Roket China Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1, Hancur Berkeping di Angkasa

172 views

Peristiwa menyedihkan menimpa satelit Nusantara Dua alias Satelit Palapa-N1 Indonesia yang Kamis malam (9/4) gagal diluncurkan oleh roket China hingga hancur berkeping-keping.

Pembuatan Satelit Nusantara Dua oleh China Great Wall Industry Corporation (Foto istimewa)

 

Reaktor.co.id – South China Morning Post (SCMP), pada Jumat (10/4) menyebut program luar angkasa China mengalami kemunduran akibat kegagalan peluncuran roket kedua dalam waktu kurang dari sebulan, termasuk kegagalan pada peluncuran satelit Palapa-N1

Roket yang membawa satelit Palapa-N1 lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China pada pukul 7.46 Kamis malam (9/4) seperti dilaporkan Xinhua.”Pada tahap pertama dan kedua roket dilakukan dengan baik, tetapi tahap ketiga tidak berfungsi,” jelas laporan itu.”Puing-puing dari tahap ketiga roket dan satelit jatuh. Misi peluncuran gagal,”

Kantor Keamanan Dalam Negeri dan Pertahanan Sipil Guam menyampaikan ada benda berapi-api di langit, yang dikaitkan dengan kegagalan peluncuran. Di media sosial, beredar rekaman video soal satelit yang terbakar.

Satelit Nusantara Dua rencananya dioperasikan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) ini menggantikan satelit Palapa-D untuk melayani kebutuhan akses internet broadband dan broadcasting berkualitas tinggi.

Satelit Nusantara Dua dibuat oleh China Great Wall Industry Corporation. Saat diluncurkan, satelit ini memiliki bobot 5.550 kilogram dan bobot roket peluncurannya mencapai 425.800 kilogram.

Dengan kapasitas 20 x 36 MHz transponder C-band FSS dan 9.5 gigabits per detik (Gbps) HTS, satelit dapat mencakup wilayah di seluruh Indonesia, Asia Pasifik hingga Australia untuk transponder C-band dan HTS (High Throughput Satellit).

Satelit Nusantara Dua dinyatakan dapat bertahan hingga 15 tahun dan memiliki teknologi yang sama dengan pendahulunya, Satelit Nusantara Satu yaitu C-band dan HTS di Ku-band.

Berkat teknologi tersebut, satelit akan menjadi lebih efisien namun tetap memiliki nilai tambah pada kehandalan tautan. Satelit Nusantara Dua ini juga dapat dimanfaatkan untuk VSAT, broadcast, broadband, backbone, serta backhaul.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso menyatakan satelit Nusantara Dua (Palapa-N1) gagal mencapai orbit karena ada anomali di stage ketiga. Satelit itu pun jatuh di laut dan tidak bisa diselamatkan.

Nusantara Dua diluncurkan Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, China, Kamis (9/4). Tidak ada kendala pada proses peluncuran, tiba-tiba saat berada di angkasa ada puing-puing yang bertebaran.

Adi mengatakan tak ada masalah saat peluncuran memasuki stage pertama dan kedua. Namun persoalan muncul saat stage ketiga, di mana dua roket pendorong,

“Di stage ketiga ada dua roket, salah satu tidak menyala, sehingga tidak mendapatkan kecepatan yang cukup untuk masuk ke orbit yang ditentukan,” ujar Adi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (10/4/20200.

Nusantara Dua diketahui diproyeksikan mengisi di slot orbit 113 derajat Bujur Timur (BT) yang akan dimanfaatkan Indosat Ooredoo sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media broadcasting di Indonesia.

Nusantara Dua diluncurkan untuk menggatikan satelit Palapa D yang akan habis masa operasinya pada pertengahan tahun ini. Palapa D, seperti disebutkan Menkominfo Johnny G. Plate, dimanfaatkan 23 lembaga penyiaran TV dan 8 stasiun radio di Indonesia.

“Dalam hal ini ketinggian satelit tersebut hanya 170 kilometer dengan kecepatan 7.100 kilometer per detik dan kemudian jatuh ke lautan dan tidak bisa diselamatkan dan hilang,” tutur Adi.

PSNS bekerjasama untuk untuk pembelian satelit dengan produsen satelit asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) pada Februari 2019. (*)

Roket China Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1

Related Post

Leave a reply