Masalah Utama Indonesia Kemiskinan, Bukan Radikalisme

241 views

Kemiskinan

Reaktor.co.id, Jakarta — Radikalisme menjadi isu utama pemerintah saat ini. Namun, menurut peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa (LIPI) Siti Zuhro, radikalisme bukan persoalan utama Indonesia, melainkan ketimpangan dan kemiskinan.

“Persoalan intinya kita itu mengalami ketimpangan sosial ekonomi yang sangat serius,” katanya dikutip Liputan6, Minggu (29/12/2019).

Ia menjelaskan, ketimpangan di bidang ekonomi masih menjadi persoalan yang signifikan. Bahkan, ketimpangan dialami oleh masyarakat yang tinggal tidak jauh dari Ibu Kota Negara.

“Tidak jauh dari Ibu Kota Negara, Provinsi Banten, tingkat penganggurannya paling tinggi. Pastinya kemiskinan demikian juga,” imbuhnya.

Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus menjadi program kerja yang dikerjakan pemerintah ke depan.

“Supaya disharmoni di tengah masyarakat bisa terobati. Jadi bukannya bagaimana konsep radikal itu terus-terusan. Kita tidak mau dibawa ke alam politisasi radikalisme, politisasi politik identitas. Pemilu sudah usai. Pak Jokowi sudah mengatakan itu,” ujarnya.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus terus dilakukan sekaligus memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Memang mau tidak mau pilihan kita adalah bagaimana memberantas kemiskinan yang artinya juga menenggakkan keadilan untuk sebagian masyarakat yang belum mengenyam keadilan itu,” ungkapnya.

Standar Kemiskinan

Pada Maret 2019 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis standar garis kemiskinan masyarakat Indonesia adalah Rp 425.250 per kapita per bulan.

Komposisi garis kemiskinan makanan Rp 313.232 (73,66 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan Rp 112.018 (26,34 persen).

Hal tersebut menunjukkan orang miskin Indonesia memiliki pendapatan sebesar Rp 14.175 setiap harinya atau sekitar 1 dollar AS. Provinsi paling miskin di Pulau Jawa.

BPS juga mengeluarkan data peta sebaran kemiskinan di Indonesia. Data tersebut menunjukkan tiga provinsi di Pulau Jawa memiliki penduduk miskin yang lebih banyak dibanding provinsi lainnya.

Tiga pronvisi tersebut antara lain Jawa Timur dengan 4,11 juta jiwa penduduk miskin, Jawa Tengah dengan 3,74 juta jiwa, dan Jawa Barat dengan 3,4 juta jiwa. Total penduduk miskin di Pulau Jawa mencapai 12,74 juta jiwa, atau separuh total penduduk miskin di Tanah Air.

Namun, secara presentase, jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa lebih rendah dibanding provinsi-provinsi di Indonesia Timur yang memiliki angka penduduk miskin di atas 20 persen.*

 

Kemiskinan Radikalisme

Related Post

Leave a reply