Ribuan Pekerja/Buruh Demonstrasi di Berbagai Daerah Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

138 views

Reaktor.co.id – Pada hari ini, Rabu (21 Agustus 2019), berlangsung aksi unjuk rasa besar-besaran pekerja/buruh di sejumlah daerah di tanah air. Di Jakarta, puluhan ribu massa pekerja/buruh dari Banten, Jawa Barat, dan Jakarta yang tergabung dalam GEKANAS (Gerakan Kesejahteraan Nasional) berdemonstrasi di seberang Istana Merdeka.

GEKANAS yang merupakan aliansi Federasi Serikat Pekerja yang terdiri dari FSP KEP KSPSI, FSP LEM KSPSI, FSP RTMM KSPSI, FSP KEP KSPI, PPMI 1998, FSPI, FPAREF melakukan unjuk rasa besar-besaran di Istana Merdeka Jakarta menggelar unjuk rasa sebagai bentuk penolakan tegas atas rencana pemerintah merevisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Di Kota Batam, Kepulauan Riau, juga berlangsung demonstrasi besar-besaran pekerja/buruh. Mengenakan seragam kerja bertuliskan perusahaan masing-masing, ribuan pekerja/buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Kota Batam menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Batam dan Gedung Wali Kota Batam, Jl Engku Putri, Batam, Kepri, Rabu (21/8/2019).

SPSI Berau Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah daerah dan DPRD untuk menolak revisi UU Ketenagakerjaan yang merugikan buruh

Para pengunjuk rasa adalah gabungan dari sejumlah perusahaan yang ada di Batam, seperti PT Philips, PT Shimano, PT Dwi Sumber Arca Waja, dan lainnya.

Iring-iringan para pengunjuk rasa memadati sejumlah jalanan di Batam sehingga mengakibatkan kemacetan dan melambatnya arus lalu lintas.

Melalui pengeras suara, orator aksi menyampaikan sejumlah alas an penolakan revisi atas UU Ketenagakerjaan, antara lain revisi hanya melibatkan pengusaha, penghilangan jaring pengaman bagi pekerja dan buruh, keluasan memakai dan membuang pekerja sesukanya, perlindungan hak pekerja/buruh dihapuskan (uang pesangon dihapus).

Hari ini, Rabu (21 Agustus 2019), buruh dari sejumlah perusahaan di Batam menggelar aksi demonstrasi menolak revisi UU Ketenagakerjaan. Buruh tampak memenuhi jalanan depan Engku Puteri Batam Centre

Selain itu, upah minimum disesuaikan setiap dua tahun, tidak ada batasan apapun tenaga kerja asing menduduki jabatan apapun di perusahaan juga batasan maksimum pekerja kontrak menjadi lima tahun yang sebelumnya dua tahun, outsourcing akan diadakan lagi.

Sama dengan rekan-rekan dari Banten, Jabodetabek, dan Jawa Barat, tuntutan pekerja/buruh di Batam menyatakan menolak revisi UU Ketenagakerjaan karena dinilai merugikan kaum pekerja/buruh dan lebih pro ke pengusaha.

Aksi unjuk rasa juga berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara. Ribuan pekerja/buruh dari DPC FSP LEM SPSI Kota Medan menggeruduk kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten maulana Lubis, Medan.

Unjuk rasa DPC FSP LEM SPSI Medan di depan kantor Wali Kota Medan, Rabu (21 Agustus 2019)

Massa mendesak Pemerintah Kota Medan untuk menolak revisi terhadap UU Ketenagakerjaan karena sangat merugikan buruh dan tidak manusiawi.

Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pekerja/buruh yang tergabung dalam SPSI Berau menggelar aksi unjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan.

Memusatkan aksi di depan kantor Dinas Tenaga Kejra dan Transmigrasi dan halaman kantor Bupati Berau, para pengunjuk rasa meminta pembatalan rencana revisi UU Ketenagakerjaan karena, menurut mereka, revisi tersebut merupakan versi pengusaha, yang menguntungkan pengusaha dan merugikan para buruh.

Sempat terjadi aksi saling dorong, pintu pagar dari besi sempat terbuka, namun berhasil ditutup kembali. Setelah melakukan negosiasi, pengunjuk rasa akhirnya diperbolehkan masuk. (AF)*

Demo Buruh Demo Pekerja FSP LEM SPSI reaktor tolak revisi

Related Post

Leave a reply