Polisi Bebaskan Ananda Badudu

83 views

Ananda Badudu

Reaktor.co.id, Jakarta — Aktivis hak asasi manusia (HAM) dan musisi Ananda Badudu akhirnya dibebaskan polisi Jumat (29/9/2019) siang. Ananda keluar dari Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.30 WIB.

“Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan. Ada yang lebih butuh pertolongan dari saya,” kata Ananda saat keluar dari Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019), dikutip CNN Indonesia.

Pembebasan Ananda diapresiasi oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

“Jadi memang kami dari sejak awal meminta agar Ananda Badudu dibebaskan tanpa syarat dan segera dan itu sudah dipenuhi oleh Polda. Dan kami ingin menyampaikan apresiasi, setelah itu kita bawa pulang Ananda karena Ananda perlu istirahat,” jelas Usman Hamid kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Usman mengatakan, Ananda diperiksa sebagai saksi. Usman juga berharap tidak ada kelanjutan proses hukum terhadap Ananda dalam perkara tersebut.

“Proses hukumnya saya kira lihat nanti yang berkembang. Yang pasti saat ini keterangan masih sebatas saksi dan kita minta tidak ada proses hukum lanjutan,” imbuh Usman.

Usman menegaskan kembali cucu tokoh Bahasa Indonesia J.S Badudu itu hanya diperiksa sebagai saksi. Usman menolak jika ada peningkatan status atau pun upaya hukum lainnya terhadap vokalis band ‘Banda Neira’ itu.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut Ananda Badudu diperiksa sebagai saksi, tidak ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Argo.

Diungkapkan Argo, Ananda diperiksa sebagai saksi terkait informasi transaksi atau transfer uang sebesar Rp10 juta. Namun, Argo tak menjelaskan secara rinci perihal transaksi itu.

“Akan adanya transfer Rp10 juta,” ujarnya.

Argo menjelaskan bahwa pagi tadi kepolisian mendatangi rumah Ananda. Setelah dilakukan komunikasi, Ananda bersedia untuk diperiksa di Polda Metro Jaya.

“Didatangi petugas tadi pagi ke rumahnya, diajak komunikasi untuk dimintai keterangan, yang bersangkutan mau,” tuturnya.

Menurut Argo, setelah penyidik selesai meminta keterangan, Ananda bakal segera dipulangkan. “Selesai dimintai keterangan nanti dipulangkan,” ucap Argo.

Penangkapan Ananda Badudu dilakukan dini hari tadi. Ananda adalah pegiat HAM, musisi, dan mantan jurnalis. Dia menginisiasi penggalangan dana untuk demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR.

Penggalangan dana dilakukan Ananda lewat situs ‘Kita Bisa’. Beberapa jam sebelumnya polisi juga menangkap mantan jurnalis dan aktivis Dandhy Dwi Laksono.

Dandhy ditangkap di rumahnya pada Kamis (26/9) malam. Polisi mendatangi rumahnya pukul 22.30 WIB dan membawanya tiba di Polda Metro Jaya pukul 23.05 WIB.

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap Dandhy terkait unggahannya di media sosial mengenai isu kekerasan di Papua. Dandhy pun ditetapkan sebagai tersangka.

Dandhy dijerat Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Penangkapan Ananda dan Dandhy mendorong warganet meramaikan tagar #BebaskanAnandaBadudu dan #BebaskanDandhy sehingga menjadi trending topic di Twitter.

Profil Ananda Badudu

Dirangkum suara.com dari berbagai sumber, Ananda Badudu adalah cucu ahli bahasa Jusuf Sjarif Badudu alias JS Badudu. Ananda merupakan cucu ke-7 ahli Bahasa Indonesia sekaligus Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Padjajaran tersebut.

Nama JS Badudu dikenal sebagai penulis buku Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), Kamus Kata-kata Serapan Asing, dan Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993).

Ananda Badudu dikenal sebagai musisi (gitaris) Ia mantan personel band indie Banda Neira dan mantan wartawan Tempo.*

 

Aksi Demonstrasi Aktivis Ditangkap Ananda Badudu Demo Mahasiswa

Related Post

Leave a reply