Serikat Pekerja Antara Ungkap dan Lawan PHK Paksa 32 Karyawan

216 views

wisma antara

Reaktor.co.id — Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda perusahaan media. Setelah kasus Net TV yang “memberikan penawaran tak mengikat kepada karyawan yang bersedia mengundurkan diri” alias “PHK sukarela”, kini PHK melanda karyawan kantor berita Antara.

Kasus PHK di Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (Perum LKBN Antara) ini mencuat setelah Serikat Pekerja (SP) Antara mengecam kebijakan PHK paksa terhadap 32 karyawan tetap oleh direksi kantor berita nasional Indonesia ini.

SP Antara menilai, PHK tersebut dilakukan tanpa alasan dan dasar yang jelas, dilaksanakan dengan intimidasi, dan tanpa pemberian kompensasi (pesangon) yang layak.

“Kami sangat mengecam kebijakan PHK paksa oleh direksi Perum LKBN Antara yang dikeluarkan tanpa pemberitahuan dan pembicaraan sebelumnya dengan Serikat Pekerja Antara, sesuai amanah PKB (Perjanjanjian Kerja Bersama) Perum LKBN Antara,” kata Ketua SP Antara, Abdul Gofur, dalam siaran persnya, Sabtu (17/8/2019).

SP Antara menegaskan penolakannya atas perampasan hak bekerja karyawan ini.

“PHK Paksa yang dijalankan oleh manajemen Perum LKBN Antara ini sangat melawan hukum dan perundang-undangan karena dalam pelaksanaannya, manajemen melakukan intimidasi kepada karyawan yang terkena kebijakan tersebut,” kata Gofur.

Disebutkan, karyawan korban PHK paksa tidak diberikan pilihan untuk menolak sesuai dengan kaidah Golden Shake Hand (GSH/Jabat Tangan Emas) yang harusnya bersifat sukarela dan tanpa paksaan.

“Mengingat kemudhoratan kebijakan PHK Paksa ini, kami meminta direksi membatalkan kebijakan PHK Paksa kepada karyawan yang menolak karena UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mensyaratkan bahwa PHK tidak boleh dilakukan sepihak,” katanya.

SP Antara juga meminta Direksi LKBN Antara agar tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kerap membuat resah dan menyulitkan karyawan, seperti pemutusan kontrak kerja 20 karyawan PKWT dan mutasi terhadap 3 orang pengurus dan 3 orang anggota SP Antara yang sarat upaya pemberangusan serikat pekerja (union busting).

SP Antara telah meminta bantuan advokasi kepada LBH Aspek Indonesia, LBH Pers, AJI Indonesia, dan LBH Master Indonesia untuk melawan kebijakan kebijakan Direksi Perum LKBN Antara yang diinilai tidak humanis itu.

Sikap KSPI

Kasus PHK di LKBN Antara direspons cepat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, pihaknya menolak keras keputusan PHK tersebut  dan akan melaporkannya kepada Presiden Joko Widodo.

KSPI juga akan melaporkan persoalan ini ke Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (ITUC) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Iqbal menilai, Keputusan Direksi Perum LKBN Antara pimpinan Meidyatama Suryodiningrat ini sudah melanggar hukum ketenagakerjaan. KSPI mendukung penuh perjuangan Serikat Pekerja Antara (SP Antara) afiliasi Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia.

“KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengambil langkah organisasi untuk mendukung perjuangan SP Antara, memperkuat langkah hukum yang telah diambil SP Antara, serta melapor dan meminta dukungan (ITUC) dan ILO,” kata Said Iqbal dalam siaran persnya, Sabtu (17/8/2019).

Sumber: KSPI

 

Antara Pekerja PHK Serikat pekerja SP Antara

Related Post

  1. author

    […] Serikat Pekerja Antara Ungkap dan Lawan PHK Paksa 32 Karyawan […]

Leave a reply