Perluasan Lapangan Kerja dengan Olahraga

118 views

Hari Olahraga Nasional sebaiknya juga dimaknai dari sisi lapangan kerja. Kini bekerja di bidang olahraga tidak harus selalu milik para atlet profesional atau para pengamat atau komentator olahraga. Siapapun penggemar olahraga juga bisa menciptakan lapangan kerja dari aktivitasnya. Seperti Youtuber olahraga hingga menjadi seorang koordinator acara olahraga.

Acara puncak peringatan Haornas 2019 di Banjarmasin ( foto istimewa )

Reaktor.co.id – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) setiap 9 September tahun ini mengambil tema “Ayo Olahraga, Di Mana Saja, Kapan Saja”.

Puncak acara peringatan Haornas tahun ini diselenggarakn di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tema tersebut mengandung makna bahwa olahraga itu mudah karena dapat dilakukan dimana dan kapan saja, menjadi penting agar masyarakat tidak terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan di fasilitas olahraga yang tersedia.

Status pekerjaan yang kini mulai dilirik masyarakat adalah menjadi atlet. Banjir bonus kepada atlet menjadi pemicu beralihnya minat sebagian masyarakat untuk memiliki status sebagai atlet. Meski harus juga diakui tidak mudah menjadi atlet karena semua harus berproses.

Zuhri dengan sepatu bututnya adalah proses untuk lahir menjadi yang tercepat. Selain itu, Chris John dengan gelar Super Champion-nya di cabor tinju juga berjuang keras disemua latihannya, termasuk juga Daud Jordan yang harus membiayai sendiri sasananya. Bahkan, smesh jumping-nya Liem Swie King yang mematikan di era keemasan cabor bulutangkis juga berasal dari proses latihan yang berkelanjutan karena tidak ada prestasi tanpa proses panjang.

Bekerja di bidang olahraga tidak harus selalu milik para calon atlit profesional atau para pengamat atau komentator olahraga yang sudah sering mondar-mandir di berbagai acara olahraga di televisi.

Para penggemar olahraga juga bisa menciptakan lapangan kerja dari aktivitasnya sebagai penggemar olahraga. Ada beberapa contoh pekerjaan dibidang olahraga yang bisa dilakukan untuk para penggemar dan penikmat acara olahraga. Antara lain sebagi Vlogger/Youtuber Olahraga.

Selain itu juga bisa menjadi seorang koordinator acara olahraga mulai dari proses awal sampai akhir acara. Pekerjaan seorang koordinator di acara olahraga termasuk mengatur akomodasi para atlit dan perwakilan klub atau organisasinya, membuat jadwal acara, mempersiapkan keamanan, venue, mengakomodir media, tim medis hingga mengurus segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk keberlangsungan acara.

Mengembangkan Industri Olahraga

Kini olahraga tidak sekedaar hobi, tetapi sudah berkembang menjadi jenis profesi yang sangat menjanjikan. Olahraga juga melahirkan jenis-jenis pekerjaan dengan penghasilan yang menggiurkan.

Perluasan lapangan kerja warga bangsa kini bisa dilakukan dengan mengembangkan industri olahraga.
Penyelenggaraan event olahraga dengan biaya besar, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung mestinya juga menghasilkana output yang berarti bagi bangsa.

Output tersebut selain berupa pembangungan karakter bangsa, juga harus menjadi entitas ekonomi, industri dan sektor penyiaran dengan nilai tambah signifikan.

Tren global menunjukkan bahwa industri olahraga semakin berpotensi untuk menambah devisa negara. Sayangnya, pengembangan industri olahraga nasional kini sedang stagnan.

Belum ada terobosan kebijakan dan inisiatif model bisnis luar biasa terkait dengan industri olahraga di Indonesia. Sudah ada landasan hukum terkait dengan pengembangan industri olahraga, yakni Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Sayangnya implementasi undang-undang tersebut belum optimal. Dalam UU SKN dijelaskan bahwa industri olahraga adalah kegiatan bisnis bidang olahraga dalam bentuk produk barang dan atau jasa. Industri olahraga dapat berbentuk prasarana dan sarana yang diproduksi, diperjualbelikan, dan atau disewakan untuk masyarakat.

