Pemerintah Butuh 100.000 CPNS, Seleksi Oktober 2019  

69 views

Seleksi CPNS 2018 (cpnsindonesia.com)

Reaktor.co.id – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali akan menggelar seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Tes CPNS 2019 akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Dikutip dari situs resmi Badan Kepegawaian Nasional (BKN), ada dua jenis pilihan seleksi ASN 2019 ini, yakni seleksi CPNS dan P3K Tahap Kedua. Total kebutuhan ASN nasional 2019 sebanyak 254.173 orang yang mencakup 100.000 formasi CPNS dan 100.000 formasi P3K Tahap Kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi P3K Tahap Pertama.

Pelaksanaan seleksi akan berlangsung di 108 titik lokasi yang disediakan BKN di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, memprediksi peserta seleksi akan mencapai 5,5 juta. Pada pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 total pelamar sebanyak 3.636.251 juta, dengan rincian jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791. Selanjutnya formasi CPNS 2018 Provinsi Papua diberikan sebanyak 12.831 dan Provinsi Papua Barat sejumlah 6.208.

Sementara untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap Pertama sejumlah 51.293 peserta melampaui passing grade. Formasi P3K Tahap Pertama ini dibuka khusus bagi tenaga honorer dengan jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, Dosen dan Tenaga Kependidikan PTN baru, serta Penyuluh Pertanian.

Kendala seleksi CPNS 2018

Kepala BKN juga menyampaikan empat kendala yang dialami pelamar CPNS 2018 sehingga gagal di tahap seleksi administrasi. Pertama, database kependudukan yang tidak update, terutama kesulitan pelamar melakukan update Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) daerah dan pusat.

Kedua,sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi Pendidikan yang dipersyaratkan. Ketiga, KTP yang diunggah pelamar tidak jelas/bukan KTP asli. Keempat, sejumlah dokumen pendukung yang dilampirkan tidak lengkap.

“Beberapa permasalahan ini yang menjadikan peserta tidak memenuhi syarat administrasi,” kata Kepala BKN.

Formasi lowongan

Formasi apa saja yang dibutuhkan pemerintah? Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan, seleksi CPNS 2019 diprioritaskan untuk guru dan tenaga kesehatan. Ia memastikan tidak akan ada tenaga administrasi yang direkrut tahun ini.

“CPNS itu tetap tenaga-tenaga yang teknis profesional, tetap guru, tenaga kesehatan, kemudian tenaga-tenaga yang akan ditempatkan Kementerian/Lembaga juga teknis profesional. Jadi tenaga administrasi tidak akan direkrut,” ujar Syafruddin usai membuka rapat koordinasi pengadaan CPNS di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Sedangkan formasi untuk lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau pegawai setara PNS juga diprioritaskan untuk guru dan tenaga kesehatan. Formasi tersebut tengah berupaya dipenuhi pemerintah karena jumlahnya masih kurang.

“PPPK tetap guru dan tenaga kesehatan. Para dokter-dokter Puskesmas kita ini baru 75% Puskesmas kita kekurangan dokter,” kata menPAN-RB. (AF)*

bkn menpan-rb PPPK reaktor seleksi cpns setara pns

Related Post

  1. author

    […] bisa bekerja di rumah adalah yang menguasai teknologi informasi (IT). Oleh karenanya, sejak 2014, rekrutmen CPNS dilakukan dengan sistem IT agar CPNS yang direkrut memahami IT. Diharapkan, hal tersebut diterapkan […]

Leave a reply