PHK Sepihak, PT IPGE Didemo Massa Pekerja LEM SPSI Surabaya

179 views

Demo LEM SPSI Surabaya

Reaktor.co.id, Surabaya —┬áRatusan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP LEM SPSI) kota Surabaya melakukan aksi unjuk rasa di depan PT. Indoprima Gemilang Engineering (IPGE) yang beralamat di Jl. Gardu Induk PLN 5 Tandes Surabaya, Selasa (26/11/2019).

Massa terdiri dari berbagai elemen yang ada di internal FSP LEM SPSI, yaitu Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Barisan Pelopor (Bapor), Pengurus Unit Kerja (PUK) LEM se Surabaya beserta anggotanya, dan perwakilan dari daerah Gresik.

Unjuk rasa dilakukan karena perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 31 karyawannya.

Perusahaan hanya mengirimkan surat PHK lewat POS dan juga mentransfer sejumlah uang di rekening masing-masing karyawan yang menurut pengakuan pihak perusahaan sebagai uang pesangon, padahal nilai uang tersebut tidak layak jika disebut sebagai uang pesangon.

Ketua PUK PT IPGE Pendik Zaentoro menceritakan kronologi sampai terjadinya unjuk rasa. Dikemukakan, sekitar akhir Oktober 2019, perusahaan meminta komitmen ke seluruh staf dan karyawan untuk loyal dalam penambahan jam kerja antara pukul 15.00 hingga jam 18.00 tanpa diupah, dengan menandatangani surat kesepakatan hitam diatas putih.

Seluruh karyawan sepakat menolak menandatangani surat perjanjian loyalitas tersebut. Karyawan bersedia loyal kepada perusahaan paling lama 30 menit tanpa ada paksaan dan tanda tangan surat perjanjian.

“Selanjutnya perusahaan berencana merumahkan karyawan, dengan ketentuan upah dibayar 50% selama karyawan dirumahkan dan atau ada karyawan yg bersedia mengundurkan diri akan diberikan kompensasi 6x bulan upah,” lanjut Pendik.

Serikat pekerja menolak kompensasi atas PHK tersebut dikarenakan banyak karyawan yg terkena PHK memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun dan keluhan dari karyawan yang dirasa perusahaan semena-mena dalam memberikan pesangon. Perusahaan tetap bersikukuh akan melakukan PHK per 15 november 2019 dengan kompensasi 6x bulan upah sepakat tidak sepakat” terang Pendik panjang lebar.

Demo LEM SPSI Surabaya

Orator dari DPC, Nanang, mengatakan dalam orasinya, unjuk rasa ini sebagai bagian dari perwujudan solidaritas seluruh anggota SP LEM SPSI. Ia menegaskan, ketidakadilan harus dilawan.

“Yang bisa memperjuangkan buruh adalah buruh itu sendiri,” lanjut Nanang.

Ketua DPC SP LEM Surabaya Muadji Santoso dalam dalam orasinya di atas mobil komando menyatakan siap bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada aksi ini.

“Silakan semuanya ambil hpnya dan rekam aksi ini serta sebarkan dan upload semuanya di media sosial. Kita akan berjuang terus sampai ke Jakarta melawan penindasan ini” lanjut Muadji yang juga penanggung jawab aksi unjuk rasa.” (Kasiyanto)

 

Aksi Demonstrasi DPC FSP LEM SPSI Surabaya PHK

Related Post

Leave a reply