Revolusi Industri 4.0 Ciptakan 46 Juta Pekerjaan Baru

220 views

 

pekerja milenial

Reaktor.co.id, Kendal — Sebanyak 27 hingga 46 juta jenis pekerjaan baru berpeluang tercipta berkat Revolusi Industri 4.0. Sebanyak 10 juta di antaranya belum pernah ada sebelumnya.

Demikian dikemukakan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada Rembuk Nasional BLK Komunitas di Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/12/2019).

“Ini berkaitan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, sehingga terdapat 23 juta jenis pekerjaan yang terdampak oleh otomatisasi. Namun disatu sisi terdapat 27 hingga 46 juta jenis pekerjaan baru yang berpeluang tercipta,” katanya dilansir Antara.

Mengantisipasi hal itu, Menaker menyatakan, sekitar enam hingga 29 juta orang Indonesia diproyeksikan harus mengikuti pelatihan lagi untuk jenis pekerjaan yang baru guna “re-skilling” atau pelatihan kemampuan baru dan “up skilling” atau peningkatan kemampuan.

Kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus 2019 menggambarkan jumlah angkatan kerja Indonesia sebesar 133,56 juta orang. Dari data tersebut, jumlah angkatan kerja yang bekerja sebesar 126,51 juta orang atau 94,72 persen.

Angkatan kerja yang masuk dalam kategori pengangguran sebesar 7,05 juta orang atau setara 5,28 persen. Jika dibandingkan dengan 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun 0,06 persen.

Disebutkan juga, 57,54 persen pekerja Indonesia masih lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah. “55,72 persen pekerja kita adalah pekerja informal,” ujarnya.

Proyeksi Pekerjaan di Indonesia 2030

Pekerjaan Baru 2030

Menurut hasil penelitian McKinsey pada September 2019, sebanyak 23 juta pekerjaan di Indonesia akan terdampak otomatisasi. Rata-rata terdapat 248 ribu pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) per tahun.

Salah satu penyebab pengangguran yang ada di Indonesia adalah ketidakseimbangan antara pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja, kemajuan teknologi serta kurangnya pendidikan ataupun keterampilan.

Dalam laporan bertajuk ‘Automation and the future of work in Indonesia’ yang dirilis September 2019, McKinsey & Company menyebut akan ada 23 juta pekerjaan di Indonesia yang tergantikan robot pada 2030.

Meski begitu, ada 27-46 juta pekerjaan baru yang tercipta yang mana 10 juta di antaranya pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya.

Pekerjaan yang hilang tersebut terutama yang bercirikan pada aktivitas fisik berulang yang terprediksi. Misalnya, pekerjaan terkait pengumpulan data atau pemrosesan data yang jumlah pekerjaannya digantikan robot di atas 70 persen.

Sementara pekerjaan baru yang akan lahir lebih banyak terkait dengan mengelola orang, menyediakan keahlian, dan berinteraksi dengan orang atau instansi lain.

“Pekerjaan yang hilang akan jauh dikompensasi dengan permintaan tenaga kerja baru, terutama akibat meningkatnya penghasilan dan belanja untuk infrastruktur serta sektor-sektor lain,” tulis McKinsey.

Lembaga itu menyebut, selisih pekerjaan yang tercipta dan yang hilang mencapai 4-23 juta. Sektor-sektor usaha yang membutuhkan banyak tenaga kerja seiring perkembangan teknologi, terutama kesehatan, konstruksi, dan ritel.

“Pada 2022, kami memprediksi e-commerce akan melahirkan 26 juta pekerjaan baru, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tulis laporan tersebut.*

 

Pekerjaan Baru Revolusi Industri

Related Post

Leave a reply