Industri olahraga juga dapat berbentuk jasa penyiaran kegiatan cabang olahraga sebagai produk utama yang dikemas secara profesional yang meliputi; kejuaraan nasional dan internasional, pekan olahraga daerah, wilayah, nasional, dan internasional, promosi, eksibisi, dan festival olahraga; atau keagenan, layanan informasi, dan konsultasi keolahragaan.

Tidak bisa dimungkiri bahwa industri olahraga selain bisa memberikan nilai tambah berarti juga telah memperluas lapangan kerja dan menambah ragam profesi masyarakat. Sehingga portofolio ketenagakerjaan di suatu negara spektrumnya semakin luas.

Salah satu contoh negara yang berhasil mengembangkan profesi dan industri olahraga adalah Korea Selatan. Kita patut meniru Korea Selatan terkait dengan pengembangan profesi keolahragaan di sana. Perguruan tinggi di negeri ginseng, seperti Institut Sport Science Korea sangat serius mengembangkan job description terkait dengan keolahragaan beserta turunannya.

Meskipun prestasi olahraga di Tanah Air belum menggembirakan, kita harus terus membangun industri olahraga. Penyelenggaraan event olahraga merupakan momentum kemitraan untuk mengembangkan jaringan penyiaran dan digital olahraga di Tanah Air.

Kemitraan dalam pengembangan konten penyiaran harian, peliputan berbagai event cabor dan perluasan distribusi pada jaringan linear, SVOD, OTT, digital, mobile, dan berbagai platform dan teknologi yang sedang berkembang lainnya.

Kemitraan itu menggabungkan keunggulan akses, video, teknologi, pemasaran dan inisiatif ekspansi hingga level internasional. Seperti yang selama ini dilakukan oleh Time Inc dan ASN. Yang telah mengembangkan berbagai platform media sehingga terbentuk jaringan penyiaran olahraga yang unik dan atraktif.

Saatnya pemerintah pusat dan daerah menata event olahraga menjadi daya ungkit ekonomi untuk mensejahterakan rakyat. Olahraga sudah menjadi entitas ekonomi dan industri yang melibatkan partisipasi masyarakat luas dengan effort dan dana yang luar biasa.

Olahraga bisa menjadi sarana padat karya produktif. Intensitas padat karya produktif itu akan semakin membesar searah dengan bergulirnya bermacam kompetisi atau liga. Padat karya produktif terkait dengan industri peralatan olahraga, atribut, kaos, souvenir, hingga media iklan dan promosi pertandingan.

Selain itu pembangunan stadion baru atau perawatan stadion lama hingga di tingkat desa bisa menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.

Tantangan pengembangan olahraga dimasa depan diwarnai dengan kemampuan suatu bangsa melakukan ristek di bidang olahraga. Ristek tersebut juga akan menumbuhkan industri olahraga serta melakukan banyak kegiatan eksperimental yang melibatkan ahli teknik dan laboratorium.

riset cabor olahraga (foto istimewa)

Perkembangan peralatan olahraga sangat dinamis berbanding lurus dengan perubahan dalam ilmu olahraga yang berlangsung secara cepat. Riset yang dilakukan oleh industri peralatan olahraga sekarang ini terfokus untuk mewujudkan faktor personal protective equipment (PPE).

Tujuan riset untuk mengidentifikasi karakteristik PPE yang penting bagi para atlet. Serta untuk memastikan kebutuhan mereka dan menganalisa secara kualitatif maupun kuantitatif selama atlet bermain dalam pertandingan.

PPE sangat terkait dengan berbagai aspek seperti faktor ergonomi, psikologi, dan ilmu olahraga. Riset dan industri peralatan olahraga dunia telah mengalami lompatan yang luar biasa berkat persenyawaan dengan datangnya era Industri 4.0 terutama kemajuan teknologi virtual dan simulasi.

Hal itu terlihat dengan desain peralatan olahraga melalui riset yang melibatkan teknologi canggih. Seperti penggunaan perangkat desain dari perusahaan Prancis terkemuka Dassault Systemes yang terdiri dari aplikasi, layanan, dan metodologi yang membahas kebutuhan unik pelanggan di industri peralatan olahraga. (Totoksis).*

Haornas industri olahraga profesi atlet

Related Post

  1. author

    […] — Bangsa Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tiap 9 September. Menjelang Haronas tahun ini, Senin, 9 September 2019, dunia olahraga digegerkan […]

Leave a reply