Banyak Pekerja Migran Indonesia di Australia Mendapatkan Upah di Bawah Standar

72 views

Pekerja Indonesia di Australia dengan upah di bawah standar diimbau tidak sungkan melapor. Fair Work Ombudsman memberikan layanan bantuan bagi pekerja di Australia, termasuk pekerja migran, soal hak mereka di tempat kerja.

Fair Work Ombudsman Australia

Reaktor.co.id — Banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Australia, khususnya dari kalangan pelajar, masih mendapatkan upah di bawah standar.

Pihak Fair Work Ombudsman Australia mengatakan, pekerja Indonesia di Australia dengan upah di bawah standar jangan sungkan melapor.

Dalam sebuah pernyataan di konferensi tahunan awal bulan ini, Fair Work Ombudsman mengatakan, pendekatan lebih tegas akan dilakukan bagi pemilik usaha di Australia yang tidak patuh pada aturan soal upah minimum.

“Kami juga akan menggunakan kekuatan baru dan secara terbuka menyebutkan nama pengusaha yang melanggar hukum,” ujar Sandra Parker dari Fair Work Ombudsman dikutip ABC Indonesia.

Menurut Sandra, langkah itu diambil untuk mengirimkan pesan bahwa membayar pekerja dengan di bawah upah minimum atau merampas hak mereka adalah hal yang tidak bisa diterima.

“Pengusaha yang melakukan hal ini akan ketahuan,” tegasnya.

Saat ini upah minimum nasional di Australia adalah $18,93, atau lebih dari Rp 186 ribu per jam sebelum pajak. Para pekerja casual mendapatkan tambahan 25 persen.

Kebanyakan pekerja, khususnya pelajar, tidak merasa keberatan mendapat upah dibawah standar minimum di Australia.

Warga Indonesia di Sydney, Ira Nurmaulina, mengaku pernah bekerja di sebuah restoran yang memberikannya upah di bawah minimum.

Saat itu ia baru pertama kali datang ke Australia dan mendapatkan pekerjaan di sebuah restoran jaringan asal Jepang yang juga memiliki puluhan cabang di Indonesia.

“Saya dibayar di bawah standar minimum dan mereka juga memanipulasi jam kerja kerja, supaya yang dilaporkan ke pemerintah sesuai aturan,” akunya.

Ira mengaku hanya dibayar $11 per jam dengan waktu kerja dalam sepekan sekitar 30 jam, sebelum akhirnya memutuskan keluar setelah dua bulan bekerja.

Ira mengatakan, banyak pelajar Indonesia yang bekerja di restoran tersebut, tapi tidak ada di antara mereka yang mengeluhkan soal upah dibawah minimum, apalagi berniat untuk melaporkannya.

“Sepertinya karena masalah uang ya, karena mahasiswa itu memang mengincar uang, yang penting bisa kirim uang ke Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya banyak restoran di Sydney yang memperkerjakan pelajar dengan upah dibawah standar, dengan salah satu alasannya adalah karena pelajar itu sendiri butuh pekerjaan.

“Saya perhatikan para pelajar itu rata-rata memiliki masalah dengan bahasa, jadi sedikit susah untuk menemukan pekerjaan.”

Pihak Fair Work Ombudsman melakukan sejumlah langkah untuk menanggapi permohonan bantuan dari para pekerja yang merasa mendapat perlakuan tidak adil, termasuk melakukan audit secara proaktif setiap tahun di sejumlah lokasi dan area industri.

“Pengusaha harus memahami jika kita tidak hanya mengandalkan permohonan bantuan dari pekerja dalam melakukan kegiatan audit,” ujar juru bicara Fair Work Ombudsman.

Ia menegaskan, seluruh pekerja di Australia memiliki hak yang sama, terlepas dari apa jenis visa mereka. Memberikan bantuan kepada pekerja migran terkait hak mereka menjadi prioritas Fair Work Ombudsman.

Fair Work Ombudsman meminta agar para pekerja yang memiliki kekhawatiran soal hak mereka untuk menghubungi lembaganya, baik lewat situs Fair Work, atau telepon 13 13 94 dan 13 14 50 untuk layanan terjemahan.

Para pekerja juga bisa memberikan laporan tanpa nama dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya, termasuk bahasa Indonesia melalui situs ABC Indonesia.

Aplikasi Record My Hours juga kini sudah tersedia bagi pekerja untuk dapat mencatat jumlah jam kerja dan informasi lainnya terkait pekerjaan mereka. (R1).*

Hak Pekerja di Australia

  1. Upah minimum nasional di Australia saat ini adalah $18,93 per jam sebelum pajak.
  2. Semua pekerja di Australia memiliki hak yang sama, terlepas dari jenis visa yang dimiliki.
  3. Pekerja bisa membuat laporan soal ketidakadilan di tempat kerja secara anonim dalam bahasa Indonesia (ABC Indonesia).

 

Pekerja Migran Pengupahan Upah Buruh upah minimum

Related Post

Leave a reply