Solusi Pekerja Transportasi Penyebab Kecelakaan Maut

57 views

Reaktor.co.id –  Sopir dump truck dituding sebagai faktor penyebab kecelakaan beruntun di ruas jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi). Sopir yang notabene adalah pekerja sektor transportasi dalam persidangan selama ini sering terbukti sebagai penyebab kecelakaan maut.

Subana (40) dan Dedi Hidayat (45) yang keduanya merupakan sopir dump truck pengangkut tanah telah dituding sebagai biang keladi terjadinya kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menewaskan delapan orang.

Mereka termasuk melakukan pengendaraan progresif yang telah menyebabkan kecelakaan maut dan bisa jadi tersangka dalam kasus itu. Subana bakal menjadi tersangka tunggal karena Dedi telah tewas dalam kecelakaan diatas.

Perilaku pengemudi truk seperti diatas merupakan indikasi rendahnya mentalitas  dan disiplin di jalan. Kondisi angkutan darat khususnya di jalan tol kini diwarnai oleh awak kendaraan yang kompetensinya masih rendah dan emosinya kurang stabil.

Masyarakat ingin agar pengemudi yang ceroboh dan ugal-ugalan yang dapat membahayakan pihak lain dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera.

Pengemudi angkutan barang dan penumpang kebanyakan menjadi faktor utama human error. Perlu solusi untuk membenahi mentalitas dan kompetensi para pekerja transportasi. Mereka itu kebanyakan berpendidikan rendah dan tidak mendapatkan pelatihan yang memadai.

Sehubungan dengan seringnya kecelakaan maut, mestinya pemerintah secara tegas menerapkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya .

Perlu dicatat dalam Pasal 254, Ayat (1) UU tersebut berbunyi ”Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan dan pelatihan bagi tenaga mekanik dan pengemudi”.

Namun hingga kini belum ada program yang efektif untuk menerapkan pasal diatas. Sosialisasi pasal pidana terhadap pelanggaran lalu lintas harus tegas menyatakan bahwa kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa pembunuhan. Persepsi masyarakat yang selama ini menyatakan bahwa kematian diatas akibat pelanggaran biasa harus diluruskan.

Kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Purbaleunyi arah Jakarta mesti ditemukan akar penyebabnya secara tuntas.
Sampai saat ini, Polri masih belum dapat memastikan penyebab kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipularang siang tadi. Polisi rencananya, akan menganalisis penyebab kecelakaan melalui metode Traffic Accident Analysis (TAA).

Penyelidikan juga harus melibatkan fakta banyaknya butiran tanah di sepanjang lokasi kecelakaan saat kejadian akibat pekerjaan konstruksi di sekitar km. 90-92. Lapisan tipis tanah (soil thin film) di atas aspal sudah cukup untuk menghilangkan kontak antara ban dengan permukaan jalan, yang selanjutnya dapat menyebabkan ‘over steering’.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk ikut menganalisis penyebab kecelakaan beruntun di Tol Purbaleunyi. KNKT sudah sering menyatakan bahwa akar penyebab kecelakaan lalu lintas selama ini bukan faktor tunggal, melainkan varian yang saling terkait antara modus pengendaraan yang progresif ditambah dengan faktor teknis berupa kontur dan geometri jalan yang menyebabkan ketidakstabilan kendaraan saat melaju kencang.

Menurut pakar transportasi Gott Fredson munculnya kejahatan lalu lintas yang menyebabkan orang lain mati lebih disebabkan karena lemahnya kemampuan dalam melakukan kontrol diri di jalanan. Kontrol diri tersebut dapat diukur dari konsentrasi mengendarai mobil, mengukur kecepatan, akurasi, pemahaman atas rambu lalu lintas.

Selain faktor self control, kejahatan lalu lintas timbul karena rendahnya pengetahuan teknis pengemudi terhadap kendaraan yang dipakai. Rendahnya pengetahuan bagi pengemudi angkutan umum bisa berakibat fatal ketika kendaraan mengalami kerusakan dalam perjalalan, lalu sang sopir mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur. (Totoksis).*

kecelakaan maut pekerja transportasi

Related Post

Leave a reply