Mengenal Metaverse, NFT, dan Web 3.0, Tren Teknologi 2022

111 views

Metaverse, NFT, dan Web 3.0

Reaktor.co.id — Metaverse, NFT, dan Web 3.0 merupakan tren teknologi 2022. Tren lainnya antara lain kehadiran mata uang digital kripto (cryptocurrency) seperti Bitcoin.

Metaverse, NFT, dan Web 3.0 merupakan tren teknologi internet, setelah cloud computing, big data, artificial intelligence (AI), otomatisasi, virtual reality, augmented reality, dan sejenisnya.

Beerikut ini penjelasan ringkas tentang Metaverse, NFT, dan Web 3.0 yang dihimpun Reaktor dari berbagai sumber.

Metaverse

Istilah metaverse populer setelah platform media sosial Facebook melakukan rebranding menjadi Meta dan mengangkat istilah metaverse.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengubah nama perusahaannya menjadi Meta Platforms Inc., atau disingkat Meta pada 28 Oktober 2021.

Orang pertama yang menciptakan istilah metaverse adalah penulis Amerika, Neal Stephenson. Ia menyebutkan istilah metaverse tersebut pada novelnya tahun 1992 berjudul Snow Crash. Istilah metaverse merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar orang sungguhan.

Istilah metaverse tidak memiliki definisi yang bisa diterima secara universal. Mudahnya, metaverse adalah internet yang diberikan dalam bentuk 3D.

Zuckerberg menggambarkan metaverse sebagai “lingkungan virtual yang bisa Anda masuki, alih-alih hanya melihat layar.”

Dalam sebuah wawancara dengan The Verge, Zuckerberg memberikan gambaran metaverse sebagai “internet yang akan diwujudkan” atau versi internet yang ditingkatkan. Penggunanya dapat memiliki pengalaman berbeda yang tidak didapatkan pada aplikasi atau halaman web 2D.

Dengan demikian, metaverse adalah dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling terhubung. Di dalamnya orang-orang dapat bekerja, bertemu, meeting, dan bermain dengan menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, aplikasi smartphone, dan perangkat lainnya.

Dalam video Zuckenberg, gambaran sederhana tentang metaverse adalah sebuah seperangkat ruang virtual, tempat seseorang dapat membuat dan menjelajah dengan pengguna internet lainnya yang tidak berada pada ruang fisik yang sama dengan orang tersebut.

Metaverse memungkinkan orang nonton konser virtual, melakukan perjalanan online, membuat atau melihat karya seni, dan mencoba pakaian digital untuk dibeli.

Metaverse juga bisa menjadi sarana bekerja dari rumah (work from home) dan menggantikan aplikasi video conference. Sema karyawan bisa bergabung bersama di kantor virtual.

Selain Facebook, Microsoft dan Nvidia juga telah membicarakan metaverse. Menurut Wakil Presiden Omniverse Nvidia, Richard Keris, banyak perusahaan yang membangun dunia dan lingkungan virtual di metaverse, sama dengan banyak perusahaan yang melakukan sesuatu di World Wide Web.

Metaverse juga akan membuat pengguna internet dapat berpindah dari satu halaman web ke halaman web lainnya.

Platform game Roblox juga menguraikan visinya mengenai metaverse sebagai tempat  berkumpul dalam pengalaman 3D untuk bekerja, bermain, bersosialisasi, belajar, dan berkreasi.

NFT

NFT adalah singkatan dari Non-Fungible Token atau token yang tidak dapat dipertukarkan. Mengutip penjelasan Business Insider, token adalah aset digital yang dibangun di atas jaringan blockchain milik pihak lain.

Forbes menjelaskan NFT adalah sebuah aset digital yang mewakili objek dunia nyata, seperti lukisan, seni musik, item dalam game, hingga video pendek.

Sebagian besar NFT menggunakan teknologi blockchain ethereum untuk merekam transaksi di dalamnya. NFT mewakili barang berharga atau unik dengan nilai tukar yang tidak bisa diganti.

