Pansel Sisakan 20 Capim, KPK Gusar

72 views

KPK menilai, dari 20 Capim yang dinyatakan lulus oleh Pansel masih ada yang memiliki catatan mulai dari tidak patuh melapor LHKPN hingga rekam jejak merintangi tugas KPK

Gedung KPK

Reaktor.co.id, Jakarta – Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Yenti Garnasih, mengumumkan 20 orang calon yang lulus dari 40 orang sebelumnya yang mengikuti profile assessment di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Jumat 23 Agustus 2019.

Menariknya, pada tahap ini, komisioner KPK Laode M Syarif ternyata tidak lolos. Sebelumnya, komisioner petahana Basaria Pandjaitan telah lebih dahulu gagal pada tahap tes psikologi. Satu-satunya komisioner petahana yang masih bertahan adalah Alexander Marwata.

Ke-20 nama Capim KPK yang lulus tes profile assessment, dilihat dari latar belakang profesinya terdiri atas: akademis atau dosen 3 orang, advokat 1 orang, jaksa 3 orang, pensiunan jaksa 1 orang, hakim 1 orang, anggota Polri 4 orang, auditor 1 orang, komisioner dan pegawai KPK 2 orang, PNS 2 orang, karyawan BUMN 1 orang, dan 1 orang penasihat menteri.

Menurut Yenti, 20 Capim yang lulus bakal menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. Setelah itu, mereka bakal mengikuti sesi wawancara dan uji publik pada 27-29 Agustus 2019 di Kemensetneg.

Setelah ini para Capim yang lulus akan menjalani tes kesehatan di RSPAD. Barulah kemudian mereka akan menjalani wawancara dan uji publik pada 27-29 Agustus 2019 di Kemensetneg.

Respons KPK

Melalui juru bicaranya, Febri Diansyah, KPK menanggapi dengan kritis profil 20 nama Capim ini. Apa pasal? Menurut KPK, dari 20 Capim itu masih ada yang memiliki catatan mulai dari tidak patuh melapor LHKPN hingga rekam jejak merintangi tugas KPK.

“Dari 20 nama yang lolos hasil tes profile assessment terdapat sejumlah calon yang bisa dikatakan punya rekam jejak cukup baik, namun masih ada nama-nama yang teridentifikasi memiliki catatan,” ungkap Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23 Agustus 2019).

Febri mengungkapkan beberapa catatan dimaksud, antara lain tak patuh melapor LHKPN, diduga pernah menerima gratifikasi/suap, sampai menghambat kerja KPK. Karenanya, KPK akan menelusuri rekam jejak 20 Capim tersebut.

“Ketidakpatuhan dalam pelaporan LHKPN, dugaan penerimaan gratifikasi, dugaan perbuatan lain yang pernah menghambat kerja KPK, dugaan pelanggaran etik saat bekerja di KPK, dan lain-lain. KPK akan membahas kembali rencana lanjutan penelusuran rekam jejak setelah pansel mengumumkan 20 nama tadi sore,” imbuhnya.

Dari 20 nama Capim itu, lanjut Febri, 18 orang di antaranya pernah melaporkan LHKPN sejak menjadi penyelenggara negara, 2 orang sisanya bukan pihak yang wajib melaporkan LHKPN karena berprofesi sebagai dosen.

Selain itu, terhitung 1 Januari 2019- 31 Maret 2019, hanya ada 9 orang yang melapor LHKPN tepat waktu. Sementara yang terlambat melaporkan LHKPN itu ada 5 orang dari unsur Polri, Kejaksaan, dan Sekretariat Kabinet (Seskab). Adapun yang tidak melaporkan LHKPN: unsur Polri dan karyawan BUMN.

Ada 9 orang yang melaporkan LHKPN tepat waktu, yakni pegawai dari unsur KPK, Polri, Kejaksaan, BPK, mantan LPSK, Dekan, Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Daftar Nama 20 Capim KPK periode 2019-2023

1. Alexander Marwata (Komisioner petahana KPK)
2. Antam Novambar (Anggota Polri)
3. Bambang Sri Herwanto (Anggota Polri)
4. Cahyo RE Wibowo (Karyawan BUMN)
5. Firli Bahuri (Anggota Polri)
6. I Nyoman Wara (Auditor BPK RI)
7. Jimmy Muhamad Rifai Gani (Penasihat Menteri Desa)
8. Johanis Tanak (Jaksa aktif)
9. Lili Pintauli Siregar (Advokat)
10. Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen)
11. Jasman Pandjaitan (Pensiunan Jaksa)
12. Nawawi Pomolango (Hakim aktif)
13. Neneng Euis Fatimah (Dosen)
14. Nurul Ghufron (Dosen)
15. Roby Arya (PNS Seskab RI)
16- Sigit Danang Joyo (PNS Kemenkeu RI)
17. Sri Handayani (Anggota Polri)
18. Sugeng Purnomo (Jaksa aktif)
19. Sujanarko (Pegawai KPK)
20. Supardi (Jaksa aktif)

 

komisioner kpk LHKPN pansel capim kpk reaktor yenti ganarsih

Related Post

  1. author

    […] Reaktor.co.id, Jakarta — Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) menentukan 10 nama capim KPK kepada presiden dalam rapat internal pansel. Ke-10 nama tersebut diseleksi dari 20 nama yang lolos seleksi sebelumnya. […]

Leave a reply