Raksasa Restoran Tumbang, Momentum Usaha Makanan Lokal

319 views

Satu persatu raksasa restoran mulai tumbang akibat pandemik Covid-19. Seperti dialami oleh KFC yang telah menutup 100 gerainmya. Saatnya usaha masakan lokal dan pangan tradisional ancang-ancang menggantikan posisinya.

ilustrasi kondisi sepi restoran

Reaktor.co.id – Sejumlah restoran fast food harus mengambil langkah efisiensi demi bisa bertahan di tengah badai pandemi virus corona atau covid-19. Salah satunya raksasa restoran cepat saji di Indonesia KFC yang harus menutup ratusan gerainya. Langkah itu dilakukan sebagai respons akibat berkurangnya pendapatan karena menurunnya penjualan akibat pandemi corona.

Dikutip CNBC Indonesia, Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengungkapkan bahwa penutupan gerai memang harus dilakukan karena aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek.

“Seluruh restoran KFC, yang bersifat dine in (makan di tempat) sudah ditutup. Dan sekitar 100 lebih yang ada di mal seluruhnya bahkan ditutup total nggak bisa beroperasi. Karena malnya atau plaza sendiri tutup,” kata Justinus kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/4).

Saat ini, layanan yang tersedia hanyalah take away. Konsumen tidak bisa makan di tempat karena memang sudah dilarang sesuai dengan ketentuan PSBB. “Pokoknya kita tetap berusaha untuk menjaga agar kelangsungan operasional bisa bertahan lebih panjang, ikuti aturan pemerintah itu,” papar Justinus.

Sejumlah daerah memang sudah menerapkan pengetatan terhadap lalu lintas orang. Sebagai respons, KFC pun memandang perlu adanya penyesuaian. Di antaranya memotong jam operasi.

Di antaranya gerai KFC di Jakarta yang berjumlah 135 gerai kini hanya beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB, 40 gerai di Bekasi beroperasi pada pukul 09.00-18.00 WIB, 21 gerai di Bogor beroperasi pada 08.00-18.00, sementara yang tutup paling lama adalah jam operasi di 13 gerai Kota Depok, yakni pukul 10.00-21.00 WIB. Pembatasan jam juga diyakini sedikit mengurangi beban biaya operasional, seperti listrik dan air.

“Jadi harus ada penghematan di sana disini untuk menuju pada pertahanan kita punya operasional,” kata Justinus.
Pada saat usaha restoran besar mulai tumbang, setiap daerah perlu mempersiapkan berbagai langkah untuk mencukupi ketersediaan pangan. Langkah tersebut sebaiknya mengotimalkan penggunaan bahan pangan lokal dan makanan tradisional.

Ilustrasi masakan tradisional yang mengglobal

Proses produksi pangan lokal dan pengolahan juga akan mendorong usaha UMKM sektor makanan dan minuman bertahan hidup dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Pendayagunaan keragaman bahan pangan lokal dan produk makanan tradisional saat berjangkitnya wabah corona sekarang ini bisa menjadi katup pengaman sekaligus penggerak ekononi kerakyatan agar tidak mandek.

Saatnya pemerintah memberikan insentif dan pembinaan khusus bagi UMKM sektor produsen makanan tradisional. Secara umum pengertian makanan tradisional adalah makanan, minuman, dan bahan campuran yang digunakan secara tradisional dan telah lama berkembang secara spesifik di berbagai daerah.

Biasanya makanan tradisional diolah dari resep yang sudah dikenal masyarakat lokal dengan bahan-bahan yang juga diperoleh dari sumber lokal. Serta memiliki citarasa yang relatif sesuai dengan selera masyarakat setempat. (*)

momentum usaha makanan tradisional restoran besar tumbang

Related Post

Leave a reply