Barang yang bisa dijual dengan bentuk NFT bisa berupa karya seni seperti aset game, foto, video, musik dan lain-lain. Anda juga bisa mengubah aset dokumen menjadi NFT. Mengenai harga jual, tergantung dari faktor subjektif seperti kualitas, kreativitas dan reputasi dari sang seniman.

NFT menjadi platform baru untuk media koleksi digital. NFT bisa menjadi sarana untuk mendukung para seniman seperti artis, musisi dan atlet. NFT menawarkan imbalan besar bagi para seniman, musisi, kreator dan influencer dari investor yang bersedia untuk membayar aset NFT mereka.

Popularitas NFT masih sangat terbatas untuk industri seni, hobi dan hiburan. NFT bisa bernilai hingga puluhan juta dollar AS. Untuk bisa melakukan jual beli aset NFT, Anda wajib memiliki mata uang kripto karena NFT pada dasarnya merupakan anak turunan cryptocurrency.

Masing-masing aset NFT dibuat hanya satu kali dan tidak bisa ditukar atau diperdagangkan dengan NFT lainnya. Hal tersebut dikarenakan NFT tidak memiliki nilai yang setara.

Kepemilikan NFT bersifat mutlak di mana yang memilikinya mempunyai hak milik secara penuh. NFT juga tidak bisa dibagi menjadi denominasi yang lebih kecil seperti jenis kripto lainnya.

Untuk menjual sebuah karya dalam bentuk NFT, Anda harus memiliki akun di marketplace NFT, seperti OpenSea, Axie Infinity, CryptoPunks, Rarible, dan lain-lain.

Selain itu, Anda harus memiliki aset kripto sesuai dengan platform yang digunakan untuk menjual dan membeli NFT. Marketplace NFT biasanya memiliki aturan transaksi yang berbeda. Seperti pasar CryptoPunks dan Rarible yang hanya menerima transaksi menggunakan ETH dan dollar.

WEB 3.0

Web 3.0 atau Web3 adalah internet generasi ketiga setelah Web 1.0 dan Web 2.0.

Web 1.0 (1990-2005) dikenal sebagai website statis yang minim interaksi. Web 2.0 dikenal sebagai website dinamis yang memberi ruang interaksi sangat luas bahkan bisa menampung isi buatan pengguna (user generated content).

Saat ini kita berada di Web 3.0 sejak 2005. Web 3.0 belum ada. Web 3.0 adalah website masa depan berupa situs web dan aplikasi yang dapat memproses informasi dengan cara yang cerdas melalui teknologi seperti machine learning dan big data.

Jadi, Web 3.0 merupakan visi masa depan internet untuk merebut kembali kekuatan yang kini dikuasai perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Meta (Facebook).

Para penggemar Web 3.0 menyebut untuk mengembalikan kekuatan itu dengan mengulang internet saat jaringan sosial, mesin pencari, dan pasar dengan tidak ada perusahaan yang memiliki.

Web 3.0 akan dibangun di atas sistem Blockchain. Jadi, nantinya akan ada pembukuan di mana banyak komputer sekaligus menyimpan data yang bisa dicari oleh siapa saja.

Sistem ini akan dioperasikan oleh pengguna secara kolektif bukan lagi perusahaan. Orang akan diberikan token untuk berpartisipasi dan digunakan memberikan suara pada keputusan serta menghasilkan nilai nyata.

Web 3.0 membuat pengguna mengontrol data mereka sendiri. Mereka akan berpindah dari media sosial ke email atau belanja dengan satu akun dipersonalisasi, membuat catatan di Blockchain dari seluruh aktivitas.

Gerakan Web 3.0 terbantu dengan tren teknologi NFT.  Untuk waktu yang lama, Web 3.0 sangat teoritis atau masih berupa konsep atau wacana. Namun, perkembangan teknologi akan terus berlangsung hingga Web 3.0 benar-benar ada.

Teknologi baru seperti Metaverse, NFT, dan Web 3.0 akan menjadi tren baru di setiap lini kehidupan masyarakat. Generasi muda di Indonesia diimbau bersiap untuk mulai menguasai berbagai keterampilan yang diperlukan di bidang-bidang tersebut.*

 

Metaverse NFT Teknologi Internet Web 3.0 Website

Related Post

Leave a Reply