang luar biasa. Negeri manapun di dunia ini sangat membutuhkan pemuda yang memiliki percikan kreativitas.

Dalam tataran ilmu psikologi, kreativitas merupakan proses kejiwaan yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru yang bernilai tambah, berbeda dan orisinal. Secara hukum alam usia muda memiliki kemampuan yang lebih untuk menghasilkan produk nilai tambah atau gagasan yang unik.

Ruang Kreativitas

Segenap bangsa berkewajiban mencetak pemuda yang santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi. Perlu menekankan arti penting kemandirian dan kreativitas pemuda Indonesia. Peringatan Sumpah Pemuda kali ini masih diwarnai dengan maraknya penyakit sosial yang melibatkan pemuda.

Tak bisa dimungkiri, makna Hari Sumpah Pemuda kini masih kabur sehingga perlu reinventing agar pemuda kembali kepada tugas sejarahnya. Semakin banyak Pemuda Indonesia yang teralienasi dengan tantangan jaman karena pemerintah kurang serius memberikan fasilitas yang memadai untuk berkarya nyata.

Akibatnya, banyak pemuda yang hari-harinya terasa menjemukan dan sumpek karena minimnya prasarana atau ruang kreativitas. Padahal dalam era sekarang ini ekonomi kreatif bisa tumbuh subur jika distimulir adanya ruang kreatifitas dan kursus-kursus atau workshop gratis bagi pemuda.

Perlu kiat dan metode yang jitu untuk mencetak pemuda yang memilki daya saing global. Juga memikiki strategi untuk membangun ruang kreatif yang memadai terhadap pemuda. Negeri ini membutuhkan sebanyak banyaknya tokoh muda inovator untuk menuju kejayaan bangsa.

Inovasi segala macam disiplin ilmu dan keanekaragaman budaya. Baik inovasi tingkat dunia maupun tingkat lokal yang memiliki arti strategis dalam kehidupan berbangsa. Berbicara tentang inovator kita menjadi prihatin lantaran negeri ini ternyata memiliki indeks inovasi yang masih rendah.

Masalah kebudayaan menjadi hal yang strategis bagi perjalanan bangsa kedepan. Terutama usaha untuk menumbuhkan budaya inovasi dikalangan pemuda sebagai kunci persaingan bangsa kedepan. Oleh sebab itu perlu strategi kebudayaan yang fokus terhadap budaya inovasi.Menumbuhkan budaya inovasi jangan hanya bersifat seremonial. Kegiatan inovatif sebaiknya dilakukan oleh masyarakat luas dalam bentuk yang bervariasi.

Pada prinsipnya sumber inovasi, baik itu produk atau proses merupakan proses belajar (learning). Dalam konteks ekonomi makro, learning itu sebagai salah satu komoditas ekonomi yang penting sementara prosesnya dapat terjadi melalui berbagai mekanisme baik secara perorangan, kelompok maupun kelembagaan.

Agar pemuda mampu melakukan kegiatan inovatif maka harus ada upaya meningkatkan kemampuan ilmu dan teknologinya yaitu dengan memperkuat kapasitas learning-nya. Jadi, aliran informasi dan knowledge  dari sumber-sumber ilmu dan teknologi  ke masyarakat perlu terus menerus difasilitasi lewat wahana pendidikan formal maupun yang berupa pendidikan non formal.

Budaya inovasi di negeri ini akan membaik jika daya kreativitas pemuda ditumbuhkan dengan berbagai infrastruktur dan insentif. Pada dasarnya kreativitas dapat berkembang di semua lini sejauh negeri ini menghargai dan mendorong warga bangsa untuk berkreasi.

Dalam persaingan global yang sengat ketat dewasa ini diperlukan berbagai right brain training untuk menggenjot daya kreativitas pemuda. Budaya inovasi dengan titik berat proses kreatif dan inovatif sebaiknya menjadi muatan kurikulum di sekolah. (TS).*

 

 

ruang kreativitas pemuda Sumpah Pemuda

Related Post

Leave a reply