Pancasila dan Perwujudan Keadilan Sosial

92 views

Pelaksana tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono dalam sambutan peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019 menekankan, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saat peringatan Hari Lahir Pancasila masyarakat senantiasa mempertanyakan kapan terwujudnya keadilan sosial di negeri ini.

Pancasila yang ditetapkan sebagai dasar negara merupakan visi besar yang sudah mendunia. Pada saat ini dan mendatang Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang visioner.

Kepemimpinan yang memiliki mimpi besar, penggagas yang hebat dan pelaksana yang tangguh. Keniscayaan, di masa depan Indonesia harus dikelola oleh pemimpin visioner yang memiliki daya inovatif.

Sejarah hari lahir Pancasila tanggal 1 Juni sangat melekat dengan dialektika perjuangan dan visi Soekarno.

Tuhan telah menganugerahkan kecerdasan intelektual dan kemampuan berbahasa yang luar biasa kepada Soekarno. Dia mampu menangkap pesan-pesan lokal dan global. Lalu menyajikan kembali dengan imbuhan konsep pemikiran kerakyatan yang dinamis dan inovatif.

Generasi milenial perlu napak tilas hari kelahiran Pancasila sejak Soekarno berkontemplasi di bawah pohon Sukun di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), sewaktu diasingkannya oleh penjajah Belanda. Di bawah pohon Sukun itu, dia berimajinasi dan berkreasi merumuskan dasar negara menuju negeri harapan bersama.

Pohon Sukun memiliki nama ilmiah Artocarpus Altilis merupakan jenis pohon yang tahan kekeringan dan buahnya merupakan sumber karbohidrat yang penting.

Tanaman rimbun yang tingginya bisa mencapai puluhan meter itu selama ini sangat berguna bagi rakyat jelata sebagai bahan makanan yang enak dan bergizi.

Selain itu, daunnya juga memiliki kasiat yang hebat sebagai obat. Beberapa pakar tanaman dan farmasi menyatakan bahwa Sukun merupakan tanaman masa depan yang prospeknya luar biasa.

Daya imajinasi dan kreativitas pikir dan budi pekerti dari para pendiri negeri ini mestinya tetap diwarisi oleh generasi bangsa saat ini.

Persoalan krusial bangsa Indonesia kini adalah ketidakmampuan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila yang relevan dalam era globalisasi. Dimasa lampau meneguhkan keadilan sosial berarti melawan kolonialisme dan imperialisme. Sekarang hal itu tidaklah cukup, karena Indonesia telah masuk dalam pusaran globalisasi yang sangat sengit.

Tidak ada jalan pintas untuk mewujudkan keadilan sosial. Tetapi daya kreatifitas dan kekuatan inovasi segenap bangsa secara alamiah bisa mempercepat terwujudnya keadilan sosial. Apalagi jalan untuk mewujudkan kadilan sosial di negeri ini telah dirusak oleh praktik korupsi yang terjadi dimana-mana.

Keniscayaan, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat adalah bagian paling penting dari filosofi kenegaraan Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Bung Karno menekankan, merdeka bukan hanya dalam arti politik dan teritorial, tetapi juga dalam arti sosial dan ekonomi.

Dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, Bung Karno dengan tegas mengatakan Indonesia Merdeka tidak hanya mengejar politieke democratie (demokrasi politik) saja, tetapi juga memperjuangkan socialie rechtvaardigheid (keadilan sosial).

Tidak ada peta jalan pintas untuk mewujudkan keadilan sosial. Melainkan jalan berliku dan penuh rintangan. Faktor daya kreativitas dan kekuatan inovasi segenap bangsa secara alamiah bisa mempercepat terwujudnya keadilan sosial.

Keadilan sosial merupakan konsep yang sudah sangat tua tetapi terus berkembang sesuai dengan semangat zaman. Konsep di atas pernah menjadi perdebatan seru antara para filsuf, yakni Plato berdebat dengan Thrasymachus. Plato menyatakan sebuah negara bisa ideal jika bersandar pada empat sifat baik yakni kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.

Menurut Bung Karno, arti dari kata keadilan sosial ialah suatu masyarakat atau sifat suatu masyarakat adil dan makmur, berbahagia buat semua orang, tidak ada penghinaan, tidak ada penindasan, tidak ada penghisapan. Tidak ada exploitation de l’homme par l’homme. (Totoksis).*

 

Hari Pancasila Soekarno

Related Post

  1. author
    Indra3 weeks agoReply

    Pemerintahan saat ini hanya mengedepankan kepentingan PENGUASA bagaimana bisa keadilan sosial bagi seluruh Indonesia di rasakan rakyat.

Leave a reply