Penunggak BPJS Kesehatan Akan Didatangi ‘Debt Collector’

28 views

BPJS Kesehatan

Reaktor.co.id, Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mengerahkan penagih utang (debt collector) ke rumah-rumah warga yang menunggak iuran BPJS Kesehatan di atas empat bulan.

Ribuan penagih utang itu adalah petugas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan menagih langsung ke peserta yang menunggak pembayaran iuran.

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’ruf, BPJS memiliki kader JKN yang akan datang ke rumah-rumah warga.

“Bukan debt collector ya tapi kader JKN. Mereka ini bertugas untuk membantu menjadi jembatan antara BPJS Kesehatan dengan masyarakat atas kendala-kendala yang terjadi di fasilitas kesehatan apapun informasi yang disampaikan tentu harus direspons oleh BPJS Kesehatan,” ujar Iqbal, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Tugas para debt collector versi BPJS Kesehatan itu ialah penagihan peserta dengan cara menelepon atau telekolekting dan SMS. Namun, untuk kader JKN yang akan menagih, sistematika penagihan akan dilakukan ke tiap-tiap rumah dengan sopan dan tentu dengan cara-cara yang baik.

“Penagihan ke peserta itu sudah kita lakukan entah dengan menelpon, kalau yang kader JKN untuk kondisi peserta mandiri yang mengalami durasi menunggaknya di atas 4 bulan, perlu didatangi ke rumah dengan sopan dan dengan tentu cara-cara yang baik untuk menyampaikan ada tanggung jawab di sana,” ujarnya dilansir okezone.com.

Di sisi lain, Koordinator BPJS Watch, Indra Munaswar, menilai penagihan iuran BPJS Kesehatan ala debt collector itu menakut-nakuti dan mengancam masyarakat.

“Justru lebih pada menakut-nakuti masyarakat, mengancam masyarakat,” ujar Indra, Sabtu (2/11/2019).

Indra mengatakan, meski pihak BPJS telah menjelaskan maksud penagihan yang dilakukan oleh kader JKN, perlu adanya informasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait kerja para penagih tersebut.

“Walaupun sudah dijelaskan oleh direksi BPJS itu hanya seperti datang, ingetin, nggak bayar, diperiksa betul nggak tidak mampu, kenapa tidak mampu, bagaimana penghasilannya, itu tugas kader JKN,” kata Indra.

“Tapi yang beredar di masyarakat ‘kan langsung tidak bisa urus KTP, nggak boleh memperpanjang SIM, nggak boleh memperpanjang STNK, dan sebagainya. Ini yang harus diluruskan,” sambungnya.

Menurut Indra, kesalahan informasi ini membuat masyarakat menganggap BPJS menjadi debt collector.

“Cuma, karena terkait dengan tadi, akibatnya menimbulkan sebuah image di masyarakat, BPJS ini sudah seperti jadi debt collector,” tuturnya dikutip detik.com.*

 

BPJS Kesehatan Iuran BPJS Kesehatan

Related Post

Leave a reply