Mulai Dominasi Tempat Kerja 2020, Ini Karakteristik Pekerja Milenial

129 views

 

pekerja milenial

Reaktor.co.id — Generasi milenial adalah salah satu dari lima tren yang memengaruhi masa depan dunia kerja atau pekerjaan. Empat tren lainnya adalah globalisasi, teknologi, perilaku, dan mobilitas baru.

Generasi milenial mulai menominasi tempat kerja mulai 2020.

“Pada tahun 2020, 50 persen dari tenaga kerja diperkirakan terdiri dari milenial dan pada tahun 2025 angka itu diharapkan menjadi 75 persen dari tenaga kerja,” kata konsultan karier milenial, Dan Schawbel, dikutip dari Huffington Post.

Karakteristik Pekerja Milenial

Generasi milenial memiliki karakteristik berbeda dengan angkatan kerja sebelumnya.

Menurut hasil studi Gallup (2016), para milenial dalam bekerja memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya

Karakteristik pekerja milenial di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pekerja milenials bekerja bukan hanya sekedar untuk menerima gaji, tetapi juga untuk mengejar tujuan (sesuatu yang sudah dicitacitakan sebelumnya).
  2. Milennials tidak terlalu mengejar kepuasan kerja, namun yang lebih milenials inginkan adalah kemungkinan berkembangnya diri mereka di dalam pekerjaan tersebut (mempelajari hal baru, skill baru, sudut padang baru, mengenal lebih banyak orang, mengambil kesempatan untuk berkembang, dan sebagainya).
  3. Milennials tidak menginginkan atasan yang suka memerintah dan mengontrol.
  4. Milennials tidak menginginkan review tahunan, milenials menginginkan on going conversation.
  5. Milennials tidak terpikir untuk memperbaiki kekuranganya, milenials lebih berpikir untuk mengembangkan kelebihannya.
  6. Bagi milennials, pekerjaan bukan hanya sekedar bekerja namun bekerja adalah bagian dari hidup mereka.

Karakteristik lain pekerja milenlial adalah cenderung tidak loyal dan berpindah-pindah tempat kerja. Dilansir Quartz at Work, sebuah hasil survei menunjukkan, uang akan menarik milelial untuk bekerja, namun uang tidak akan membuat mereka setia.

Uang akan menarik milenium ke pekerjaan, tetapi itu tidak akan membuat mereka loyal. Uang bukanlah satu-satunya hal yang memotivasi pekerja milenial. Generasi milenial lebih peduli pada keragaman, inklusi, dan fleksibilitas daripada uang ketika harus tinggal bersama perusahaan untuk jangka panjang.

Profil Generasi Milenial

Siapa generasi atau pekerja milenial?

Istilah “milenial” pertama kali dicetuskan oleh William Strauss dan Neil dalam buku Millennials Rising: The Next Great Generation (2000) tahun 1987, saat anak-anak yang lahir tahun 1982 masuk pra-sekolah.

Saat itu media mulai menyebut sebagai kelompok yang terhubung ke milenium baru di saat lulus SMA di tahun 2000.

Menurut Elwood Carlson dalam The Lucky Few: Between the Greatest Generation and the Baby Boom (2008), generasi milenial adalah mereka yang lahir dalam rentang tahun 1983 sampai dengan 2001.

Benesik, Csikos, dan Juhes (2016) mengidentifikasi generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-1995.

Stafford dan Griffis (2008) menyatakan generasi milenial adalah populasi yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan 2000.

Sebutan bagi generasi milenial beragam.  Zemke et al (2000) menyebut generasi milenial dengan istilah “Nexters” yang lahir tahun 1980-1999.

Oblinger (2005) menyebut generasi milenial dengan istilah Generasi Y/NetGen, lahir antara 1981-1995. Tapscott (1998) menyebut generasi milenial dengan istilah “Generasi Digital” (Digital Generation) yang lahir antara tahun 1976-2000.

Generasi Milenial

Sebelum generasi milenial, ada “Generasi X” yang lahir pada rentang tahun 1960-1980. Generasi sebelumnya dikenal dengan sebutan “Baby Boomers” yang lahir pada rentang tahun 1946-1960.

Generasi Baby Boom terlahir pada masa Perang Dunia Kedua telah berakhir sehingga perlu penataan ulang kehidupan. Disebut Generasi Baby Boom karena di era tersebut kelahiran bayi sangat tinggi.

Sebelum generasi Baby Boomer, yang lahir sebelum tahun 1946, disebut silent generation, traditionalist, generasi veteran, dan matures.

Generasi setelah generasi milenial–lahir rentang tahun 2001 sampai dengan 2010– disebut disebut “Generasi Z ” yang merupakan peralihan dari Generasi Y (milenial).

Mereka yang lahir setelah tahun 2010 hingga sekarang disebut “Generasi Alpha”, lanjutan dari generasi Z. Mereka sudah mengenal dan sudah berpengalaman dengan gadget, smartphone dan kecanggihan teknologi lainnya ketika usia mereka yang masih dini.

Profesi Generasi Milenial

Generasi milenial memasuki dunia kerja mulai 2018 dan mulai dominan 2020. Para milenials memiliki bermacam-macam profesi.

Karena dibesarkan oleh kemajuan teknologi, generasi milenial memiliki ciri-ciri kreatif, informatif, mempunyai passion dan produktif. Dibandingkan generasi sebelumnya, mereka lebih berteman baik dengan teknologi.

Generasi atau pekerja milenial merupakan generasi yang melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan. Hampir seluruh individu dalam generasi ini memilih menggunakan ponsel pintar (smartphome).

Dengan menggunakan perangkat tersebut, para millennials dapat menjadi individu yang lebih produktif dan efisien.

Dari perangkat tersebut mereka mampu melakukan apa pun, dari sekadar berkirim pesan singkat, akses situs pendidikan, bertransaksi bisnis online, hingga memesan jasa transportasi online.

Generasi ini juga mempunyai karakteristik komunikasi yang terbuka, pengguna media sosial yang fanatik, kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi, serta lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi. Mereka pun terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekelilingnya.

Hasil studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley tahun 2011 di Amerika Serikat tentang generasi milenial USA adalah sebagai berikut;

  1. Minat membaca secara konvensional kini sudah menurun karena Generasi Y lebih memilih membaca lewat smartphone.
  2. Milenial wajib memiliki akun sosial media sebagai alat komunikasi dan pusat informasi.
  3. Milenial pasti lebih memilih ponsel daripada televisi. Menonton sebuah acara televisi kini sudah tidak lagi menjadi sebuah hiburan karena apa pun bisa mereka temukan di telepon genggam.
  4. Milenial menjadikan keluarga sebagai pusat pertimbangan dan pengambil keputusan mereka.

Generasi milenial juga memiliki peluang dan kesempatan berinovasi yang sangat luas. Terciptanya ekosistem digital berhasil menciptakan beraneka ragam bidang usaha tumbuh menjamur di Indonesia. Terbukti dengan semakin menjamurnya perusahaan/usaha online, baik di sektor perdagangan maupun transportasi.*

Sumber: Huffington Post, Quartz at Work, Profil Generasi Milenial Indonesia, Ivy Business Journal.

 

Generasi Milenial Pekerja Milenial

Related Post

Leave a reply