Pekerja Indonesia Perlu Kursus Teknologi

85 views

Pekerja harus memiliki kemampuan pengoperasian komputer dan bersikap fleksibel, tangkas, dan mudah beradaptasi dengan perubahan. Pekerja juga harus punya kemampuan manajemen dan menentukan prioritas.

Buruh Pekerja Karyawan Pegawai

Reaktor.co.id — International Business Machines (IBM) Indonesia menilai, sejumlah perusahaan perlu meningkatkan kemampuan para pekerjanya dalam mengoperasikan teknologi, seiring dengan perkembangan teknologi yang makin cepat.

Berdasarkan hasil studi IBM Institute for Business Value (IBV), dalam tiga tahun ke depan, sekurangnya 120 juta pekerja di 12 industri perekonomian terbesar di dunia, termasuk Indonesia, perlu mendapat pelatihan ulang. Hal itu sebagai dampak revolusi industri dengan hadirnya kecerdasan buatan dan kecerdasan automasi.

Laporan IBM IBV juga menyebutkan waktu yang dibutuhkan untuk menutup kesenjangan kemampuan melalui pelatihan meningkat 10 kali dalam 4 tahun terakhir.

Pada 2014, hanya dibutuhkan 3 hari untuk melatih kemampuan menggunakan teknologi melalui pelatihan di perusahaan. Pada 2018 untuk pelatihan yang sama membutuhkan 36 hari, karena teknologi berkembang.

Para eksekutif memiliki perubahan pandangan mengenai kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh pegawai.

Pada 2016, para eksekutif masih menempatkan kemampuan teknik dan pengoperasian komputer serta aplikasi sebagai dasar kemampuan yang harus dimiliki setiap karyawan. Dalam dua tahun, kondisi tersebut berubah.

Pada 2018, para eksekutif justru lebih membutuhkan kemampuan bersikap fleksibel, tangkas, dan mudah beradaptasi dengan perubahan, serta kemampuan manajemen dan menentukan prioritas.

Menurut Associate Partner Global Business Services IBM, Andrian Purnama, kemampuan beradaptasi dibutuhkan karena perkembangan teknologi berjalan begitu cepat.

Saat ini pekerja dengan kemampuan yang mumpuni belum cukup bagi sebuah perusahaan. Pekerja tersebut harus dapat menggunakan teknologi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

Adrian mencontohkan seorang pekerja yang dapat menyelesaikan ratusan pekerjaan. Namun, saat diharuskan menggunakan teknologi dalam bekerja dan membuat laporan, pekerja tersebut hanya mampu menyelesaikan sedikit pekerjaan.

Hal itu akibat sang pekerja kesulitasn dalam beradaptasi dan kurang memahami mengoperasikan teknologi baru.

Program Triple Skilling

Pemerintah mulai menjalankan konsep triple skilling guna mengatasi ketimpangan skill angkatan kerja Indonesia.

Menurut Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, saat ini penguasaan keterampilan (skill) menjadi syarat wajib yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia ketenagakerjaan dengan perubahan pasar kerja yang semakin dinamis (fleksibel).

“Skill memang paling penting bagi angkatan kerja. Mereka dapat memproteksi diri mereka sendiri jika mereka memiliki skill yang baik,” ujarnya dalam siaran pers.

Pemerintah menyediakan pelatihan vokasi dalam bentuk pemberian hard and soft skills secara masif, tanpa memandang usia dan latar belakang belakang pendidikan melalui triple skilling (skilling, upskilling, dan reskilling) bagi SDM Indonesia.

Skilling berarti mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja.

“Upaya tersebut juga didukung dengan adanya program reskilling dan upskilling agar para pekerja yang terdampak job shifting bisa memperoleh keterampilan sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia kerja,” katanya.

Selain itu, mereka juga didorong untuk masuk ke job creation, yaitu SDM yang fokus berinovasi dan mengembangkan diri menjadi wirausaha dan sociopreuner.

Untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan dunia kerja, konsep triple skilling tersebut harus terus dikembangkan melalui beberapa peningkatan di berbagai bidang.

Pertama, pemerintah Indonesia melakukan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) melalui konsep rebranding, reorientasi, dan revitalisasi (3R).

“Kedua, konsep triple skilling untuk pembangunan SDM/peserta pelatihannya. Dan yang ketiga instruktur di BLK harus terus ditingkatkan keahliannya sehingga kita siap memasuki era industri 4.0 ke depan,” ucap Putri (RL/Bisnis).*

 

Pekerja Pelatihan Teknologi

Related Post

Leave a reply