Ribuan Buruh Padati Kawasan Gedung Sate Bandung

149 views

Gedung Sate Bandung

Reaktor.co.id, Bandung — Ribuan pekerja/buruh memadati kawasan sekitar Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019).

Massa demonstran berasal dari berbagai elemen serikat pekerja di Jawa Barat. Dalam tuntutannya, massa antaa lain menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto, mengatakan, para buruh juga menolak Permenaker Nomor 228 tahun 2019 tentang jabatan tenaga kerja asing (TKA) yang diperbolehkan bekerja di Indonesia.

Menurut Roy, massa buruh yang turun ke jalan hari ini berasal dari kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung Raya untuk menyampaikan aspirasinya terhadap Gubernur Jawa Barat.

“Iuran BPJS Kesehatan yang diwacanakan naik 100% itu memberatkan masyarakat. Pasalnya, dalam pelayanan BPJS saat ini masih belum maksimal. Kami mendorong KPK dan BPK untuk melakukan audit agar dapat diketahui letak kesalahannya,” kata Roy dalam wawancara on air di Radio PRFM 107,5 Bandung, Rabu (4/9/2019).

“Sekarang ‘kan iuran BPJS itu seperti yang disampaiakn menteri keuangan itu akan naik 100% artinya alasan defisit pengelolaan BPJS ini dibebankan kepada masyarakat. Kita ketahui bersama pelayanan BPJS ini belum maksimal tapi sudah harus dibebankan kepada masyarakat,” paparnya.

Terkait dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No 228/2019 tentang tenaga kerja asing yang bisa menduduki jabatan tertentu, Roy menyebut hal itu dapat membuat lapangan kerja bagi masyarakat semakin sempit.

“Salah satunya ini khsusus dunia industri ini sangat banyak jabatan yang diperbolehkan bahkan ahli jait kemudian ahli tekstil pun sudah diperbolehkan. Untuk pendidikan juga boleh termasuk guru SD dan kepala sekolah pun diperbolehkan dalam Permen tersebut dan ini yang kita permasalahkan,” katanya.

Dalam aksi kali ini, FSP LEM SPSI menurunkan sekitar 5000 anggotanya, sebagaimana dikatakan Ketua DPD FSP LEM SPSI Jabar, M Sidarta.

Aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Menurut Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung, AKBP Widodo, sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan, 5.000 orang akan berkumpul untuk menyampaikan sejumlah tuntutannya. Pihak kepolisian akan melakukan antisipasi dengan melakukan penutupan di Jalan Diponegoro.

“Akan menggunakan badan jalan di sepanjang jalan diponegoro. Waktu mereka pemberitahuan adalah pukul 10.00-17.00 WIB. Kami sampaikan bagi warga kota Bandung untuk sementara dari pukul 09.00 nanti bisa kiranya menghindari Jalan Diponegoro,” katanya kepada Radio PRFM 107,5 Bandung. (RL).*

 

Aksi Demonstrasi aksi pekerja Bandung BPJS Kesehatan Gedung Sate Revisi UU Ketenagakerjaan

Related Post

Leave a reply