PNS Kerja di Rumah Diuji Coba Mulai 1 Januari 2020

242 views
PNS Kerja di Rumah

PNS Kerja di Rumah

Reaktor.co.id, Jakarta — Program Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah dan tidak wajib ngantor diuji coba mulai 1 Januari 2020.

Uji coba bekerja di rumah ini melibatkan sekitar 1.000 PNS/ASN di lingkungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)‎/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Mudah-mudahan 1 Januari bisa kita lakukan,” kata Menteri PPN‎/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Rabu (20/11/2019).

Dijelaskan, selama masa uji coba tersebut, hanya PNS di lingkungan Bappenas yang bisa kerja tanpa ngantor. “Itu di Bappenas, Bappenas ingin menjadi contoh dulu,” katanya.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk PNS dengan jabatan fungsional, bukan struktural.

“Ada konsep ASN itu’, kan seperti kalau kalian (wartawan) kerja ini. Kerja itu lebih enak yang fleksibel kan. Nah generasi-generasi alpha beta yang ke depan juga akan dengan cara-cara seperti itu. Nah kenapa enggak kita akomodir,” imbuhnya.

Selain bekerja di rumah atau di mana saja (remote working), perkantoran pemerintah ke depannya juga akan diselenggarakan dengan konsep smart office.

“Ke depan bentuknya smart office, tidak hanya dengan cara-cara yang sekarang. 1000 orang kita bisa bekerja flexy job, flexy schedule, semuanya serba flexy, remote working,” jelasnya.

Langkah ini disebutkan untuk menyesuaikan dengan pola kehidupan modern. Bahkan, menurut Suharso, Generasi-Z cenderung melakukan pekerjaan sambil traveling.

“Orang bilang work vacation. 3 bulan di Raja Ampat, 3 bulan di Bali, 3 bulan di Tana Toraja, sepanjang mereka bisa deliver,” urainya.

Kendati begitu, ada target-target tertentu yang harus dicapai para ASN meski bekerja sambil berlibur. Dengan pola kerja demikian, diharapkan produktivitas ASN bisa meningkat.

Diwacanakan Kemenpan-RB

Wacana PNS bekerja di rumah pertama kali diungkapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemanpan-RB) pada Agustus 2019.

Menteri PAN-RB Syafruddin saat itu menyatakan, wacana agar ASN/PNS bisa kerja dari rumah merupakan desakan bonus demografi pada 2030-2040.

“ASN kerja dari rumah kan masih wacana. Di mana hal itu juga desakan dari pada bonus demografi 69% bangsa Indonesia di 2030. Jadi kita harus mempersiapkan. Begitu orang menguasai sentral pekerjaan di 69% itu, kita yang tua ini gigit jari, dimakan rayap, oleh karenanya sekarang harus disiapkan,” ujarnya.

Dijelaskannya, ASN bekerja di rumah itu untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaan. Sekaligus reward atau penghargaan bagi ASN yang berprestasi.

“ASN yang bekerja di rumah ini, sudah dilakukan oleh negara maju. Contohnya Australia hanya aparatnya yang punya prestasi, hari Rabu kerja di rumah. Hal tersebut berkaitan dengan teknologi,” ujarnya.

“Itu bukan ASN tidak masuk kantor, itu adalah untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaaan. Dan sekaligus bagi ASN-ASN yang berprestasi. Itu sudah dilakukan, oleh negara-negara maju. Jadi ASN yang punya prestasi diperbolehkan bekerja satu hari di rumah, tapi bekerja. Ini teknologi yang canggih bisa di mana saja. Bukan hanya dirumah, di mal setelah makan siang juga bisa,” paparnya.

Dia menuturkan, kerja di rumah bukan berarti kantor akan kosong dari para ASN. Contohnya, dirinya, kalau pulang bisa hingga pukul 21.00 WIB. “Tapi, saya jam 16.00 WIB pulang. Dan saya akan bawa pekerjaan itu ke rumah,” katanya.

PNS Kerja di Rumah

Korpri Mendukung

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) mendukung wacana pemerintah agar PNS bisa bekerja dari rumah. Implementasi dari wacana ini diharapkan bisa teralisasi di 2024.

Ketua Umum Korpri Zudan Arif Fakhrullah mengatakan, seharusnya wacana ini bisa segera dilaksanakan, tidak perlu harus menunggu 2024.

“Tidak harus menunggu 2024, tahun ini seharusnya sudah bisa. Terlalu lama kalau menunggu 2024. Jadi sistemnya harus dibangun dulu secara online, dengan tanda tangan digital. Jadi proses semuanya, dokumen masuk diproses lewat android. Nanti dibangun sistemnya. Disposisi bisa elektronik, catatan bisa elektronik, paraf elektronik,” ujarnya.

Menurut dia, melalui sistem kerja seperti ini, ada banyak hal positif yang bisa didapatkan, seperti peningkatan pecepatan kerja, penghematan anggaran, dan efisiensi tenaga dan waktu. Sebab, untuk bisa mulai bekerja, para PNS tidak harus datang ke kantor terlebih dulu.

“Sangat (hemat anggaran), efisiensi itu besar sekali. Rapatkan kita bisa dengan video conference, dengan ponsel saja bisa. Dengan tekonologi, banyak sistem kerja yang bisa diperbaiki. Teknisnya mudah lah, Dukcapil saja bisa terapkan (sistem online) dalam waktu hanya 1 tahun. Jauh ini efisien, efektif dan cepat,” jelas dia.

Namun demikian, Zudan juga mengingatkan, harus ada sistem penilaian kinerja yang baik jika hal ini jadi diimplementasikan. Hal tersebut agar kinerja PNS terus meningkat meski hanya bekerja di rumah.

“Kalau anda kinerjanya tidak meningkat, tunjangan kinerjanya dipotong. Kalau kinerjanya meningkat, maka ditambah. Ini namanya insentif. Tatap muka tetap perlu, seminggu sekali atau dua kali, silahkan diatur fleksibilitasnya tetap kerja itu berpatokan dengan kinerja,” katanya.

Selain itu, tidak semua tugas PNS bisa dikerjakan dari rumah. Untuk PNS yang berkaitan dengan layanan publik maka harus tetap bertugas dari kantor atau di tempat dirinya ditugaskan.

“Tetapi ada sektor-sektor tertentu yang memang harus berhubungan dengan manusia, yang tidak bisa jalan dari rumah. Seperti puskesmas, rumah sakit, penanganan orang dengan kejahatan, lembaga pemasyarakatan, ada tugas-tugas tertentu yang harus masuk kantor,” pungkasnya. (CNN Indonesia/Liputan6/Sindonews)

 

ASN Bekerja di Rumah PNS

Related Post

Leave a reply