Profil Ibu Kota Baru Indonesia: Kabupaten Penajam Paser Utara & Kutai Kartanegara

279 views
Desain Ibu Kota RI di Kalimantan

Desain Ibu Kota RI di Kalimantan Timur.*

Reaktor.co.id — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan di Istana Negara, Senin 26 Agustus 2019.

Presiden menyebutkan, lokasi ibu kota baru Indonesia adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di bagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Jokowi.

Dalam pengumuman Ibu Kota Baru RI sebagaimana disiarkan langsung hampi semua stasiun televisi, Presiden Jokowi memaparkan alasan memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Jokowi mengemukakan beberapa alasan dan pertimbangan pemerintah memilih lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur, yakni risiko bencana (banjir, gempa bumi, kebakaran hutan serta longsor) minimal, letak Kalimantan Timur yang berada di tengah-tengah Indonesia, infrastruktur lengkap, dan lahan sudah dikuasai pemerintah 180 ribu hektar.

Selain itu, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan juga karena beban Jakarta sudah sangat berat sebagai ibu kota.

“Banyak pertanyaan kenapa harus pindah,. Yang pertama beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan dan jasa. Dan airport pelabuhan laut terbesar di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, kata Jokowi, beban Pulau Jawa juga sudah semakin berat dengan banyaknya penduduk. Karena itu, ibu kota dipindah ke Pulau Kalimantan.

Berikut ini profil Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjadi lokasi ibu kota baru Republik Indonesia, dikutip dari laman resmi masing-masing kabupaten dan Badan Pusat Statistik (BPS).

lokasi ibu kota baru kaltim

Profil Kabupaten Penajam Paser Utara

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terletak 117 km di Barat Daya Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Letaknya berbatasan dengan Kota Balikpapan yang dipisahkan oleh Teluk Balikpapan.

Kabupaten Penajam berhadapan langsung dengan Teluk Balikpapan dan sebagai pintu masuk ke Kalimantan Timur arah selatan yang dilalui Jalan Negara yang menghubungkan Provinsi Kaltim, Kalsel dan Kalteng.

Luas secara keseluruhan adalah 3.333,065 Km² terbagi atas 3.060,82 Km² luas lautan, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara: Kecamatan Loa Kulu dan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kertanegara.
  • Sebelah Timur: Kecamatan Semboja Kabupaten Kutai Kertanegara, Kota Balikpapan dan Perairan Selat Makassar.
  • Sebelah Selatan: Kecamatan Long Kali Kabupaten Pasir dan Perairan Selat Makassar.
  • Sebelah Barat: Kecamatan Bongan Long Kali kabupaten Kutai Barat dan Kecamatan Long Kali Kabupaten Pasir.

Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Paser. Sebagian besar penduduk (94%) beragama Islam. Sisanya Kristen Ptotestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Mereka hidup berdampingan di sana.

Sebagian besar wilayah Penajam Paser Utara merupakan wilayah tujuan transmigrasi. Sekitar 60 persen berasal dari Pulau Jawa, 35-40 persen berasal dari Sulawesi.

Jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2012 sebesar 165.666 jiwa, tersebar di 4 kecamatan. Sebagian besar merupakan penduduk pendatang dari Sulawesi, Jawa, dan NTT.

Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Penajam sebagai ibukota kabupaten dengan jumlah 76.917 jiwa, sedangkan penduduk paling sedikit di kecamatan waru sebanyak 16.943 jiwa, hal ini karena luas wilayah waru yang kecil dibandingkan dengan kecamatan lainnya.

Persebaran penduduk di Kabupaten Penajam Paser Utara masih terpusat di wilayah perkotaan di Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu. Hal ini disebabkan karena wilayah-wilayah tersebut merupakan kantong-kantong transmigrasi dan dilalui jalan lintas selatan yang menghubungkan Kaltim dan Kalsel.

Adanya jalan penghubung ini menyebabkan konsentrasi penduduk beserta kegiatan ekonominya terpusat di wilayah sepanjang jalan tersebut.

Pada wilayah pesisir pantai atau sungai (muara), banyak permukiman penduduk yang tersebar membentuk desa/kelurahan yang terpisah dan umumnya bermata pencaharian mereka adalah sebagai nelayan.

