Pengembangan Profesi Penyiaran Olahraga

42 views

Harliantara

Catatan Harliantara

Indonesia pada saat ini perlu mengembangkan penyiaran olahraga secara sungguh-sungguh. Selain untuk memotifasi kegiatan keolahragaan, hal itu pada gilirannya akan mendongkrak prestasi nasional.

Reaktor.co.id – Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) sebaiknya juga menyangkut perbaikan program penyiaran olahraga.

Olahraga sangat strategis sebagai sarana pembangunan SDM. Khususnya terkait etos kerja, karakter dan kepribadian warga bangsa. Tentunya hal itu sangat penting sehingga apapun masalahnya dan berapapun biayanya, demi untuk kemajuan olahraga harus segera diatasi.

Ada dua hal penting terkait dengan prestasi olahraga, yakni masalah pembinaan atau pengembangana cabang olahraga (cabor) dan masalah pembiayaan. Baik pembiayaan untuk infrastruktur olahraga, kompetisi, event internasional, maupun pembinaan atlet.

Presiden Jokowi menekankan agar event olahraga yang diselenggarakan di Tanah Air harus sesuai dengan standar yang ditetapkan Olympic Council of Asia (OCA). Penyelenggaraan event olahraga dengan biaya besar, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung mestinya juga menghasilkana output yang signifikan.

Industri olahraga yang bernilai tambah besar bagi perekonomian antara lain berbentuk jasa penyiaran kegiatan cabang olahraga sebagai produk utama yang dikemas secara profesional. Baik yang meliputi level kejuaraan nasional dan internasional, hingga pekan olahraga daerah.

Meskipun prestasi olahraga di Tanah Air belum menggembirakan, kita harus terus membangun kemitraan untuk mengembangkan jaringan penyiaran dan digital olahraga di Indonesia.

Kemitraan dalam pengembangan konten penyiaran harian, peliputan berbagai event cabor dan perluasan distribusi pada jaringan linear, SVOD, OTT, digital, mobile, dan berbagai platform dan teknologi yang sedang berkembang lainnya.

Kemitraan itu menggabungkan keunggulan akses, video, teknologi, pemasaran dan inisiatif ekspansi hingga level internasional. Seperti yang selama ini dilakukan oleh Time Inc dan ASN. Yang telah mengembangkan berbagai platform media sehingga terbentuk jaringan penyiaran olahraga yang unik dan atraktif.

Penyelenggaran event olahraga lokal maupun internasional merupakan momentum untuk mengawinkan atau mensinergikan bidang ilmu komunikasi dengan bidang keolahragaan.

Saatnya perguruan tinggi khususnya fakultas ilmu komunikasi bersinergi dengan fakultas ilmu keolahragaan untuk mensukseskan event olah raga serta memberi sajian penyiaran olahraga yang menarik bagi publik.

Ilustrasi penyiaran olahraga

Indonesia membutuhkan peran para ahli komunikasi olahraga dan media atau Sport Communication and Media (SCM). Jurusan ilmu komunikasi perlu mempersiapkan mahasiswa untuk mengisi berbagai bidang dan tanggung jawab profesi media olahraga yang menarik pada era Industri 4.0.

Para mahasiswa SCM mesti belajar keterampilan profesional lanjutan yang diperlukan untuk berkomunikasi secara efektif di berbagai platform media olahraga.

Dalam tataran global SCM menawarkan dua pilihan kepada para mahasiswa yakni penyiaran olahraga (Sport Broadcasting) dan komunikasi atletik dan promosi (Atletic Communication and Promotion). Yang akan menjadi ahli merencanakan, membuat dan mendistribusikan produksi multimedia untuk publikasi dan siaran olahraga.

Mereka juga perlu magang di industri penyiaran olahraga terkemuka dunia seperti Boston Red Sox, CBS Sports, The Dan Patrick Show, ESPN, Fox Sports World, HBO Sports, NBC Sports dan sebagainya. (*)

Harliantara, Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Unitomo. Fasilitator Komunikasi Encourage Training Centre Bandung.

Sport Communication and Media (SCM)

Related Post

Leave a reply