Menaker Jelaskan Tiga Kelompok Penerima 2 Juta Kartu Prakerja

111 views

Pemerintah menyiapkan 2 juta Kartu Prakerja untuk Angkatan Kerja Baru, Pekerja, dan korban PHK. Gaji diberikan hingga 12 bulan.

kartu prakerja

Reakto.co.id — Pemerintah menyiapkan sebanyak 2 juta Kartu Prakerja yang akan dibagikan kepada tiga kelompok masyarakat, yakni angkatan kerja baru yang baru lulus sekolah atau kuliah (fresh graduate), pekerja, dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kriteria penerima kartu prakerja yang akan digaji itu dikemukakan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, Jumat (19/7/2019).

Hanif mengungkapkan , tiga keompok tersebut merupakan sasaran pemerintah dalam kebijakan triple skilling sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dijelaskannya, para pencari kerja baru yang masih muda, belum memiliki keterampilan (skill), dan mempunyai masalah dengan dengan dunia kerja, akan masuk dalam kebijakan skilling.

Untuk pekerja existing yaitu kelompok pekerja yang perlu upskilling (peningkatan keterampilan) untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang berubah.

“Jika keterampilannya berhenti membuat dia tidak aman, membuat dia tidak fleksibel dalam bekerja. Maka dibuat peningkatan keterampilan sehingga punya karir atau dia juga misalnya ganti-ganti pekerjaan,” jelasnya.

Para korban PHK akan masuk dalam kebijakan reskilling bila mereka berencana melakukan alih profesi.

Hanif juga menjelaskan prosedur untuk mendapatkan Kartu Prakerja.

“Itu first come first serve bisa saja. Kalau sudah habis, ya, habis, yang penting daerah bisa melihat dari proporsi pengangguran atau segala macam, dibagi kuota,” kata Hanif seperti dikutip dari antaranews.com, Jumat (19/7/2019).

“Pemerintah tidak memilih siapa saja 2 juta penerima itu, tapi hanya menentukan eligibilitasnya saja. Jadi sama seperti beasiswa, boleh diambil dan boleh tidak,” kata Hanif.

Soal gaji atau honor pemegang Kartu Prakerja, Menaker menjelaskan, untuk para pencari kerja fresh graduate akan masuk program pelatihan skilling agar bisa masuk ke pasar kerja.

“Waktu pelatihan tiga bulan dan mendapat sertifikat dan tiga bulan pasca pelatihan mendapat insentif selama tiga bulan,” katanya.

Untuk kelompok kedua, yaitu mereka yang sudah bekerja perlu meningkatkan keterampilan (upskilling) agar dapat memiliki karier atau dapat berganti pekerjaan yang lebih baik, akan mengikuti pelatihan upskilling selama dua bulan dan insentif selama dua bulan.

“Ini dinamakan insentif pengganti upah,” ujar Hanif.

Kelompok ketiga, korban PHK, akan masuk pelatihan reskilling selama dua bulan dan mendapatkan insentif pengganti upah saat pelatihan.

“Setelah selesai pelatihan dia mendapatkan insentif selama tiga bulan. Jadi, total lima bulan,” kata Hanif.

Skema Kartu Prakerja

  1. Dialokasikan untuk pencari kerja lulusan SMA/SMK, S1, dan korban PHK
    Target sasaran kartu pra-kerja adalah anak muda usia produktif lulusan SMA atau SMK, dan perguruan tinggi, serta mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan atau sedang mencari kerja.
  2. Pemegang kartu prakerja akan mendapat pelatihan keterampilan (vocational training) di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan.
  3. Pemegang kartu prakerja diarahkan untuk magang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta.
  4. Pemegang kartu prakerja mendapatkan insentif atau tunjangan setiap bulan. Besarannya, menurut pengakuan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irman Chaniago, sekitar Rp1 juta per bulan, dalam jangka waktu 6-12 bulan. (Diolah dari berbagai sumber).*

 

Kartu Prakerja tenaga kerja

Related Post

  1. author

    […] — Program Kartu Prakerja akan dilaksanakan mulai 2020. Rencananya, kartu itu akan diberikan kepada dua juta orang yang […]

Leave a reply