Pemberian Gelar Pahlawan Nasional, Siapa Pahlawan Masa Kini ?

36 views

Peringatan Hari Pahlawan 2019 bertema “Aku Pahlawan Masa Kini. Definisi pahlawan masa kini pada hakekatnya adalah warga bangsa Indonesia yang telah memperlihatkan karya unggul, kepeloporan, serta kerelaan berkorban dalam membela atau memperjuangkan kepentingan rakyat.

Reaktor.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh Indonesia. Pemberian gelar itu diterima langsung oleh para ahli waris di Istana Negara.

Prosesi pemberian gelar Pahlawan Nasional itu berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/11/2019), pukul 13.30 WIB.

Ada enam tokoh dari berbagai wilayah di Indonesia yang menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional.Gelar tersebut diberikan presiden sesuai dengan Keppres Nomor 120/TK/Tahun 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Gelar tersebut diterima oleh para ahli waris.

Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan dr Terawan, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, hingga Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Aziz, para pimpinan DPR dan pimpinan MPR, kemudian hadir juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hingga Meutya Hatta.

Berikut ini nama penerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun ini :

1. Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat
2. Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko) dari Sulawesi Tenggara
3. Prof dr M Sardjito dari DI Yogyakarta
4. KH Abdul Kahar Mudzakkir dari DI Yogyakarta
5. A A Maramis dari Sulawesi Utara
6. KH Masjkur dari Jawa Timur

 

 

Pertempuran Dahsyat Sepanjang Sejarah

Kata pahlawan dalam kamus besar Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata Pahla dan Wan. Pahla mengandung makna buah, sedang Wan untuk sebutan orangnya.

Pertempuran besar di Surabaya pada 10 November 1945 antara rakyat Indonesia dengan pasukan sekutu Britania Raya merupakan revolusi kemerdekaan yang digerakkan oleh para pemuda dan pelajar.

Pertempuran Surabaya sangat dahsyat sepanjang sejarah dunia, menyebabkan sekitar 16 ribu pejuang gugur di medan perang sebagai kusuma bangsa. Perang yang dahsyat itu berlangsung selama 20 hari.

Sebagian besar yang gugur adalah para pemuda dan pelajar. Semangat juang yang oleh Bung Tomo digambarkan bagaikan banteng-banteng ketaton dalam medan laga yang tidak takut mati karena disemangati oleh pekik takbir dan seruan merdeka.

Kehebatan revolusi Surabaya 1945 yang digerakkan oleh pemuda dan pelajar diabadikan di Imperial War Museum di London, Inggris. Ada sebuah foto yang menarik, seorang anak muda sekitar 12 tahun digiring oleh serdadu Gurkha dengan bayonet terhunus.

Penjelasan foto itu adalah: “Anak ini tertangkap setelah terkena tembakan pada kakinya dan pincang. Sebelumnya anak ini menembaki pasukan Sekutu dan melemparkan granat”. Inilah bukti sejarah betapa hebatnya daya juang, militansi dan semangat totalitas yang dipersembahkan untuk bangsanya.

Ribuan pejuang yang meninggal dalam pertempuran dimakamkan di Taman Kusuma Bangsa, Ngagel dan pemakaman umum Tembok, Pegirian, Tembaan, serta makam umum di kampung-kampung Surabaya. Banyak di antara mereka adalah pahlawan tidak dikenal dan masih berusia belia.

Pertempuran Surabaya 10 November 1945 benar-benar melibatkan arek-arek yang tiada lain adalah pemuda dan pelajar. Para pejuang itu sangat belia, usianya antara 12 hingga 25 tahun. Mereka ini masih pelajar SMP hingga SMA. Yang sebagian bergabung dalam TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar). Di antaranya ada yang sudah kuliah di perguruan tinggi, serta ada pula yang sudah dilatih sebagai tentara Heiho dan PETA.

Hari Pahlawan menjadi spirit bagi pemuda pelajar zaman sekarang untuk terus berjuang untuk kejayaan bangsanya. Bentuk pertempuran pemuda pelajar zaman sekarang tersebar di berbagai bidang dan medan di seluruh dunia.

Pemuda zaman sekarang berpotensi menjadi pahlawan masa kini yang mewarisi semangat 10 November. Perlu estafet daya juang dan menyambung cita-cita para pahlawan muda yang gugur dalam pertempuran Surabaya. (TS).*

pahlawan masa kini pahlawan nasional

Related Post

Leave a reply