MenPAN-RB Umumkan Pendaftaran CPNS

77 views

Seleksi masuk ASN ( Foto ANTARA)

Reaktor.co.id – Pengumuman pendaftaran CPNS 2019 dilakukan hari ini. Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo.

Usai pengumuman, pembukaan pendaftaran CPNS 2019 akan dilakukan pada tanggal 11 November 2019. Hal ini tertulis dalam surat keputusan yang ditandatangani Tjahjo tentang penerimaan calon pegawai negeri sipil.

“Pendaftaran direncanakan dimulai pada tanggal 11 November 2019, secara online melalui SSACN BKN,” dikutip detikcom dari surat keputusan yang ditandatangani Tjahjo, Senin (28/10/2019).

Dalam surat tersebut pun disebutkan pelamar hanya bisa mendaftarkan diri di satu instansi dan satu formasi jabatan saja. Dijelaskan juga ada 68 Kementerian/Lembaga dan 462 Pemerintah Daerah/Kota yang membuka penerimaan CPNS tahun ini.

Kementerian PAN RB memberitahukan kepada publik sebagai berikut :

1. Pada Tahun Anggaran 2019 akan dibuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di 68 (enam puluh delapan) Kementerian/Lembaga dan 462 (empat ratus enam puluh dua) Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.
2. Pendaftaran direncanakan dimulai pada tanggal 11 November 2019, secara online melalui SSACN BKN.
3. Pelamar hanya bisa mendaftar di 1 (satu) instansi dan 1 (satu) formasi jabatan di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.
4. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) direncanakan dimulai bulan Februari 2020 dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada bulan Maret 2020.
5. Pengumuman lebih lanjut terkait persyaratan pendaftaran dan lain-lain, akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara dan instansi masing-masing.
6. Diingatkan agar para calon pelamar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan berkaitan dengan proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2019. Perlu ditegaskan bahwa tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) direncanakan dimulai bulan Februari 2020 dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada bulan Maret 2020.

 

Ada 5 formasi ASN yang dibuka, yakni guru, dosen, pegawai kesehatan, pegawai fungsional, dan pegawai teknis lainnya. Perinciannya yakni :

Guru: 63.324 formasi
Dosen: 2.194 formasi
Pegawai kesehatan: 31.756 formasi
Pegawai fungsional: 28.767 formasi
Pegawai teknis lainnya: 2.194 formasi.

Dalam kesempatan terpisah pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah melakukan bimbingan teknis kepada admin instansi untuk setting dan lain-lain terkait Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN). Setting tersebut selesai sebelum pengumuman resmi penerimaan CPNS 2019 keluar,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan.

Setelah pembukaan pendaftaran secara online, maka pemerintah akan mengumumkan hasil seleksi administrasi pelamar pada Desember 2019.

Kemudian, pada pengumuman jadwal dan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dijadwalkan berlangsung pada Januari 2020.

Adapun hasil SKD itu rencananya diumumkan pada Maret 2020 diikuti dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi bidang (SKB).

Atas banyaknya informasi yang beredar, Ridwan mengungkapkan kepada masyarakat agar tetap memantau informasi resmi mengenai CPNS 2019 di website dan media sosial instansi penerima formasi dan portal SSCASN.
Simak tata cara pendaftaran CPNS 2019 di laman SSCAN berikut ini :

1. Buka portal SSCASN, https://sscasn.bkn.go.id.
2. Buat akun SSCN 2019 menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga atau NIK Kepala Keluarga.
3. Login menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.
4. Lengkapi biodata.
5. Pilih formasi dan jabatan sesuai pendidikan.

Manajemen Talenta

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui Kedeputian bidang Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) menyelenggarakan Konsultasi Publik Kebijakan Manajemen Talenta Nasional. Konsultasi pertama dilakukan di Bandung, Jawa Barat (22/10).

Deputi bidang SDMA Setiawan Wangsaatmaja mengingatkan arahan Presiden Joko Widodo terkait pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, simplifikasi regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Terkait manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), dijelaskan bahwa tujuan kebijakan ini adalah untuk mencapai tujuan strategis pembangunan nasional, mempersiapkan future leaders, akselerasi pengembangan karir, serta mewujudkan rencana suksesi.

Forum tersebut juga membahas Peraturan Menteri PAN-RB. Nantinya, dalam peraturan tersebut berisi aspek manajemen talenta ASN, kelembagaan manajemen talenta ASN, penyelenggaraan manajemen talenta ASN, hingga sistem informasi manajemen talenta.

Pemahaman mengenai manajemen talenta juga dilihat dari sisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Vice President Talent Management Direktorat Kepatuhan dan SDM PT Bank Mandiri (Persero) Elminda Sari menyatakan, talenta perlu mengedepankan kriteria.

“Sebab selalu ditanyakan kriteria apa yang melandasi seseorang dimasukan ke dalam talent. Kejelasan tentang kriteria ini membuat para pegawai merasa diperlakukan adil, jika yang terjadi sebaliknya, pegawai akan demotivasi,” terangnya.

Mengelola talenta memang pekerjaan yang berjangka sangat panjang. Banyak orang yang terjebak bahwa mengelola talenta adalah mempersiapkan suksesor. Padahal suksesor disiapkan untuk pergantian pimpinan atau manajer dalam jangka yang pendek.

“Maka, di Mandiri, mempersiapkan talenta adalah pekerjaan rumah yang sekaligus menjadi tantangan besar mengingat terdapat banyak variabel yang mempengaruhi pertumbuhan kapabilitas seseorang dalam pekerjaan,” jelas Elminda.

Terdapat dua paradigma pengembangan talenta dalam skema pola karir yakni, apakah seseorang akan dikembangkan sebagai generalis atau menjadi spesialis.

Dua paradigma ini sering menjadi masalah dalam mempersiapkan talenta. Perlu penilaian yang dibuktikan oleh pegawai melalui exposure dalam tantangan pekerjaan sehari-hari. Exposure ini menampakkan apakah seorang pegawai mampu mencapai target yang dibebankan atau tidak.

“Kami menganggap semua pegawai adalah talent, yakni mempunyai bakat yang berbeda-beda. Hanya saja, perlu terdapat klasifikasi tentang talent yang ada, dan dilakukan talent engagement dengan memberikan mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan kerja,” pungkas Elminda. (TS/Humas MenPAN-RB).*

Penerimaan ASN seleksi cpns

Related Post

Leave a reply