Untuk wilayah perkotaan Penajam lebih banyak penduduknya karena kedekatannya dengan Kota Balikpapan yang dibatasi oleh bentang alam berupa teluk. Kedekatan jarak dan kemudahan dalam menjangkau sarana transmportasi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk bermukim dan tinggal di wilayah ini.

Seperti sebagian besar kabupaten di Provinsi Kalimantan lainnya, Kabupaten Penajam Paser Utara dihuni oleh Suku Dayak, Suku Banjar, Suku Bugis, dan Suku Jawa.

Bahasa daerah yang digunakan di kabupaten ini merupakan akulturasi dari keempat budaya tersebut. Sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara adalah pesisir yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar.

Kabupaten ini memiliki banyak tempat wisata. Salah satu pantai yang paling populer dari kabupaten ini adalah Pantai Corong dan Pantai Tanjung Jumlai.

Selain Pantai Corong dan Pantai Tanjung, Kabupaten Penajam Paser Utara juga memiliki obyek wisata berupa hutan mangrove, Pantai Sipakario, Penangkaran Rusa Penajam dan Air Terjun Tembinus.

Profil Kabupaten Kutai Kartanegara

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki luas wilayah 27.263,10 km2 dan luas perairan sekitar 4.097 km2. Batas administratif Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Malinau
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur dan Selat Makassar
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pasir dan Kota Balikpapan
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat.

Secara administratif, Kabupaten Kutai Kartanegara terbagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 237 desa/kelurahan. Dengan pertumbuhan penduduk 3,92% per tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 645.817 jiwa (2014) dengan kepadatan penduduk rata-rata 24 jiwa/km2.

Topografi wilayah sebagian besar bergelombang sampai berbukit dengan kelerengan landai sampai curam. Daerah dengan kemiringan datar sampai landai terdapat di beberapa bagian yaitu wilayah pantai dan DAS Mahakam.

Karakteristik iklim dalam wilayah Kabupaten Kutai adalam iklim hutan tropika humida dengan perbedaan yang tidak begitu tegas antara musim kemarau dan musim hujan. Curah hujan berkisar antara 2000-4000 mm per tahun dengan temperatur rata-rata 26oC. Perbedaaan temperatur siang dan malam antara 5-7 oC.

Penduduk yang bermukim di wilayah Kutai Kartanegara terdiri dari penduduk asli, seperti Suku Kutai, Suku Dayak Benuaq, Suku Dayak Tunjung, Suku Dayak Bahau, Suku Dayak Modang, Suku Dayak Kenyah, Suku Dayak Punan, Suku Dayak Kayan, dan penduduk pendatang, seperti Jawa, Bugis, Banjar, Madura, Buton, Timor dan lain-lain.

Pola penyebaran penduduk sebagian besar mengikuti pola transportasi yang ada. Sungai Mahakam merupakan jalur arteri bagi transportasi lokal. Keadaan ini menyebabkan sebagian besar pemukiman penduduk terkonsentrasi di tepi Sungai Mahakam dan cabang-cabangnya.

Daerah-daerah yang agak jauh dari tepi sungai dimana belum terdapat prasarana jalan darat relatif kurang terisi dengan pemukiman penduduk. Mata pencaharian penduduk sebagian besar di sektor pertanian 38,25%, industri/kerajinan 18,37%, perdagangan 10,59 % dan lain-lain 32,79%.

Struktur perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara didominasi oleh sektor minyak dan gas bumi, pertanian dan pertambangan.

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan kelanjutan dari Kabupaten Kutai sebelum terjadi pemekaran wilayah pada tahun 1999. Wilayah Kabupaten Kutai sendiri, termasuk Balikpapan, Bontang dan Samarinda, sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Kabupaten Kutai Kartanegara beribu kota di Kecamatan Tenggarong. Sebagian besar penduduk Kutai Kartanegara beragama Islam. Selebihnya beragama Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan lainnya.

Sarana ibadah terdiri dari 611 masjid, 99 mushola, 170 gereja Protestan, 36 gereja Katholik, dan 15 Pura yang tersebar di seluruh kecamatan.*

Ibu Kota Ibu Kota Baru Kalimantan Timur Kutai Kartanegara Penajam Paser Utara

Related Post

  1. author

    […] — Ibu Kota Republik Indonesia “resmi” pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan […]

  2. author

    […] BACA JUGA: Profil Ibu Kota Baru Indonesia: Kabupaten Penajam Paser Utara & Kutai Kartanegara […]

Leave a reply