Suara Warganet: Pengangguran Digaji, Gelandangan Didenda

221 views

Reaktor.co.id — Beragam cara dan gaya dilakukan warganet untuk mengeritik pemerintah. Dalam tagar #RezimSarangKoruptor yang trending Jumat (20/9/2019) hingga Sabtu pagi, muncul ungkapan “Pengangguran Digaji, Gelandangan Didenda”.

Suara Warganet: Pengangguran Digaji, Gelandangan Didenda

Ungkapan itu merujuk pada program kartu prakerja yang terkesan menggaji para pengangguran setelah mereka mengikuti pelatihan dan pasal dalam RUU KUHP yang mendenda gelandangan sebesar Rp1 juta.

RUU KUHP mengancam penggelandangan didenda maksimal Rp 1 juta. Ancaman itu juga sudah berlaku di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Di ibu kota, penggelandangan maksimal didenda Rp20 juta. di Pekanbaru, maksimal didenda Rp50 juta.

Soal isu pengangguran digaji melalu kartu prakerja, pemerintah sendiri melalu Menaker Hanif Dakhiri menjelaskan, menjelaskan Kartu Pra-Kerja bukan menitikberatkan pada gajinya, tapi pemberian pelatihan kerja demi meningkatkan skill atau keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri.

Menurutnya, melalui program Kartu Pra-Kerja, pemerintah nantinya akan memberikan gaji kepada lulusan SMK dan setingkatnya yang belum memiliki pekerjaan alias menganggur.

Gaji di sini, kata Hanif, merupakan insentif dari pemerintah sambil menjalankan pelatihan yang terdapat pada program tersebut.

Suara warganet lainnya yang cukup viral adalah “Hutan yang Terbakar, KPK yang Dipadamkan”.

Hutan Terbakar KPK Dipadamkan

Kritik itu mengarah pada pengesahan UU KPK yang dinilai melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, sekaligus kelambanan pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti di Riau dan Kalimantan. (rl).*

 

Kartu Prakerja media sosial RUU KUHP Twitter

Related Post

Leave a reply