Pakar Ungkap Penyebab dan Solusi Sarjana Susah Mencari Kerja

33 views

Lowongan Kerja

Reaktor.co.id — Lagu “Sarjana Muda” Iwan Fals menggambarkan sarjana atau lulusan perguruan tinggi yang sulit mendapatkan pekerjaan. Bertahun-tahun bergelut dengan buku (kuliah/belajar), tak menjamin masa depan.

Faktanya memang demikian. Hingga kini!  Laporan khusus CNN Indonesia yang dipublikasikan Jumat, 28 Oktober 2022,  mengungkapkan kembali fakta sarjana susah mencari kerja dan penyebabnya.

Penyebab sarjana susah mencari kerja dan menganggur terutama kualifikasi mereka tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik ketidaksesuaian skill (keterampilan), pengalaman, maupun ketidakcocokan gaji.

Sarjana yang baru lulus (fresh graduate) kalah bersaing dengan yang berpengalaman. Sarjana juga kalah bersaing dengan lulusan SMA/SMK yang siap digaji rendah.

Lulusan perguruan tinggi ternama, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), tidak punya jaminan mudah mendapatkan pekerjaan. Seorang sarjana almunus IPB 2021 menceritakan pengalamannya.

Seluruh opsi kesempatan kerja, mulai dari pegawai Bank Indonesia (BI), CPNS, hingga rekrutmen di OJK, belum bisa mampir dalam hidupnya.

Ia juga mencoba peruntungan di industri manufaktur, termasuk perusahaan rintisan (startup) karya anak-anak muda. Namun, semuanya gagal.

Saat mencoba mencari kerja di daerah asal, ia pun terkendala ketika masuk tahap negosiasi gaji.

Kendala lain adalah kompetensi. Misalnya, lulusan manajemen harus bersaing dengan lulusan psikologi.

Sarjana lainnya, alumni perguruan tinggi di Semarang, mengungkapkan kendala lainnya sehingga sarjana susah mencari kerja.

Ia sempat beberapa kali maju ke tahap wawancara. Namun, ia kalah dengan kandidat lain yang lebih berpengalaman. Meski kualifikasi dari perusahaan minimal lulusan SMA/SMK, namun yang diterima adalah pelamar yang berpengalaman.

Sarjana lulusan politeknik –yang dipandang lebih siap kerja– pun menghadapi hal yang sama –susah mencari kerja.

Sarjana almunus politeknik negeri mengatakan, lowongan kerja dengan gaji di bawah standar menjadi musuh utama. Lapangan kerja yang bisa mengakomodir kualifikasi serta gelar sarjana mereka sangat minim

Ia mengatakan, kebanyakan perusahaan mencari admin dengan lulusan SMA/sederajat untuk menekan pengeluaran gaji. Pada akhirnya, ia sebagai lulusan sarjana merasa selalu terpinggirkan.

Ia tak masalah jika harus melamar kerja di bidang lain. Namun, beberapa perusahaan yang dituju enggan menerima karyawan dari jurusan lain di luar posisi terkait, termasuk dirinya yang bergelar sarjana administrasi negara.

Solusi Sarjana Sulit Cari Kerja 

Menurut ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky, banyak sarjana sekarang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, perusahaan masih perlu memberikan pelatihan tambahan kepada para karyawan baru agar kemampuannya sesuai dengan kebutuhan.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal memandang sebenarnya sektor potensial bagi sarjana muda adalah yang sesuai dengan pendidikannya.

“Jadi bukan ada tren pekerjaan. Misal sekarang yang sedang menguntungkan di perbankan, lantas semua yang engineering juga disuruh mengambil pekerjaan di perbankan. Ya nggak begitu juga. Walau pada kenyataannya banyak yang seperti itu, tapi itu tidak semestinya,” jelas Faisal.

Ia memberikan saran beberapa pilihan sektor potensial bagi generasi muda. Hal ini penting dipertimbangkan ketika ingin menempuh pendidikan di bangku kuliah agar kelak mudah mendapatkan pekerjaan.

“Jadi ini pertimbangan para generasi muda untuk mengambil kuliah. Memang trennya lebih banyak ke digital ke depan itu, mulai dari programming sampai dengan salesnya. Itu yang jelas akan terus berkembang,” jelasnya.

Faisal menyimpulkan bahwa faktor yang menentukan adalah kualitas para sarjana muda setelah mereka lulus. Jika kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pasar, maka hal itu akan mempermudah jalan mereka.

“Walaupun mereka misal lulusan information technology (IT), tapi tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan atau ada skill-skill yang kurang, ya tetap saja susah untuk diserap,” imbuhnya.

Peneliti Makroekonomi LPEM UI Teuku Riefky ikut memberikan solusi agar permasalahan ketenagakerjaan bisa teratasi.

Menurut dia, perlu ada perluasan sektor pasar tenaga kerja serta pemenuhan kualitas dan skill yang dibutuhkan dari sang pencari kerja.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Riefky mengatakan perlu kolaborasi lebih dekat antara universitas alias dunia pendidikan dengan dunia usaha serta industri.*

 

Lowongan Kerja Pengangguran Sarjana

Related Post

Leave a Reply