Massa Aksi Demo Gejayan Memanggil 2 Suarakan Sejumlah Tuntutan

112 views

Aksi demonstrasi juga kembali digelar di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Kota-Kota Lain. Gejayan Memanggil Jilid 2 diikuti mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum Yogyakarta.

Gejayan Memanggil

Poster dalam Aksi Gejayan Memanggil Jilid 2 di Yogyakarta, Senin 30 September 2019. (Foto: Twitter).*

Reaktor.co.id, Yogyakarta — Aliansi Rakyat Bergerak kembali menggelar aksi demonstrasi di Gejayan, Yogyakarta, dalam aksi lanjutan demo mahasiswa bertajuk “Gejayan Memanggil Jilid 2”, Senin (30/9/2019).

Tagar #GejayanMemanggil2 pun trending topic di Twitter sebagaimana aksi sebelumnya. Aksi kali ini diikuti mahasiswa, pelajar, pekerja, dan masyarakat.

Tuntutan mahasiswa dan juga pelajar relatif masih sama seperti aksi pekan sebelumnya. Beberapa pemilik toko di sepanjang Jalan Gejayan menyediakan air mineral gratis kepada mahasiswa.

Tuntutan mereka dalam aksi Gejayan Memanggil 2 di antaranya:

  1. Hentikan segala bentuk represi dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat.
  2. Tarik seluruh komponen militer, usut tuntas pelanggaran HAM, buka ruang demokrasi seluas-luasnya di Papua.
  3. Mendesak pemerintah pusat untuk segera menanggulangi bencana dan menyelamatkan korban, tangkap dan adili pengusaha dan korporasi pembakar hutan, serta cabut HGU dan hentikan pemberian izin baru bari perusahaan besar perkebunan.
  4. Mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu terkait UU KPK.
  5. Mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu terkait UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.
  6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
  7. Merevisi pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP dan meninjau ulang pasal-pasal tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.
  8. Menolak RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, dan RUU Minerba.
  9. Tuntaskan pelanggaran HAM dan HAM berat serta adili penjahat HAM.

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah (FBD) juga mendatangi Gedung DPRD Yogyakarta. Mereka menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah dan anggota DPR.

Berikut ini 10 tuntutan tersebut:

  1. Mendesak kepada presiden dan juga DPR untuk segera mencabut revisi undang-undang KPK dengan menerbitkan Perpu dan mencabut undang-undang KPK dan disetujui oleh DPR.
  2. Menuntut pemerintah untuk bertindak tegas terhadap mafia kasus kebakaran hutan dan lahan serta mencabut hak guna usaha perusahaan yang terbukti melakukan pengrusakan lingkungan.
  3. Mendesak Pemerintah untuk menangani kebakaran hutan Kalimantan dan Sumatera dengan pemulihan keadaan ekonomi dan sosial serta lebih serius dalam menanggapi berbagai kerusakan lingkungan.
  4. Mahasiswa menuntut pemerintah untuk merevisi pasal-pasal dalam KUHP dan melakukan kajian serta libatkan partisipasi publik kembali dalam penyusunan draft secara komprehensif sebelum melakukan pembahasan di DPR.
  5. Meminta untuk pemerintah mendisiplinkan aparat negara dalam berhadapan dengan rakyat untuk menjamin kebebasan berpendapat demi iklim demokrasi yang sehat.
  6. Menolak RUU Pertanahan yang berpotensi mempengaruhi ketimpangan kepemilikan tanah dan segera selesaikan konflik agraria serta laksanakan reformasi agraria sejati.
  7. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.
  8. Meminta pemerintah untuk segera mengadili para penjahat HAM dan tuntaskan kasus pelanggaran HAM.
  9. Meminta aparat kepolisian untuk tidak melakukan tindakan Represif dan kriminal gerakan masyarakat.
  10. Kapolri harus memberikan hukuman kepada oknum yang terbukti melakukan kekerasan dan membunuh massa rakyat pada aksi demonstrasi.

Selain di Yogyakarta, aksi demonstrasi dengan tuntutan serupa juga digelar di berbagai kota lain seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang.

Di Bandung, aksi demonstrasi dilakukan Aliansi Rakyat Menggugat (Alarm) di kawasan Gedung Sate dan depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro.

Tuntutan mereka antara lain:

  1. Menolak RKUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan dan RUU KKS.
  2. Batalkan UU KPK, UU SBPB dan UU SDA.
  3. Cabut UU PSDN dam segera sahkan RUU PKS dan RUU PRT.
  4. Batalkan pimpinan KPK bermasalah pilihan DPR
  5. Tolak TNI-Polri menduduki jabatan sipil.
  6. Stop militerisme di Papua dan daerah lain. Bebaskan tahanan politik Papua segera.
  7. Hentikan kriminalisasi aktivis.
  8. Hentikan pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi dan pidanakan korporasi pembakar hutan dan cabut izinnya.
  9. Tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM termasuk yang berada di lingkaran kekuasaan, pulihkan hak-hak korban segera.
  10. Bentukan tim independen untuk menginvestigasi dan mengadili aparat pelaku kekerasan.

Informasi aksi demonstrasi di berbagai kota dibagikan demonstran dan warganet di Twitter dalam tagar #KekuasaanDitanganRakyat yang menjadi trending topic. (rl/kumparan/tirto/detik).*

Aksi Demonstrasi Gejayan Memanggil Yogyakarta

Related Post

Leave a reply