Realisasi Investasi Semester I 2019 Serap 490.715 Tenaga Kerja

110 views

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi investasi periode Semester I (Januari-Juni) tahun 2019 mencapai Rp 395,6 triliun. Terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 182,8 triliun (naik 16,4%) dan realisasi PMA sebesar Rp 212,8 triliun (naik 4,0 %) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BKPM dan Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal ( Foto BKPM )

Reaktor.co.id – Realisasi investasi periode Januari-Juni 2019 masih didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik dan konstruksi. Dengan total penyerapan tenaga kerja yang hanya mencapai 490.715 orang. Jumlah ini turun tipis dibanding tahun sebelumnya. Pada semester I tahun 2018 proyek investasi menyerap 491.082 orang TKI langsung.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menjelaskan bahwa korelasi antara nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja yang menyusut menunjukkan adanya masalah dalam penyediaan lapangan kerja di Indonesia. Pertumbuhan investasi tahun-tahun terakhir diiringi dengan penurunan serapan tenaga kerja. Karena perkembangan otomasi sektor industri dan kurangnya daya saing sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi memengaruhi terbentuknya tren tersebut.

Menurut Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja LEM SPSI Arif Minardi, gejala diatas akibat pemerintah pusat dan daerah belum berhasil membangun portofolio kompetensi untuk warga negara. Sehingga ada disparitas kebutuhan industri dengan angkatan kerja yang tersedia. Celakanya pemerintah daerah belum serius mencetak tenaga kerja dengan tingkat kompetensi yang diinginkan oleh investor, terutama investasi yang melibatkan teknologi industri terkini.

Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong bahwa investasi infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar dan sifatnya multi-years, tetap ada realisasinya dengan kondisi ekonomi global dan regional yang penuh ketidakpastian.

“Satu hal yang cukup menggembirakan, realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat, relatif lebih besar dari Pulau Jawa selama periode Januari – Juni 2019 ini. Semoga kondisi ini terus dikembangkan, untuk mewujudkan keseimbangan pertumbuhan wilayah di Indonesia,” ujar Thomas.

Selama periode semester I tahun 2019 realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 218,1 trilliun, naik 5,8% dari semester I tahun 2018 sebesar Rp 206,2 trilliun. Sedangkan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 177,5 trilliun atau meningkat 14,2% dari semester I tahun 2018 sebesar Rp 155,4 trilliun.

Berdasarkan lokasi proyek (lima besar), antara lain: Jawa Barat (Rp 68,7 triliun, 17,4%); DKI Jakarta (Rp 54,5 triliun, 13,8%); Jawa Tengah (Rp 36,2 triliun, 9,1%); Jawa Timur (Rp 32,0 triliun, 8,1%); dan Banten (Rp 24,6 triliun, 6,2%).

Lima negara teratas dengan realisasi investasi terbesar semester I 2019, yaitu: Singapura (US$ 3,4 miliar, 23,9%); Jepang (US$ 2,4 miliar, 16,9%); R. R. Tiongkok (US$ 2,3 miliar, 16,2%); Hong Kong, RRT (US$ 1,3 miliar, 9,2%); dan Malaysia (US$ 1,0 miliar, 7,0%).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani menyatakan  kedepan BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi Perizinan Berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya.

Berdasarkan sektor usaha, ada lima sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar untuk periode semester I tahun 2019, antara lain: Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 71,8 triliun, 18,0 %); Listrik, Gas dan Air (Rp 56,8 triliun, 14,4 %); Konstruksi (Rp 32,0 triliun, 8,2 %); Industri Makanan (Rp 31,9 triliun, 8,1%); serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 31,0 triliun, 7,8%). (R2).*

BKPM investasi

Related Post

Leave a reply