Samawa, Rumah untuk Rakyat Mulai Terwujud

196 views

Rumah bukan sekadar alamat,
dia tempat kepercayaan sesama pada yang meninggali.
―Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)

Apa makna rumah bagi buruh ?
Apakah sekadar tempat berangkat membanting tulang ?
Dan tempat kembali pulang ketika otot terasa remuk redam ?
Betapa menggebu keinginan buruh untuk memiliki rumah

Fasilitas sosial di Menara Samawa

Reaktor.co.id – Program DP 0 rupiah telah jadi kenyataan. Tidak ada liputan massive dari media mainstream, namun justru viral di sosial media.

Solusi Rumah Warga disingkat Samawa telah terlaksana. Di rumah barunya, di Menara Samawa ini, para keluarga diharapkan tumbuh menjadi keluarga bahagia.

Dua tahun janji kampanye terkait pengadaan rumah rakyat sudah ditunaikan. Apalagi ini DP 0 persen.

“Sebuah peresmian yang mengharukan. Masuk ke ruang serah terima itu, air terlihat mengembang di begitu banyak mata. Hampir semua mata jadi berkaca menyaksikan deretan pasangan suami-istri di meja akad kredit dan di meja serah terima kunci rumah,” kata jurnalis senior Antariksawan Jusuf lewat akun pribadinya.

Anak-anaknya mengitari kursi ayah-ibunya. Ikut melihat. Ikut datang juga kakek-nenek, saudara-saudaranya. Mereka semua mengantar, ingin ikut lihat, ikut bahagia : akhirnya punya rumah.

Mimpi itu jadi kenyataan. Tidak numpang lagi, tidak ngontrak lagi. Kini punya hunian sendiri. Untuk pertama kali dalam hidupnya mereka bisa berstatus: pemilik rumah.

Serah terima kunci rumah Samawa

Tommi namanya, seorang pekerja pengemudi bus. Dia sudah 8 tahun mengontrak sepetak rumah bersama istri dan anak-anaknya. Tiap bulan ia bayar kontrak Rp 1 juta, kini ia punya hunian sendiri cukup dengan mengangsur Rp 1,3 juta per bulan.

Ada pasangan tuna netra, tak pernah membayangkan bisa punya rumah sendiri. Tak cukup tempat utk semua diceritakan. Berderet kisah seperti itu. Mereka sebenarnya mampu untuk nyicil bulanan, tapi tak punya tabungan untuk bayar uang muka (DP). Program DP 0 Rupiah jadi solusi untuk mereka.

Pagi itu suasanya beda dengan peresmian program lainnya. Kali ini tatap mata, jabat erat dan pelukan hangat mengalir tanpa henti. Seorang nenek menyerobot kerumunan hanya untuk berjabat erat dan bilang dengan terbata-bata, mengalir butiran air dari matanya, “Pak, alhamdulillah, anak saya sekarang punya rumah. Alhamdulillah Pak, Alhamdulillah Pak.”

Salah satu ruang rumah Samawa

Itulah kebahagian, itulah syukurnya seorang Ibu menyaksikan anaknya insyaAllah bisa hidup lebih baik.
Ya, Pagi itu jadi sebuah kebahagian sendiri. Tiada henti bersyukur pada Allah, Sang Maha Mengatur, sebuah rencana telah jadi kenyataan. Kami bahagia, bukan sekadar karena terlaksananya sebuah program, tapi bahagia dan haru menyaksikan hidup keluarga-keluarga itu berubah : kini jadi pemilik rumah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (31/8) telah meresmikan tower Samawa yakni tower pertama dari program Rumah DP 0 Rupiah. Tower pertama itu lokasinya di Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Telah dilakukan serah terima kunci hunian kepada 50 calon penghuni dari gelombang pertama. Gubernur Anies menyebut, masalah mendasar yang ada di Jakarta adalah soal hunian. Nyaris 50 persen penduduk Ibu Kota mengontrak karena tak punya rumah sendiri.

Program Samawa mesti terus digencarkan. Utamanya menyasar para buruh. Masih banyak buruh yang tidak mampu membeli rumah dengan cara apapun. Jika ada buruh yang berani nekat mengambil kredit rumah bisa dipastikan penghasilannya akan ludes untuk mencicil angsuran setiap bulannya.

Tower Samawa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur

Hanya sedikit perusahaan yang memberikan tunjangan perumahan. Padahal sebenarnya tunjangan perumahan merupakan tunjangan tetap yang mesti diberikan kepada buruh. Dengan adanya UU Tapera maka tunjangan perumahan buruh harus diintegrasikan dengan program seperti diatas.

Kini kondisi keluarga para buruh banyak yang sengsara karena tinggal berdesakan di kontrakan sempit di kampung kumuh dengan fasilitas sanitasi kesehatan yang buruk.

Penyediaan rumah rakyat, terutama untuk kaum pekerja selama ini merupakan masalah dunia yang sangat rumit.
Perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar pekerja. Pemerintah wajib memberikan akses kepada pekerja untuk dapat memperoleh permukiman yang berkeadilan sosial.

Perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar, selama ini sebagian besar disediakan secara mandiri oleh pekerja baik membangun sendiri maupun sewa kepada pihak lain. Kendala utama yang dihadapi pekerja pada umumnya keterjangkauan pembiayaan rumah. Di lain pihak, kredit pemilikan rumah dari perbankan memerlukan berbagai persyaratan yang tidak setiap pihak dapat memperolehnya dengan mudah serta suku bunga yang tidak murah. (Totoksis).*

rumah pekerja

Related Post

Leave a reply