Serikat Tukang Gigi Gelar Demo Tolak RKUHP di DPRD Jabar

811 views

Tukang Gigi Demo RKUHPReaktor.co.id, Bandung — Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jabar, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 26 September 2019.

Mereka menyarakan penolakan RUU KUHP, khususnya pasal 276 ayat 2. Bunyi pasalnya, “Setiap orang yang menjalankan pekerjaan menyerupai dokter atau dokter gigi sebagai mata pencaharian baik khusus maupun sambilan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V (Rp 500 juta).”

Sebelumnya, selebaran surat beredar dan ditujukan kepada Kapolrestabes Bandung. Surat dengan nomor istimewa itu ditandatangani langsung Ketua STGI Jabar, Moh Jefri.

“Sehubungan dengan adanya RUU KUHP pasal 276 ayat 2, maka dengan ini kami Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) Jawa Barat memutuskan untuk melakukan aksi damai di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Gedung Sate) dan kantor DPRD Jawa Barat,” tulisnya.

Aksi damai ini dipimpin langsung Koordinator aksi, Syaiful Bahri, mulai pukul 09.00 WIB. Peserta aksi diharapkan mencapai lima ribu orang.

Dilansir laman Pikiran Rakyat dan Portal Jabar, kuasa hukum STGI Jabar Acong Latif mengungkapkan, DPR terlalu tergesa-gesa membuat RUU KUHP dan tidak mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

Menurut Acong, dalam RUU KUHP banyak pasal yang dianggap tidak sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia salah satunya adalah Pasal 276 ayat 2 yaitu mengancam para tukang gigi.

“Padahal sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus pemidanaan terhadap tukang gigi yang telah mengantongi izin dari pemerintah. Namun, dalam RKUHP kali ini kriminalisasi tukang gigi kembali muncul, ancamannya lebih parah yakni pidana 5 tahun dan denda setengah miliar,” kata Acong.

Acong mendesak DPR RI harus menyempurnakan pasal tersebut, supaya RUU KUHP tidak jadi polemik di masyarakat terutama di kalangan tukang gigi.

“Karena kalau pasal itu tetap ada saya akan gugat atau judicial review. Kasihan para tukang gigi harus berenti dari pekerjaanya, berapa juta orang yang menganggur nantinya,” ungkapnya.

Ketua STGI Jawa Barat Muhamad Jufri mengungkapkan, ribuan tukang gigi di Jawa Barat akan kehilangan pekerjaan apabila RUU KUHP ini disahkan. Ia berharap DPR dapat menyerap aspirasi masyarakat dan membuat UU yang tak merugikan rakyat.

“Bila DPR tetap mengesahkan dan tidak menghapus pasal 276 kami akan demo mati-matian karena menyangkut mata pencarian kami sebagai tukang gigi,” tegasnya. “Kami juga akan mengepung Senayan untuk menyampaikan aspirasi,” ucapnya. (RL).*

 

Aksi Demonstrasi Bandung Demo RKUHP Tukang Gigi

Related Post

Leave a reply