Pekerja Migran Indonesia Hadapi Dua Masalah Utama

60 views

Kasus tidak betah bekerja adalah kasus yang paling banyak terjadi di kalangan pekerja migran, selain gaji yang tidak dibayarkan.

Pekerja Migran

Ilustrasi Pekerja Migran. Foto: Pixabay

Reaktor.co.idPekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini menghadapi dua masalah utama. Dua masalah ini berawal dari sebelum para migran itu melakukan perjalanan ke luar negeri, yakni keberangkatan tidak sesuai prosedur dan tidak memahami hukum keimigrasiaan negara tujuan.

Hal itu dikemukakan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, di Balikpapan, Minggu (17/11/2019).

“Permasalahan keimigrasiaan dan permasalahan ketenagakerjaan. Data statistik yang kami punya yaitu keimigrasian diikuti oleh kasus ketenagakerjaan,” ungkap Judha dilansir Sindonews.

Menurut Judha, hal ini mencerminkan bahwa banyak warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan proses migrasi ke luar negeri secara tidak aman.

“Mereka tinggal di luar negeri tanpa dokumen yang benar, kemudian tanpa izin tinggal yang sah di negara yang bersangkutan,” jelasnya.

Judha menjelaskan, ada dua hal yang menyebabkan hal itu terjadi. Pertama, sejak awal pemberangkatan WNI yang bersangkutan tidak sesuai prosedur. Contohnya, adalah penggunaan visa kunjungan wisata untuk bekerja.

“Visa kunjungan wisata tujuannya hanya untuk wisata, tidak untuk bekerja. Nah, ketika mereka sudah selesai kunjungan wisatanya, mereka overstay di sana dan kemudian bekerja. Itu yang kemudian menyebabkan mereka undocumented,” jelasnya.

Yang kedua, para WNI tersebut telah berangkat sesuai prosedur, mendapatkan izin kerja, tapi kemudian mereka tidak dibekali dengan pemahaman mengenai hukum keimigrasiaan negara setempat. Sebagai contoh, izin tinggal dan izin bekerja itu melekat kepada pemberi kerja.

Ketika WNI tidak betah bekerja, ia tidak bisa serta merta pindah majikan. Ia harus lapor ke imigrasi setempat.

“Karena ketidakpahaman mereka, tidak betah bekerja, mereka pindah majikan tanpa prosedur yang benar sehingga dia menjadi undocumented,” terangnya.

Judha juga mengungkapkan kasus tidak betah bekerja adalah kasus yang paling banyak terjadi, selain gaji yang tidak dibayarkan. Ini mencerminkan proses keberangkatan pekerja migran tidak dipersiapkan dengan baik.

“Diberikan pemahaman, mentalnya juga harus dikuatkan, bahwa bekerja ke luar negeri akan membuat hidup dalam budaya yang berbeda, kultur yang berbeda. Penguatan itu yang perlu dilakukan, sehingga aspek yang tidak bekerja ini bisa kita tekan,” katanya.*

 

Pekerja Migran

Related Post

Leave a reply