Perut Perih di Sekolah Belum Sarapan, Putri: ‘Tak Ada Beras di Rumah, Bu Guru’

1047 views

Menjelang perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia, kemerdekaan untuk memenuhi sejengkal perut pun ternyata masih sangat susah diraih oleh sebagian rakyat di pelosok negeri ini.

Berurai airmata, Putri Dewi Nilaratih bertutur perutnya perih belum sarapan karena tak ada beras di rumah

Reaktor.co.id, Aceh Timur — Viral di medsos, kisah pilu seorang siswi SMPN 4 Peureulak Aceh Timur, bernama Putri Dewi Nilaratih. Saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, tiba-tiba siswi berusia 14 tahun ini merasakan perih di perutnya. Wajahnya pun tampak terlihat pucat dan lesu.

Bu guru yang mengajar bertanya apakah ia sudah sarapan pagi, Putri menggelengkan kepalanya. Sambil meneteskan air mata, Putri mengaku bahwa ia belum sarapan pagi ketika akan berangkat ke sekolah.

Lantas sang ibu guru menasihatinya agar sarapan dahulu sebelum berangkat ke sekolah. Namun, jawaban singkat Putri membuat kaget bu guru.

“Bukan tak mau makan, tetapi di rumah tak ada beras Bu Guru,” jawab Putri dengan nada sangat pelan, nyaris tak terdengar, sembari mengusap air matanya dengan jilbab sekolah yang tampak usang.

Tidak lama berselang setelah diberikan makanan oleh sekolah, ia pun diantar pulang oleh temannya.

Anak keempat dari 6 bersaudara pasangan Suparno dan Mariani ini, tinggal di Dusun Tualang Masjid Desa Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Putri tinggal di rumah reot beratap daun rumbia yang sudah lapuk serta dihuni 8 orang, ayah-ibu, adik dan kakak, dengan kondisi dapur telah bocor dan lapuk akibat termakan usia.

Putri berfoto bersama ayah,dan adik serta utusan anggota DPD RI asal Aceh

Penuturan gurunya, Putri termasuk siswi yang rajin dan cerdas di sekolahnya. Kecerdasan Putri di atas rata-rata, dan selama ini ia tidak pernah mengeluh dengan kondisi apapun saat di sekolah.

“Ia rajin pergi sekolah, dan baru kini mengeluh akibat sakit perut saat belajar tadi, katanya ia tadi tak sarapan,” cerita Nurul Fadilah (27) salah seorang guru di sekolah Putri, seperti dilansir dari Modusaceh.co, Rabu (7/8/2019).

Setelah kisah Putri ini menyebar luas di media sosial, empati mulai berdatangan. Mulai dari anggota DPRD Aceh asal Aceh Timur hingga anggota DPD RI asal Provisni Aceh memberikan uluran tangan, membantu sembako dan uang kepada keluarga Putri.

Anggota DPRA asal Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, misalnya, langsung mengirim tim ke lapangan untuk mengantar beras dan kebutuhan dapur lainnya.

Orangtua Putri menerima sumbangan beras dari tim anggota DPRA Aceh asal Aceh Timur

“Semoga bisa terbantu untuk sementara waktu. perihal rumah keluarga itu jika belum mendapat penanganan juga akan kita bantu dengan APBA,” kata Iskandar.

Haji Sudirman (Haji Uma), anggota DPD RI asal Aceh, juga mengutus tim untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah uang kepada Suparno ayah Putri.

“Saya sudah mengutus anggota untuk turun langsung ke rumah bersangkutan dan membawa bantuan beras serta sedikit uang kontan yang diserahkan kepada orangtua Putri ” kata Haji Uma, dikutip dari Acehsatu.com. Rabu (7/08/2019).

Ayahanda Puteri, Suparno, tidak memiliki pekerjaan tetap. Biasanya ia harus pergi ke Banda Aceh bekerja sebagai buruh kasar demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Suparno mengaku hanya mendapat upah Rp 80.000 perhari itu pun sepulangnya ke Aceh Timur upahnya bekerja belum dicairkan. Karena akan berlebaran, ia pulang ke kampung untuk berkumpul bersama istri dan 8 anaknya. (AF)*

beras buruh kasar Putri Dewi Nilaratih reaktor

Related Post

  1. author
    Indra4 months agoReply

    Miris sekali,…
    Kemerdekaan hanya untuk orang orang berduit saja,…
    Kerja dan tanggungjawab anda akan di pertanyakan wahai bapak PRESIDEN karena masih banyak rakyat anda yang kelaparan di jaman era 4.0 yang katanya jaman otomatisasi digital,.

Leave a reply