Perpres 64 Tahun 2020 Sangat Memberatkan Masyarakat

322 views

Catatan  Timboel Siregar

Pemerintah tidak memiliki kepekaan sosial terhadap rakyat peserta mandiri BPJS Kesehatan. Di tengah pandemi dan resesi ekonomi saat ini Putusan MA hanya berlaku 3 bulan yaitu April, Mei dan Juni 2020, setalah itu peserta kelas satu naik lagi.

Reaktor.co.id- Pemerintah resmi mengubah iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri yakni pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) melalui Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Setelah membaca Perpres 64 tahun 2020 ini maka ada dua kesimpulan :

1. Pemerintah melanggar ketentuan UU SJSN yg menyatakan pemerintah membayar iuran JKN rakyat miskin, tetapi di Perpres 64 ini kelas 3 mandiri yaitu PBPU dan BP disubsidi Rp. 16.500 oleh Pemerintah sejak 1 Juli 2020. Bahwa ada peserta PBPU dan BP yg mampu tapi iurannya disubsidi pemerintah

2. Pemerintah tidak memiliki kepekaan sosial terhadap rakyat peserta mandiri. Di tengah pandemi dan resesi ekonomi saat ini Putusan MA hanya berlaku 3 bulan yaitu April, Mei dan Juni 2020, setalah itu peserta kelas 1 naik lagi jadi Rp.150.000 per orang per bulan dan klas 2 menjadi 100.000, sementara klas 3 disubsidi Rp. 16.500.

Untuk tahun 2021 peserta kelas 3 iurnnya naik jadi Rp. 35.000 sehingga subsidi pemerintah menjadi Rp. 7.000.
Peserta mandiri adalah kelompok masyakarat pekerja informal yang sangat terdampak ekonominya oleh Covid-19 tetapi pemerintah dengan sepihak menaikkan lagi iuran kelas 1 dan 2 yang tidak berbeda jauh dengan iuran sebelumnya yang mengacu pada Perpres 75.

Ada hal lain yang memberatkan peserta, salah satunya adalah denda naik menjadi 5 % di 2021, yang awalnya 2.5 %.
Pemerintah sudah kehabisan akal dan nalar sehingga dengan seenaknya menaikkan iuran tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Padahal di pasal 38 di Pepres ini menyatakan kenaikan iuran harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Pepres 64 tahun 2020 ini sangat memberatkan masyarakat.

Pinang Ranti, 12 Mei 2020

Timboel Siregar
Koordinator BPJS Watch

Perpres 64 Tahun 2020 Sangat Memberatkan Masyarakat

Related Post

Leave a reply