Petugas KPPS 2019: Pahlawan Pemilu atau Korban Pemilu?

57 views
Doc: Nasional tempo.co

Dibalik hiruk pikuk hasil klaim kemenangan Pilpres 2019 berdasarkan hitung cepat, tersorot pula kabar klaim jumlah kematian para petugas penyelenggara pemilu atau petugas KPPS yang meninggal pada saat mereka bertugas.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman melansir dalam catatannya terdapat 91 orang petugas KPPS meninggal dan 374 petugas KPPS sakit yang tersebar di 19 provinsi.

Peristiwa ini juga mendapat tanggapan serius dari Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dalam rilis nya tanggal 23 April 2019, yang mengklaim bahwa dirinya sudah dari jauh-jauh hari memperingatkan KPU dan Bawaslu agar memproses pendaftaran para petugas di TPS di BPJS Ketenegakerjaan secara menyeluruh dan terorganisasi. Poempida sangat menyesalkan tragedi ini terjadi, menurutnya Bawaslu beserta KPU, seharusnya telah menyiapkan basis perlindungan bagi mereka.

Poempida juga menyinggung status twitter salah satu petugas KPPS yang merasa tidak nyaman bertugas lantaran dirinya tidak mendapat perlindungan dalam menjalankan pekerjaannya. Poempida kemudian menyimpulkan bahwa dari postingan Twitter tersebut, terjadi risiko yang cukup tinggi bagi seseorang yang bertugas di TPS.

“Jumlahnya pun tidak sedikit, secara kasat hitung ada paling tidak 4 juta orang yang menghadapi risiko seperti itu. Lalu bagaimana mereka dilindungi?” tanya Poempida.

Lantas apabila dicermati lebih mendalam, sikap institusi Pemerintah yakni BPJS Ketenagakerjaan dan KPU tidak bisa bersinergi atau malah disinyalir cenderung menyalahkan dalam wewenang memberikan tanggung jawab asuransi perlindungan pekerja, maka bagaimana solusi untuk nasib keluarga para Korban Pahlawan Pemilu yang telah ditinggalkan? bagaimana hak mereka untuk dapat meneruskan hidup? Apakah mereka harus puas dengan hanya menyandang gelar Pahlawan Pemilu 2019?

Buruh Ketenagakerjaan Pengupahan

Related Post

Comments are closed.