Simalakama Tarif Baru Ojek Online

57 views

Aksi mitra angkutan online (foto istimewa )

Reaktor.co.id – Tarif baru ojek online (ojol) mulai berlaku di seluruh Indonesia hari ini (2/9). Tarif baru ini mengatur batas bawah dan batas atas melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019. Tarif diatur berdasarkan zonasi.

Ketentuan tarif untuk masing-masing zona adalah, Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp 1.850-2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Berikutnya Zona II (Jabodetabek): Rp 2.000-2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-10.000. Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Rp 2.100-2.600 dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Tarif tersebut mulai diterapkan di seluruh wilayah operasi ojol, di mana Grab adalah 224 kota dan Gojek 221 kota.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun bakal kembali mengevaluasi tarif tersebut tiga bulan setelahnya alias Desember nanti. Belum diketahui apakah nantinya tarif mengalami kenaikan, penurunan atau tetap.

Salah satu dalih tarif ojek online dikerek hingga menguras kantong konsumen adalah terkait dengan perlindungan keselamatan penumpang. Apakah dalih itu bisa efektif, mengingat perlindungan keselamatan penumpang terasa absurd karena secara teknis kondisi sepeda motor pengojek sulit menjadi angkutan umum yang nyaman dan aman.

Kenaikan tarif ojol cukup menguntungkan investor pemilik aplikasi yang kini mulai kesulitan dana yang selama ini mereka gunakan untuk “membakar” uang guna penetrasi pasar. Dari sisi ketenagakerjaan kenaikan tarif ojol tidak lantas menyejahterakan pekerja atau mitra ojol. Karena kenaikan itu bisa menjadi simalakama sepinya penumpang pengguna ojol. Mereka akan berpaling menggunakan jenis angkutan lain atau kredit sepeda motor untuk kepentingannya.

Peraturan Menteri Perhubungan terkait ojek online diberlakukan mulai awal Mei 2019. Dengan berlakunya peraturan tersebut, maka tarif ojek online yang telah diatur Kemenhub juga resmi diterapkan.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

Masa Depan Pekerja Sektor Angkutan dan Logistik

Usaha angkutan swasta berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan keniscayaan dan tuntutan zaman. Oleh sebab itu arah kebijakan TIK nasional harus bisa mentransformasikan usaha dan pekerja transportasi. Khususnya yang saat ini masih konvensional.

Selain itu sistem transportasi juga harus adaptif dengan perkembangan teknologi. SDM transportasi seperti sopir taksi, jasa kurir dan logistik, tukang ojek pangkalan, hingga pemandu wisata sebaiknya dibekali dengan sistem atau aplikasi yang bisa diakses dengan smartphone.

Perubahan dramatis terhadap ekonomi, sosial dan budaya yang disebabkan oleh revolusi digital harus menjadi perhatian serius.

Pemerintah harus segera membantu perusahaan angkutan umum untuk memiliki platform untuk mewujudkan transformasi. Pengembangan usaha angkutan sebaiknya memiliki platform yang agilititas.

Platform diatas juga harus sesuai dengan arah bisnis logistik global. Karena usaha transportasi dan logistik akan bersenyawa.

Sistem usaha transportasi dan logistik kedepan pada prinsipnya merupakan jaringan fasilitas dan sistem informasi logistik dan angkutan yang menghubungkan hulu sampai dengan hilir.

Arah tersebut kini juga diwarnai dengan adanya aktivitas insourcing. Beberapa perusahaan multinasional kini tidak sekedar mengirim paket, melainkan juga menangani berbagai aspek logistik secara modern dan terpadu hingga ke unit-unit kecil.

Tak pelak lagi, usaha angkutan dan logistik harus memiliki karakter agilitas atau tangkas. Karakter tersebut pada gilirannya akan membentuk agile supply chain yakni rantai pasokan yang lebih efektif dan efisien.

Melalui agile supply chain bisa terwujud jaringan distribusi, proses produksi, dan procurement activity untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dengan biaya yang lebih murah dan pelayanan yang lebih nyaman.

Agilitas juga memungkinkan jenis usaha lain bisa merespons secara cepat terhadap kondisi di lapangan. Kini agilitas merupakan impian bisnis. Agilitas menyebabkan kinerja menjadi bagus yang mencakup struktur organisasi, sistem informasi, proses logistik, dan juga pola pikir organisasi yang cakap/tangkas dan fleksibel untuk merespons setiap perubahan yang terjadi secara cepat.

Transformasi bisnis dan pekerja transportasi perlu sosialisasi dan training yang efektif. Transformasi itu pada prinsipnya menyangkut tiga tingkatan strategi yakni corporate level strategy, business level strategy, dan functional level strategy. Transformasi bisnis dan SDM transportasi harus terpadu dengan infrastruktur transportasi seperti terminal, depo bahan bakar dan depo pemeliharaan. Juga infrastruktur logistik seperti pergudangan, fasilitas kontrol mutu dan infrastruktur penunjang lainnya.

Bisnis jasa logistik juga harus ditata sehingga bisa menempatkan item produk tertentu kesuatu lokasi secara lebih efektif dan murah. Simpul-simpul aktivitas logistik yang meliputi pergudangan, unitisasi atau pengepakan menurut jumlah unit tertentu, transportasi, serta manajemen informasi seperti prosedur order maupun konfirmasi penerimaan barang harus dibenahi dan terintegarsi dengan platform teknologi terkini.

Dimasa mendatang usaha trasportasi yang terkait logistik akan diwarnai dengan sistem insourcing. Yang selama ini insourcing hanya dilakukan oleh perusahaan besar nantinya juga akan dilakukaan juga oleh UMKM.

Karena dengan sistem insourcing, entitas hotel, restoran, dan usaha lain yang membutuhkan pasokan bahan mentah dan komoditas bahan pangan secara kontinu bisa dilayani dengan baik. Hal diatas telah dilakukan oleh restoran siap saji di Amerika Serikat yang telah menyerahkan urusan logistik secara insourcing kepada pihak lain semacam Gojek.

Seperti contohnya restoran pizza yang aktivitas logistiknya mulai dari operasional truk pengangkut, hingga menjadwal pengambilan barang, seperti tomat, cabe, bawang, termasuk membawa adonan pizza dari dapur pusat ke cabang-cabangnya semua dilakukan dengan mekanisme insourcing. (Totoksis).*

 

Ojek Online Transportasi Online

Related Post

  1. author

    […] Jakarta — Driver atau pengemuji ojek online (ojol) bukan buruh. Karenanya, pengemudi ojek online tidak terlibat dalam aksi demonstrasi […]

Leave a reply